Menu

Mode Gelap
DPRD Samarinda Minta Jalur Afirmasi SPMB Lebih Fleksibel, Ronal: Jangan Hanya Bergantung pada Data Desil Disdikbud Samarinda Tegaskan Jalur Afirmasi SPMB 2026 Berdasarkan Data Desil Nasional, SKTM Tetap Jadi Solusi UMKM Kreatif Weekend Fair 2026 Hadir di Samarinda, Belanja Murah hingga Hiburan Seru Menanti Dari Petani hingga Legislator: Arbain Jadikan Politik Sebagai Jalan Pengabdian 23 Tahun Mengabdi, Kadisdikbud Kukar Raih Satyalancana Karya Satya: “Ini Amanah, Bukan Sekadar Penghargaan”

BERITA DAERAH · 28 Nov 2025 14:00 WITA ·

Sastra Lisan Kutai Terancam Hilang, Disdikbud Kukar Genjot Upaya Pemulihan Identitas Budaya


 Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Kartanegara, Puji Utomo, saat menjelaskan berbagai upaya pelestarian sastra lisan Kutai yang kini mulai terancam punah. Perbesar

Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Kartanegara, Puji Utomo, saat menjelaskan berbagai upaya pelestarian sastra lisan Kutai yang kini mulai terancam punah.

KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA — Di tengah perubahan sosial yang berlangsung cepat, tradisi sastra lisan Kutai kini berada di ambang kepunahan. Generasi muda semakin jarang mendengar, apalagi mempelajari, seni tutur klasik seperti Tarsul, Dandeng, dan Ladong yang selama ratusan tahun menjadi penanda identitas masyarakat Kutai.

Menurunnya minat terhadap seni lisan tidak hanya berdampak pada berkurangnya pementasan, tetapi juga mengancam hilangnya nilai-nilai budaya yang terkandung dalam setiap syair dan tuturannya. Kondisi ini membuat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara mengambil langkah serius untuk menjaga agar warisan tradisi lisan tidak sekadar menjadi catatan sejarah.

Kabid Kebudayaan Disdikbud Kukar, Puji Utomo, menegaskan bahwa sastra lisan memiliki peran yang jauh melampaui hiburan. Tradisi tutur merupakan sarana penyampaian pesan moral, petuah leluhur, hingga gambaran cara hidup masyarakat Kutai tempo dulu.

“Kalau tradisi lisan hilang, yang hilang bukan hanya seni. Kita kehilangan cara pandang leluhur, kehilangan identitas yang membentuk karakter masyarakat kita sejak dulu,” ujar Puji, Jum’at (28/11/2025).

Ia menilai bahwa generasi saat ini hidup dalam ekosistem digital yang membuat mereka lebih akrab dengan budaya populer global dibanding tradisi daerah. Namun menurut Puji, tantangan tersebut bukan alasan untuk menyerah, melainkan momentum untuk berinovasi dalam cara memperkenalkan kembali tradisi tutur kepada generasi berikutnya.

“Sastra lisan harus dipulihkan dan disesuaikan dengan konteks zaman. Bukan diubah, tapi dikemas lebih dekat dengan cara anak-anak mengonsumsi konten,” tambahnya.

Selain adaptasi media, Disdikbud Kukar juga melihat pentingnya peran keluarga dan komunitas budaya sebagai penjaga living tradition. Tanpa keterlibatan masyarakat, pelestarian sastra lisan akan bergerak lambat dan kehilangan kesinambungan antargenerasi.

Puji menegaskan bahwa pelestarian tradisi tutur merupakan bagian dari upaya merawat memori kolektif masyarakat, terutama di tengah derasnya arus pendatang baru saat Ibu Kota Nusantara (IKN) berkembang di wilayah sekitar Kukar.

Menurutnya, kearifan lokal dalam sastra lisan bisa menjadi benteng budaya sekaligus identitas yang memperkuat karakter masyarakat di tengah perubahan demografis yang cepat.

Ia berharap pelestarian sastra lisan tidak hanya menjadi tugas pemerintah, tetapi gerakan bersama agar warisan leluhur tetap hidup, dipahami, dan dibanggakan oleh generasi muda.

Dengan tekad itu, Disdikbud Kukar terus mendorong pemulihan tradisi lisan sebagai bagian penting dari warisan budaya yang wajib dijaga agar tidak hilang dari kehidupan masyarakat modern.

 

ADV Disdikbud Kukar
Pewarta : Indirwan
Editor  : Fairuzzabady
@2025
Artikel ini telah dibaca 33 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

DPRD Samarinda Minta Jalur Afirmasi SPMB Lebih Fleksibel, Ronal: Jangan Hanya Bergantung pada Data Desil

19 Juni 2026 - 17:00 WITA

a25

Disdikbud Samarinda Tegaskan Jalur Afirmasi SPMB 2026 Berdasarkan Data Desil Nasional, SKTM Tetap Jadi Solusi

19 Juni 2026 - 16:00 WITA

a24

UMKM Kreatif Weekend Fair 2026 Hadir di Samarinda, Belanja Murah hingga Hiburan Seru Menanti

19 Juni 2026 - 15:00 WITA

a23

Dari Petani hingga Legislator: Arbain Jadikan Politik Sebagai Jalan Pengabdian

19 Juni 2026 - 14:00 WITA

a22

23 Tahun Mengabdi, Kadisdikbud Kukar Raih Satyalancana Karya Satya: “Ini Amanah, Bukan Sekadar Penghargaan”

19 Juni 2026 - 13:00 WITA

a21

Akademisi Nilai Raperda Kebakaran Samarinda Jadi Payung Hukum Strategis dan Perkuat Sistem Penyelamatan

18 Juni 2026 - 21:00 WITA

a20
Trending di BERITA DAERAH