Menu ✖

Mode Gelap
DPRD Kukar Kejar Pembahasan Perubahan APBD 2026, Ditargetkan Tuntas 30 September KML Golongan Siaga Digelar, Dispora Kukar Dorong Penguatan Kompetensi Pembina Pramuka DLHK Kukar Dorong TPS 3R, Sampah Diolah Jadi Kompos hingga Produk Bernilai Ekonomi Raperda Perubahan APBD Kukar 2026 Masuki Tahap Akhir Pembahasan Pemkot Balikpapan Efisiensi Hampir Rp100 Miliar, Tukin hingga Perjalanan Dinas Dipangkas

BERITA DAERAH · 10 Feb 2026 14:00 WITA ·

Nanang Abdul Manaf Paparkan Mekanisme Pengelolaan Sumur Migas oleh Mitra Lokal


 Staf Khusus Menteri ESDM, Nanang Abdul Manaf, memberikan keterangan pers kepada media terkait mekanisme pengusulan dan pengelolaan sumur-sumur migas oleh mitra lokal, usai mengikuti kegiatan Sosialisasi Peraturan Menteri ESDM Nomor 14 Tahun 2025 kepada BUMD/BUMDes, koperasi, UMKM, asosiasi, serta pengusaha lokal di Kalimantan Timur, Selasa (10/2/2026). Foto: Yana Ashari. Perbesar

Staf Khusus Menteri ESDM, Nanang Abdul Manaf, memberikan keterangan pers kepada media terkait mekanisme pengusulan dan pengelolaan sumur-sumur migas oleh mitra lokal, usai mengikuti kegiatan Sosialisasi Peraturan Menteri ESDM Nomor 14 Tahun 2025 kepada BUMD/BUMDes, koperasi, UMKM, asosiasi, serta pengusaha lokal di Kalimantan Timur, Selasa (10/2/2026). Foto: Yana Ashari.

KUMALANEWS.ID, SAMARINDA — Staf Khusus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Nanang Abdul Manaf, memaparkan secara rinci mekanisme pengusulan dan pengelolaan sumur-sumur minyak dan gas bumi (migas) oleh mitra lokal. Penjelasan tersebut disampaikannya kepada awak media usai mengikuti kegiatan Sosialisasi Peraturan Menteri ESDM Nomor 14 Tahun 2025 kepada BUMD/BUMDes, koperasi, UMKM, asosiasi, serta pengusaha lokal di Kalimantan Timur, Selasa (10/2/2026).

Nanang menjelaskan, tahapan awal dalam pengelolaan sumur migas oleh mitra lokal adalah pengajuan usulan mengenai sumur-sumur mana saja yang memungkinkan untuk dikelola. Usulan tersebut dapat diajukan oleh Koperasi Unit Desa (KUD), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), maupun pemerintah daerah. Namun demikian, ia menegaskan bahwa saat ini seluruh sumur migas tersebut masih berada di bawah pengelolaan dan pengawasan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (K3S), seperti Pertamina, Hulu Energi, PHSS, PHKT, PHM, dan perusahaan lainnya.

“Nanti SKK Migas sebagai manajemen K3S akan mendiskusikan hal ini dengan masing-masing K3S yang memiliki sumur. Kita akan melakukan inventarisasi dan menyusun daftar sumur, berapa yang berada di PHSS, PHKT, dan seterusnya,” ujarnya.

Setelah proses inventarisasi rampung dan seluruh pihak menyepakati hasilnya, lanjut Nanang, akan ditentukan jumlah sumur yang dapat dikelola, lengkap dengan koordinat, lokasi, serta penanggung jawabnya. Tahapan ini kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan ekspos yang melibatkan para mitra dan calon mitra.

“Dalam ekspos itu nanti akan disampaikan secara terbuka daftar sumur yang tersedia, termasuk koordinat, lokasi, dan status masing-masing sumur,” jelasnya.

Tahap berikutnya adalah penetapan tata waktu bagi para mitra untuk mengajukan proposal pengelolaan. Proposal tersebut selanjutnya akan diproses oleh masing-masing K3S dengan memperhatikan sejumlah persyaratan, di antaranya pengalaman pengelolaan, laporan keuangan, ketersediaan tenaga ahli, serta pemenuhan ketentuan teknis lainnya.

Nanang menambahkan, apabila jumlah sumur yang tersedia lebih banyak dibandingkan mitra yang memenuhi syarat, maka proses pengelolaannya relatif lebih mudah. Namun sebaliknya, jika jumlah mitra lebih banyak daripada sumur yang tersedia, akan dilakukan proses seleksi untuk menentukan mitra yang memiliki kapasitas terbaik atau dilakukan pembagian pengelolaan sesuai ketentuan.

Terkait jumlah sumur migas di Kalimantan Timur, Nanang menyebutkan bahwa data tersebut masih bersifat sementara. “Kalau tidak salah, di Kalimantan Timur ada sekitar tiga ribu sumur. Namun angka ini masih general dan sedang ditindaklanjuti untuk dipastikan kembali,” katanya.

Sementara itu, mengenai potensi produksi atau jumlah barel minyak yang dapat dihasilkan, Nanang mengakui hal tersebut masih sulit dipastikan. Pasalnya, sebagian besar sumur ditinggalkan karena kadar air yang sudah tinggi sehingga tidak lagi ekonomis bagi K3S, serta adanya berbagai kendala teknis seperti kondisi sumur yang kolaps, terkunci, atau mengalami kerusakan.

“Oleh karena itu, dalam ekspos nanti akan disampaikan secara rinci status masing-masing sumur. Tujuannya agar calon mitra tidak seperti membeli kucing dalam karung. Jangan sampai sudah berinvestasi, tetapi ternyata sumurnya tidak bisa dimanfaatkan. Semua akan dijelaskan, termasuk sejarah dan kondisi teknis di dalam sumur tersebut,” pungkasnya.

 

Pewarta : Yana Ashari
Editor : Fairuzzabady
©2026
Artikel ini telah dibaca 92 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

DPRD Kukar Kejar Pembahasan Perubahan APBD 2026, Ditargetkan Tuntas 30 September

29 September 2026 - 20:00 WITA

l34

KML Golongan Siaga Digelar, Dispora Kukar Dorong Penguatan Kompetensi Pembina Pramuka

29 September 2026 - 19:00 WITA

l33

DLHK Kukar Dorong TPS 3R, Sampah Diolah Jadi Kompos hingga Produk Bernilai Ekonomi

29 September 2026 - 18:00 WITA

l32

Raperda Perubahan APBD Kukar 2026 Masuki Tahap Akhir Pembahasan

29 September 2026 - 17:00 WITA

l31

Pemkot Balikpapan Efisiensi Hampir Rp100 Miliar, Tukin hingga Perjalanan Dinas Dipangkas

29 September 2026 - 16:00 WITA

l30

Bacitra Akan Perluas Rute ke Balikpapan Timur dan Utara, Tunggu Handover 2027

29 September 2026 - 15:00 WITA

l29
Trending di BERITA DAERAH