KUMALANEWS.ID, SAMARINDA — Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, mendorong reaktivasi ribuan sumur minyak tidak aktif yang tersebar di kawasan perumahan dan sejumlah wilayah lain di Indonesia. Menurutnya, jika sumur-sumur tersebut kembali dioperasikan, akan memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan produksi minyak nasional.
Hal itu disampaikan Seno Aji saat dikonfirmasi media usai menghadiri kegiatan Sosialisasi Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 14 Tahun 2025 kepada BUMD/BUMDes, koperasi, UMKM, asosiasi, serta pengusaha lokal di Kalimantan Timur, Selasa (10/2/2026).
“Ribuan sumur yang saat ini tidak aktif ini, jika direaktivasi, tentu akan memberikan tambahan dukungan terhadap produksi minyak nasional. Saat ini produksi minyak Indonesia berada di kisaran 600 ribu barel per hari. Dengan pemberdayaan sumur-sumur tersebut, kita optimistis bisa menambah sekitar 15 ribu hingga 20 ribu barel per hari,” ujar Seno Aji.
Ia menjelaskan, peningkatan produksi minyak tidak hanya berdampak pada penguatan ketahanan energi nasional, tetapi juga berpotensi besar menggerakkan roda perekonomian daerah. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya keterlibatan perusahaan daerah serta pelaku usaha lokal dalam pengelolaan sektor energi dan pertambangan.
“Ekonomi daerah tentu akan ikut bangkit. Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga berpeluang meningkat karena perusahaan-perusahaan daerah terlibat langsung dalam usaha ini. Karena itu, kami mendorong agar sektor pertambangan dan energi bisa memberikan pencerahan yang positif kepada masyarakat, sehingga mereka terdorong untuk ikut berpartisipasi dalam usaha energi,” jelasnya.
Terkait keberlanjutan Koperasi Tambang Rakyat (KTR) di Kalimantan Timur, Seno Aji menyampaikan bahwa koperasi tersebut hingga kini masih eksis. Namun, proses perizinan di tingkat pusat masih menghadapi sejumlah kendala regulasi.
“Di tingkat pusat masih ada persoalan regulasi yang sedang berproses, sehingga pengajuan Izin Usaha Pertambangan (IUP) koperasi masih tertahan di kementerian. Kami masih menunggu instruksi dari pusat. Jika proses tersebut sudah selesai, maka kegiatan koperasi dapat kembali berjalan,” ungkapnya.
Selain membahas sektor energi, Seno Aji juga menyinggung program nasional terkait perumahan rakyat dan teknisasi. Ia menegaskan bahwa instruksi Presiden akan dijalankan di daerah, termasuk upaya mitigasi dan pendataan rumah-rumah rakyat yang masih menggunakan atap seng.
“Kami sedang melakukan mitigasi. Jumlah rumah dengan atap seng di Kalimantan Timur memang tidak terlalu banyak. Dari hasil pendataan tersebut, kami merencanakan pembangunan industri genteng yang bisa dikelola oleh Koperasi Merah Putih. Mudah-mudahan Dinas PUPR segera melaporkan hasil mitigasi ini,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Seno Aji juga memaparkan sejumlah capaian program prioritas Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur selama satu tahun terakhir. Di antaranya program pendidikan gratis termasuk pembebasan Uang Kuliah Tunggal (UKT), layanan kesehatan gratis melalui BPJS, serta program bantuan bagi para marbot.
“Alhamdulillah, program-program prioritas sudah berjalan. Memang masih terdapat kelemahan dan kekurangan yang terus kami perbaiki, khususnya dalam sistem pendidikan gratis. Tahun ini tercatat sekitar 124 ribu mahasiswa menjadi tanggungan pemerintah, sehingga membutuhkan perhatian dan pengelolaan yang serius,” pungkasnya.
Ia pun memohon doa dan dukungan seluruh masyarakat agar program kerja Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Timur dapat berjalan dengan baik, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.
Pewarta : Yana Ashari Editor : Fairuzzabady ©2026

















