KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA — Memasuki usia operasional yang ketiga, Mall Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Kutai Kartanegara terus menunjukkan perkembangan signifikan. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kukar, Alfian Noor, menyampaikan bahwa berbagai evaluasi dan arahan dari Bupati Kukar terus dikuatkan agar MPP semakin optimal dalam memberikan kemudahan layanan bagi masyarakat.
“Pada tahun ketiga ini, MPP diarahkan menjadi leading sector dalam pengembangan 20 Mini MPP yang akan dihadirkan di seluruh kecamatan,” ujarnya, Selasa (2/12/2025).
Persiapan Mini MPP kini telah berjalan, mulai dari desain ruangan bersama Dinas PU, pemenuhan kebutuhan SDM bersama BKPSDM, hingga koordinasi lokasi dengan masing-masing kecamatan. Untuk tahap awal, Mini MPP akan memanfaatkan ruang pelayanan Paten yang berada di kantor camat. Ruang tersebut dinilai cukup ideal sebagai pusat layanan terpadu, namun Alfian menegaskan bahwa identitas dan branding Mini MPP harus terlihat jelas agar mudah dikenali masyarakat.
Selain memperluas jangkauan layanan, MPP Kukar juga mencatat capaian positif dalam evaluasi mutu pelayanan. Tingkat kepuasan masyarakat mencapai 94,98 persen, masuk kategori “sangat baik”, berdasarkan survei internal dan audit konsultan independen.
“Capaian tersebut tidak hanya menjadi prestasi, tetapi juga tantangan untuk mempertahankan standar pelayanan yang semakin tinggi,” tegas Alfian.
Selain pelayanan publik, Alfian turut memaparkan perkembangan investasi di Kukar. Hingga triwulan ketiga 2025, nilai investasi mendekati Rp11 triliun, sementara pada 2024 mencapai Rp16,4 triliun. Investasi masih didominasi sektor ekstraktif seperti pertambangan, pertanian, dan perkebunan. Namun mulai 2026, DPMPTSP diarahkan untuk memperkuat investasi sektor non-ekstraktif, terutama industri pengolahan dan hilirisasi.
Pada momen ini, MPP Kukar juga memperkenalkan inovasi layanan MetaPers, sistem berbasis metaverse yang memungkinkan masyarakat memasuki MPP secara virtual hanya melalui perangkat Android. Melalui fitur ini, pengguna dapat menjelajahi ruangan, memilih loket, hingga berinteraksi dengan tenant layaknya kunjungan langsung.
Inovasi ini akan menjadi salah satu layanan unggulan yang disiapkan untuk diintegrasikan dengan Mini MPP. Operator Mini MPP nantinya akan dibekali pelatihan untuk mendampingi masyarakat yang belum terbiasa menggunakan teknologi tersebut.
Seluruh persiapan Mini MPP ditargetkan rampung akhir 2025, mencakup rapat koordinasi, finalisasi desain, serta penyesuaian anggaran. Pada 2026, Mini MPP mulai dioperasikan.
“SDM yang ditempatkan di Mini MPP akan diutamakan berasal dari masyarakat lokal kecamatan,” tambah Alfian.
Setiap operator akan mengikuti pelatihan intensif selama satu minggu di MPP pusat untuk memahami alur ratusan layanan administrasi dan perizinan.
Menutup keterangannya, Alfian mengungkapkan bahwa MPP bersama Pemkab Kukar akan meluncurkan program khusus pada bulan Syawal mendatang. Bupati Kukar akan memberikan berbagai doorprize bagi pasangan yang mengikuti nikah massal di MPP.
“Selain itu, administrasi pernikahan di KUA juga akan digratiskan, sesuai komitmen Bupati untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat,” pungkasnya.
Pewarta & Editor: Fairuzzabady @2025

















