KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA — Pendidikan non-formal memegang peran strategis dalam membuka kesempatan belajar bagi masyarakat yang sulit menjangkau pendidikan formal di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Layanan ini menjadi jalur alternatif yang memungkinkan warga dari berbagai latar belakang tetap memperoleh ilmu pengetahuan dan keterampilan.
Plt. Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar, Pujianto, menegaskan bahwa tutor pendidikan non-formal menjadi ujung tombak dalam memastikan kualitas belajar warga.
“Tutor kesetaraan adalah garda terdepan pendidikan non-formal. Mereka membantu masyarakat yang tidak memiliki akses ke sekolah formal agar tetap bisa belajar dan berkembang,” ujarnya, Jum’at (28/11/2025).
Menurut Pujianto, pendidikan non-formal berbeda dengan sistem formal, sehingga metode pengajarannya pun menyesuaikan karakteristik peserta didik yang beragam. Pendekatan yang fleksibel, praktis, dan relevan menjadi kunci keberhasilan pendidikan non-formal dalam menjangkau masyarakat luas.
“Karakter peserta yang beragam menuntut tutor untuk kreatif dalam menyampaikan materi. Pendidikan non-formal memungkinkan metode belajar yang lebih kontekstual dan langsung bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.
Lebih jauh, pendidikan non-formal tidak hanya fokus pada aspek akademik, tetapi juga membekali peserta dengan keterampilan hidup, kemampuan literasi, dan kompetensi praktis yang bisa digunakan untuk meningkatkan kualitas hidup. Layanan ini menjadi penghubung penting bagi mereka yang ingin memperbaiki peluang ekonomi, sosial, dan pendidikan.
Pujianto menambahkan, peran tutor pendidikan non-formal sangat strategis karena mereka menjadi penggerak motivasi dan pembimbing bagi warga belajar. Keberadaan mereka membuat proses belajar lebih efektif, personal, dan berkesinambungan.
“Tanpa tutor yang kompeten, pendidikan non-formal tidak akan optimal. Mereka adalah jembatan antara masyarakat dan kesempatan belajar yang seharusnya bisa dinikmati semua orang,” kata Pujianto.
Dengan peran sentral ini, pendidikan non-formal diharapkan mampu menutup kesenjangan pendidikan, khususnya bagi warga yang tidak bisa mengakses sekolah formal karena berbagai kendala, mulai dari jarak, biaya, hingga keterbatasan waktu.
“Pendidikan non-formal membuka pintu bagi semua warga untuk belajar, mandiri, dan berdaya. Ini bagian dari komitmen kami memastikan tidak ada yang tertinggal dalam akses pendidikan di Kukar,” pungkas Pujianto.
ADV Disdikbud Kukar Pewarta : Indirwan Editor : Fairuzzabady @2025

















