KUMALANEWS.ID, KUTAI TIMUR – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) terus merealisasikan komitmennya dalam program pemerataan infrastruktur dasar, khususnya listrik, hingga ke wilayah desa terpencil. Dalam momentum spesial Hari Guru Nasional pada 27 November 2025, Bupati Kutim, H. Ardiansyah Sulaiman, meresmikan penyalaan listrik 24 jam di empat desa di Kecamatan Rantau Pulung. Kehadiran listrik yang menyala penuh selama 24 jam merupakan dambaan lama warga, yang sebelumnya hanya mengandalkan listrik dengan jam nyala terbatas, sehingga peresmian ini menjadi “kado istimewa” bagi masyarakat dan tenaga pengajar setempat.
Program peningkatan jam nyala listrik ini merupakan hasil sinergi yang intens antara Pemkab Kutim (melalui Bagian Sumber Daya Alam/SDA) dan pihak PT PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Bontang. Peresmian ini adalah bagian dari program prioritas Pemkab Kutim untuk mewujudkan “Kutim Terang” dan menjamin seluruh warganya mendapatkan akses listrik yang memadai. Rantau Pulung, bersama kecamatan terpencil lainnya, menjadi target utama program elektrifikasi untuk memastikan pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Kutim.
Bupati Ardiansyah Sulaiman secara konsisten menekankan bahwa elektrifikasi penuh sangat vital. Hadiah di Hari Guru ini secara khusus akan mempermudah siswa belajar di malam hari dan membantu para guru mempersiapkan materi ajar dengan lebih nyaman, sejalan dengan peningkatan kualitas pendidikan. Selain itu, listrik 24 jam juga menjadi pendorong utama bagi tumbuhnya Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta aktivitas perekonomian di desa. Pada akhir acara, Bupati berpesan kepada masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas listrik baru ini dengan bijak, serta menjaga instalasi listrik agar tetap aman dan terhindar dari potensi bahaya kebakaran.
ADV Diskominfo SP Kutim

















