Menu

Mode Gelap
Konflik Pengelolaan IPA Bendang 1 Memanas, PT WATS Klaim Hak 22 Tahun Diambil Sepihak Direktur PT WATS Menangis, Persoalkan Pengambilalihan IPA Bendang 1 Kasus Gangguan Pernapasan Meningkat di Balikpapan, Dinkes Ingatkan Warga Waspadai Kabut Asap Satgas PKH Kuasai Kembali 111,71 Hektare Kawasan Hutan di Tahura Bukit Soeharto PT WATS Minta Pemkot Samarinda dan Perumdam Hormati Kesepakatan Kerja Sama

IKN NUSANTARA · 10 Apr 2026 12:00 WITA ·

Panen Perdana Padi Gogo di Muara Jawa, IKN Dorong Pertanian Inovatif


 Panen perdana Padi Gogo sukses digelar di demplot Pertanian Konservasi Kelompok Tani Mekar Jaya, Muara Jawa, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kamis (9/4/2026). Dok: Humas Otorita Ibu Kota Nusantara. Perbesar

Panen perdana Padi Gogo sukses digelar di demplot Pertanian Konservasi Kelompok Tani Mekar Jaya, Muara Jawa, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kamis (9/4/2026). Dok: Humas Otorita Ibu Kota Nusantara.

KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA — Panen bersama Padi Gogo di Demplot Pertanian Konservasi Kelompok Tani Mekar Jaya, Muara Jawa, Kamis (9/4/2026), menjadi langkah awal pengembangan pertanian inovatif di kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).

Kegiatan ini dihadiri Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, bersama sejumlah pihak, mulai dari pemerintah daerah, unsur TNI–Polri, Bank Indonesia, hingga mitra perusahaan dan kelompok tani.

Dalam panen tersebut, petani berhasil mengembangkan Padi Gogo di lahan seluas 20 hektare sebagai tahap uji coba. Hasilnya dinilai cukup menjanjikan, baik dari sisi produktivitas maupun kualitas beras yang lebih pulen dan gurih.

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, mengapresiasi upaya dan semangat para petani dalam mengembangkan inovasi pertanian di wilayah tersebut. “Hasil ini sudah bagus, luar biasa. Walaupun baru sekitar belasan hektare, kalau dikembangkan ke depan akan sangat luas. Dengan jumlah petani yang ada, ini juga akan lebih mudah dikelola. Saya akan dukung dan kita pelihara sebagai kawasan pertanian IKN,” ujarnya.

Dari hasil uji coba, varietas IPB 9G yang ditanam di lahan 5 hektare mampu menghasilkan gabah kering panen sebesar 4,224 ton per hektare. Sementara varietas lokal dikembangkan di lahan seluas 15 hektare.

Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Otorita IKN, Myrna Asnawati Safitri, menyebut panen ini menjadi bagian dari evaluasi pengembangan demplot pertanian ke depan.
“Alhamdulillah, hasil panen dari uji coba ini sudah memenuhi harapan kita,” katanya.

Ia menambahkan, pengembangan Padi Gogo merupakan hasil inovasi yang diuji selama empat bulan terakhir melalui kolaborasi dengan Institut Pertanian Bogor.

Program ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Padi Gogo diharapkan menjadi alternatif peningkatan produksi beras sekaligus mendorong kesejahteraan petani.

Melalui kegiatan ini, Otorita IKN menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan sektor pertanian berbasis inovasi dan kolaborasi, guna mendukung ketahanan pangan di kawasan Ibu Kota Nusantara.

 

Sumber: Humas Otorita Ibu Kota Nusantara
@2026
Artikel ini telah dibaca 33 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Antisipasi Kekeringan dan Karhutla, OIKN-BMKG Jalankan Operasi Modifikasi Cuaca

24 Agustus 2026 - 18:00 WITA

h17

Delegasi ICAPPS 2026 Kunjungi Nusantara, Bahas Konsep Kota Berkelanjutan

22 Agustus 2026 - 20:00 WITA

h4

Suharso Monoarfa Tinjau IKN, Soroti Konsistensi Konsep Kota Cerdas hingga Peluang Investasi

20 Agustus 2026 - 22:00 WITA

g83

Upacara Penurunan Bendera di Nusantara Berlangsung Khidmat, OIKN Tegaskan Semangat Kebersamaan

17 Agustus 2026 - 23:00 WITA

g44

HUT Ke-81 RI di Nusantara, Basuki Tegaskan Pembangunan IKN Harus Inklusif

17 Agustus 2026 - 21:00 WITA

g42

Malam Renungan Suci di Nusantara, Basuki Tegaskan Pembangunan IKN Terus Berlanjut

17 Agustus 2026 - 10:00 WITA

g31
Trending di IKN NUSANTARA