Menu ✖

Mode Gelap
Kompensasi Lahan Jalan Tembusan Sambutan–Merdeka Baru Dibayar 40 Persen, DPRD Samarinda Minta Kejelasan Akses Jalan Tembusan Sambutan–Merdeka Belum Tercatat sebagai Aset Daerah, BPKAD Samarinda Telusuri Dokumen Perencanaan Ahmad Yani Soroti Minimnya Peralatan Balakarcana Sukarame, DPRD Kukar Dorong Anggaran 2027 Mahasiswa Untag Samarinda Soroti Pengawasan Tata Ruang dan Penanganan Karhutla Ahmad Yani Dorong Evaluasi Instalasi Listrik Pascakebakaran di Tenggarong, DPRD Siap Koordinasi dengan PLN

IKN NUSANTARA · 10 Apr 2026 12:00 WITA ·

Panen Perdana Padi Gogo di Muara Jawa, IKN Dorong Pertanian Inovatif


 Panen perdana Padi Gogo sukses digelar di demplot Pertanian Konservasi Kelompok Tani Mekar Jaya, Muara Jawa, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kamis (9/4/2026). Dok: Humas Otorita Ibu Kota Nusantara. Perbesar

Panen perdana Padi Gogo sukses digelar di demplot Pertanian Konservasi Kelompok Tani Mekar Jaya, Muara Jawa, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kamis (9/4/2026). Dok: Humas Otorita Ibu Kota Nusantara.

KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA — Panen bersama Padi Gogo di Demplot Pertanian Konservasi Kelompok Tani Mekar Jaya, Muara Jawa, Kamis (9/4/2026), menjadi langkah awal pengembangan pertanian inovatif di kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).

Kegiatan ini dihadiri Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, bersama sejumlah pihak, mulai dari pemerintah daerah, unsur TNI–Polri, Bank Indonesia, hingga mitra perusahaan dan kelompok tani.

Dalam panen tersebut, petani berhasil mengembangkan Padi Gogo di lahan seluas 20 hektare sebagai tahap uji coba. Hasilnya dinilai cukup menjanjikan, baik dari sisi produktivitas maupun kualitas beras yang lebih pulen dan gurih.

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, mengapresiasi upaya dan semangat para petani dalam mengembangkan inovasi pertanian di wilayah tersebut. “Hasil ini sudah bagus, luar biasa. Walaupun baru sekitar belasan hektare, kalau dikembangkan ke depan akan sangat luas. Dengan jumlah petani yang ada, ini juga akan lebih mudah dikelola. Saya akan dukung dan kita pelihara sebagai kawasan pertanian IKN,” ujarnya.

Dari hasil uji coba, varietas IPB 9G yang ditanam di lahan 5 hektare mampu menghasilkan gabah kering panen sebesar 4,224 ton per hektare. Sementara varietas lokal dikembangkan di lahan seluas 15 hektare.

Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Otorita IKN, Myrna Asnawati Safitri, menyebut panen ini menjadi bagian dari evaluasi pengembangan demplot pertanian ke depan.
“Alhamdulillah, hasil panen dari uji coba ini sudah memenuhi harapan kita,” katanya.

Ia menambahkan, pengembangan Padi Gogo merupakan hasil inovasi yang diuji selama empat bulan terakhir melalui kolaborasi dengan Institut Pertanian Bogor.

Program ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Padi Gogo diharapkan menjadi alternatif peningkatan produksi beras sekaligus mendorong kesejahteraan petani.

Melalui kegiatan ini, Otorita IKN menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan sektor pertanian berbasis inovasi dan kolaborasi, guna mendukung ketahanan pangan di kawasan Ibu Kota Nusantara.

 

Sumber: Humas Otorita Ibu Kota Nusantara
@2026
Artikel ini telah dibaca 41 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Kongres XX PDHI Digelar di IKN, Perkuat Sinergi Kesehatan Hewan dan Kedaulatan Pangan

15 Oktober 2026 - 19:00 WITA

n66

Otorita IKN Teken Kerja Sama Investasi Rp3,7 Triliun, Bangun Hunian ASN dan Fasilitas Kota

14 Oktober 2026 - 19:00 WITA

n53

Otorita IKN Buka Kanal Aspirasi RDTR Kawasan Penyangga, Masyarakat Bisa Beri Masukan hingga 22 Oktober

12 Oktober 2026 - 10:00 WITA

n12

IKN Jadi Tuan Rumah Borneo Economic Forum 2027, Perkuat Kolaborasi Ekonomi Kalimantan

9 Oktober 2026 - 12:30 WITA

m63

Peserta KRTJ ke-16 Tinjau Infrastruktur IKN, Apresiasi Progres Pembangunan Nusantara

9 Oktober 2026 - 11:00 WITA

m57

Delegasi REAAA Kagumi Perkembangan Nusantara, Soroti Konsep Kota Berkelanjutan

5 Oktober 2026 - 19:00 WITA

m2
Trending di IKN NUSANTARA