KUMALANEWS.ID, KUTAI TIMUR – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) telah mengumumkan komitmen besar mereka untuk mencapai target yang dicanangkan oleh Bupati Kutim, yaitu melatih sebanyak 50.000 tenaga kerja lokal sepanjang tahun 2025. Kepala Disnakertrans Kutim, Roma Malau, menyatakan bahwa target ambisius ini bertujuan utama untuk menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan memiliki daya saing tinggi, sekaligus meningkatkan kuantitas penyerapan tenaga kerja lokal di berbagai sektor. Program pelatihan dan sistem perekrutan satu pintu ini tidak hanya terfokus pada sektor industri berat semata, namun juga mencakup penguatan pada sektor industri jasa dan kewirausahaan.
Sebagai tonggak utama dalam pelaksanaan program ini, Balai Latihan Kerja Industri (BLKI) Disnakertrans Kutim memberikan berbagai pelatihan keterampilan praktis yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja saat ini. Pelatihan yang diselenggarakan meliputi keahlian teknis seperti operator alat berat, welding (pengelasan), kelistrikan, dan mekanik, hingga keterampilan di sektor jasa seperti tata boga dan barista.
Lebih dari sekadar keterampilan teknis, BLKI Kutim juga proaktif mengembangkan laboratorium bahasa dengan fokus pada Bahasa Jepang, Inggris, dan China. Langkah strategis ini adalah nilai tambah yang signifikan bagi para peserta pelatihan, memastikan mereka tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga mampu bersaing secara efektif di tingkat nasional maupun internasional. Untuk menjamin bahwa investasi pelatihan ini membuahkan hasil, Disnakertrans telah menjalin kerja sama erat dengan perusahaan-perusahaan di Kutim untuk memastikan lulusan BLKI dapat terserap dengan baik dalam dunia kerja melalui program magang yang terintegrasi.
ADV Diskominfo SP Kutim

















