KUMALANEWS.ID, SAMARINDA – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Kalimantan Timur menggelar kegiatan bertajuk “Ngopi Bareng Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto Bersama Media” sebagai forum dialog kebangsaan sekaligus ajang silaturahmi dengan insan pers di Kalimantan Timur, Senin sore (2/2/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Sekretariat DPD PDI Perjuangan Kaltim, Jalan A. Wahab Syahranie No.101, Sempaja Selatan, Kecamatan Samarinda Utara, Kota Samarinda, ini menjadi ruang diskusi terbuka antara partai politik dan media. Berbagai isu nasional maupun lokal dibahas secara terbuka, mulai dari demokrasi, kebebasan pers, hingga arah pembangunan nasional dan daerah.
Dalam sambutannya, Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menegaskan bahwa media memiliki peran yang sangat vital dalam menjaga kualitas demokrasi di Indonesia. Menurutnya, pers bukan sekadar penyampai informasi, tetapi juga pilar penting dalam membangun kesadaran publik serta menjaga nilai-nilai kebangsaan.
“Dinamika kebangsaan dan demokrasi terus berkembang. Dalam konteks ini, media tidak hanya berfungsi menyampaikan informasi, tetapi juga menjadi mitra strategis dalam menjaga demokrasi agar tetap sehat dan berkeadaban,” ujar Hasto.
Dalam diskusi tersebut, sejumlah isu strategis nasional menjadi perhatian utama. Di antaranya persoalan kebebasan pers dan ruang demokrasi, termasuk menyikapi berbagai kasus teror terhadap karya jurnalistik, kekerasan terhadap jurnalis, serta penangkapan aktivis yang dinilai berpotensi mengancam kebebasan berekspresi.
Isu Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemilu juga turut dibahas, termasuk wacana penghapusan ambang batas parlemen (parliamentary threshold) yang dinilai perlu dikaji secara komprehensif demi memperkuat sistem demokrasi dan representasi politik rakyat.
Selain itu, Hasto menyoroti isu politik lingkungan hidup yang dinilai semakin mendesak. Kondisi alam Indonesia saat ini menghadapi tantangan serius, seperti meningkatnya bencana alam, deforestasi, kebakaran hutan, serta dampak perubahan iklim. Situasi tersebut, menurutnya, menuntut keseriusan negara dalam mendorong transisi energi dari ketergantungan batu bara menuju energi terbarukan.
Isu ketenagakerjaan dan masa depan generasi muda juga mengemuka dalam dialog. Target pemerintah untuk menciptakan 19 juta lapangan kerja dinilai harus diiringi kebijakan konkret dan berkelanjutan agar bonus demografi benar-benar memberikan dampak positif bagi kesejahteraan rakyat.
Dalam konteks Kalimantan Timur, Hasto turut menyinggung persoalan Sungai Mahakam yang selama ini menjadi urat nadi perekonomian daerah. Ia menilai, meski sungai tersebut memberikan kontribusi besar terhadap penerimaan negara, perhatian terhadap perawatan alur sungai serta aset strategis seperti jembatan masih perlu ditingkatkan.
Tak kalah penting, kebijakan pemotongan Transfer ke Daerah (TKD) juga menjadi sorotan. Dengan kekayaan sumber daya alam yang melimpah, Kalimantan Timur dinilai membutuhkan kebijakan fiskal yang lebih berpihak agar pembangunan daerah penghasil SDA dapat berjalan optimal.
Dalam kesempatan tersebut, Hasto menegaskan posisi PDI Perjuangan secara nasional sebagai partai penyeimbang yang terus mencermati dinamika politik dan kebijakan negara demi memastikan kepentingan rakyat tetap menjadi prioritas utama.
Kegiatan “Ngopi Bareng” ini dikemas secara interaktif, memberikan ruang bagi insan pers untuk menyampaikan pandangan, kritik, serta pertanyaan secara langsung kepada Sekjen PDI Perjuangan.
Melalui forum ini, PDI Perjuangan Kalimantan Timur berharap sinergi antara partai politik dan media semakin kuat, sekaligus mendorong politik sebagai sarana pendidikan demokrasi dan penjaga nilai-nilai kebangsaan ke depan.
Pewarta : Yana Ashari Editor : Fairuzzabady ©2026

















