KUMALANEWS.ID, SAMARINDA – Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, menegaskan pentingnya peran strategis Bank Indonesia (BI) dalam menjaga stabilitas inflasi serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan. Penegasan tersebut disampaikan dalam Upacara Pengukuhan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur yang digelar di Ruang Maratua Lantai 4 Kantor Perwakilan BI Kaltim, Jalan Gajah Mada No. 1 Samarinda, Senin (26/1/2026).
Upacara pengukuhan ini sekaligus menandai serah terima jabatan Kepala Perwakilan BI Kaltim dari pejabat lama, Budi Widihartanto, kepada pejabat baru, Jajang Hermawan. Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Bank Indonesia, unsur pemerintah daerah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pimpinan instansi vertikal, serta para kepala daerah kabupaten/kota se-Kalimantan Timur.
Dalam sambutannya, Seno Aji menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Budi Widihartanto atas dedikasi dan kontribusinya selama menjabat sejak Oktober 2023. Ia menilai, sinergi yang terbangun antara BI dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur telah memberikan dampak nyata, khususnya dalam pengendalian inflasi daerah serta capaian prestasi yang mengantarkan daerah meraih penghargaan dari Presiden Republik Indonesia.
“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pak Budi Widihartanto. Sinergi yang terjalin selama ini sangat membantu Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah,” ujar Seno Aji.
Kepada Kepala Perwakilan BI Kaltim yang baru, Jajang Hermawan, Seno Aji menyampaikan ucapan selamat bertugas. Ia berharap kolaborasi yang telah terbangun dapat terus dilanjutkan dan ditingkatkan demi mendukung pembangunan ekonomi Kalimantan Timur. Menurutnya, amanah tersebut bukanlah tugas ringan, namun dengan pengalaman dan integritas yang dimiliki, ia optimistis dapat dijalankan dengan baik.
Lebih lanjut, Seno Aji memaparkan empat peran utama Bank Indonesia yang diharapkan terus diperkuat di daerah. Pertama, menjaga stabilitas inflasi sebagai fondasi utama pertumbuhan ekonomi. Kedua, memperkuat sistem pembayaran yang aman, efisien, dan inklusif melalui percepatan digitalisasi keuangan. Ketiga, mendorong pembinaan dan pengembangan UMKM sejalan dengan target Pemprov Kaltim dalam menciptakan 10 ribu UMKM baru setiap tahunnya. Keempat, meningkatkan literasi keuangan, khususnya bagi generasi muda di wilayah perdesaan dan perbatasan.
Ia juga menyinggung peran konkret BI dalam mendukung pengembangan UMKM dan sektor pertanian, mulai dari pembinaan pengrajin tenun dan batik hingga penerapan inovasi pertanian berbasis teknologi yang terbukti mampu meningkatkan hasil panen secara signifikan.
“Sinergi antara Bank Indonesia dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur merupakan kunci utama untuk menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mendorong pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan,” tegasnya.
Sementara itu, saat dikonfirmasi awak media usai kegiatan, Seno Aji menegaskan tidak ada arahan khusus kepada Kepala Perwakilan BI Kaltim yang baru, mengingat Bank Indonesia telah memiliki prosedur tetap dalam menjalankan tugas dan fungsinya. Meski demikian, fokus utama tetap pada pengendalian inflasi daerah agar kondisi ekonomi tetap terjaga.
“Tidak ada arahan spesifik, karena Bank Indonesia sudah memiliki protap sendiri. Yang terpenting, inflasi di daerah tetap terkendali,” pungkasnya.
Pewarta : Yana Ashari Editor : Fairuzzabady ©2026

















