Menu

Mode Gelap
Gotong Royong Jadi Kunci Jaga Kebersihan, Palaran Bersihkan Parit Antisipasi Musim Hujan NasDem Samarinda Gandeng Bank Sampah, Gerakkan Warga Peduli Kebersihan dari Palaran Gebermas Dorong Warga Peduli Sampah, Bank Sampah Kampung KB Makmur Lestari Jadi Penggerak Karhutla Ganggu Penerbangan di Kalimantan, Sejumlah Rute dari Balikpapan Delay hingga 4 Jam Kodam VI/Mulawarman Gelar Salat Istisqa, Doakan Hujan Turun dan Karhutla Mereda

BERITA DAERAH · 29 Nov 2025 17:00 WITA ·

Kukar Tingkatkan Pola Pikir Komputasi Anak Sejak PAUD


 Salah satu PAUD di Kutai Kartanegara tampak aktif menjalankan kegiatan belajar yang ramah anak. Lingkungan yang aman dan menyenangkan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan pendidikan bagi peserta didik usia dini di daerah tersebut. Perbesar

Salah satu PAUD di Kutai Kartanegara tampak aktif menjalankan kegiatan belajar yang ramah anak. Lingkungan yang aman dan menyenangkan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan pendidikan bagi peserta didik usia dini di daerah tersebut.

KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara menekankan pentingnya pengenalan pola pikir komputasi pada anak usia dini. Langkah ini dimaksudkan agar anak-anak terbiasa berpikir logis, sistematis, dan kreatif sejak awal pembelajaran matematika.

Plt. Sekretaris Disdikbud Kukar, Pujianto, menyebut bahwa pengenalan pola berpikir komputasi sejak PAUD menjadi fondasi penting bagi kecerdasan anak. Dengan pendekatan ini, pembelajaran matematika lebih dari sekadar mengenal angka, melainkan melatih anak untuk menyelesaikan masalah secara terstruktur.

“Memperkenalkan pola pikir komputasi sejak dini membantu anak memahami langkah-langkah logis dalam menyelesaikan masalah, bukan hanya menghafal angka atau rumus,” ujar Pujianto, Sabtu (29/11/2025).

Ia menambahkan bahwa guru PAUD memiliki peran strategis dalam menanamkan konsep ini. Pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan melalui permainan atau alat peraga memungkinkan anak-anak belajar tanpa tekanan.

“Anak-anak akan lebih mudah memahami matematika jika belajar lewat aktivitas yang seru dan interaktif. Mereka belajar sambil bermain, sehingga konsep komputasi tertanam secara alami,” kata Pujianto.

Pujianto menegaskan bahwa keberhasilan program sangat bergantung pada kemampuan guru dalam menerapkan metode tersebut. Guru yang terampil akan mampu menumbuhkan pola pikir kritis dan kemampuan pemecahan masalah pada anak-anak.

“Jika guru memahami cara mengajarkan pola pikir komputasi, anak-anak akan terbiasa berpikir logis dan kreatif sejak usia dini,” ujarnya.

Selain mengasah kecerdasan numerik, pengenalan pola berpikir komputasi juga membekali anak untuk menghadapi tantangan di masa depan dengan lebih siap.

“Fondasi ini penting agar anak-anak kita bisa mengembangkan kemampuan analisis dan kreativitas, yang sangat dibutuhkan di era modern,” tegas Pujianto.

Dengan pendekatan ini, Disdikbud Kukar optimistis akan melahirkan generasi muda yang tidak hanya menguasai matematika, tetapi juga memiliki keterampilan berpikir kritis dan terstruktur sejak dini.

 

ADV Disdikbud Kukar
Pewarta : Indirwan
Editor  : Fairuzzabady
@2025
Artikel ini telah dibaca 38 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Gotong Royong Jadi Kunci Jaga Kebersihan, Palaran Bersihkan Parit Antisipasi Musim Hujan

29 Agustus 2026 - 17:00 WITA

h40

NasDem Samarinda Gandeng Bank Sampah, Gerakkan Warga Peduli Kebersihan dari Palaran

29 Agustus 2026 - 16:00 WITA

h39

Gebermas Dorong Warga Peduli Sampah, Bank Sampah Kampung KB Makmur Lestari Jadi Penggerak

29 Agustus 2026 - 15:00 WITA

h38

Karhutla Ganggu Penerbangan di Kalimantan, Sejumlah Rute dari Balikpapan Delay hingga 4 Jam

29 Agustus 2026 - 14:00 WITA

h37

Kodam VI/Mulawarman Gelar Salat Istisqa, Doakan Hujan Turun dan Karhutla Mereda

29 Agustus 2026 - 13:00 WITA

h36

Minat Warga Meningkat, Keterisian Bacitra Balikpapan Tembus 140 Persen

28 Agustus 2026 - 13:00 WITA

h35
Trending di BERITA DAERAH