KUMALANEWS.ID, SAMARINDA – Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, Viktor Yuan meminta Pemerintah Kota Samarinda mengkaji secara matang rencana revitalisasi Pasar Segiri. Ia menilai pemerintah perlu memaksimalkan terlebih dahulu lapak dan fasilitas yang sudah tersedia sebelum melakukan pembangunan besar-besaran.
Saat dikonfirmasi awak media, Jumat (8/5/2026) malam, Viktor Yuan mengatakan pembangunan pasar harus disesuaikan dengan kebutuhan riil para pedagang dan kondisi di lapangan agar tidak menimbulkan persoalan baru di kemudian hari.
“Makismalkan dulu lahan atau lapak yang ada. Jangan sampai kita membangun, tapi akhirnya muncul masalah perebutan tempat berjualan,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi seperti itu kerap terjadi pada pasar yang baru selesai dibangun. Pada awal pembukaan, banyak pedagang antusias menempati lapak, namun seiring waktu sejumlah area justru menjadi kosong dan tidak termanfaatkan secara optimal.
“Sekarang kan sering terjadi, ketika baru dibangun orang ramai-ramai mau berjualan. Tapi lama-lama yang di belakang kosong. Itu diisi dan dimaksimalkan dulu,” katanya.
Terkait rencana pembangunan kembali area Pasar Segiri yang sebelumnya terdampak kebakaran, Viktor meminta pemerintah mempertimbangkan berbagai aspek penting, terutama kondisi keuangan daerah dan kapasitas pasar yang ada saat ini.
“Apakah memang jumlah penjualnya sudah membeludak, atau tempat yang ada sekarang memang tidak bisa dimaksimalkan lagi, itu yang harus dipertimbangkan,” jelasnya.
Ia juga menyoroti rencana renovasi menyeluruh Pasar Segiri dengan konsep serupa Pasar Pagi Samarinda. Menurutnya, jika revitalisasi total tetap dilakukan, maka pengerjaannya sebaiknya dilakukan secara bertahap agar tidak membebani anggaran daerah.
“Kalau renovasi secara menyeluruh mungkin harus bertahap, karena ada prioritas-prioritas yang saya pikir belum selesai. Salah satunya penanganan banjir yang masih sangat membutuhkan biaya besar dari pemerintah,” ucapnya.
Selain itu, Viktor Yuan menyarankan agar pemanfaatan Pasar Pagi lebih dulu dioptimalkan sambil melihat perkembangan aktivitas perdagangan dalam beberapa bulan ke depan. Ia menilai kemungkinan relokasi sebagian pedagang ke Pasar Pagi juga bisa menjadi solusi sementara.
“Kita lihat dulu Pasar Pagi ini berapa lama bisa penuh. Bisa saja nanti pedagang yang membutuhkan tempat di Segiri dialihkan ke Pasar Pagi,” tambahnya.
Meski demikian, ia menegaskan tidak menolak rencana revitalisasi Pasar Segiri. Menurutnya, pembenahan pasar tetap diperlukan demi menunjang estetika kota dan meningkatkan kenyamanan masyarakat, mengingat kondisi Pasar Segiri saat ini dinilai mulai tertinggal dibanding perkembangan Kota Samarinda yang semakin pesat.
“Kalau keuangan daerah longgar, tentu boleh saja merehab Pasar Segiri. Karena memang di tengah perkembangan kota, Pasar Segiri terlihat semakin ketinggalan,” pungkasnya.
Ia berharap rencana revitalisasi tersebut nantinya benar-benar disusun dengan perencanaan yang matang sehingga pelaksanaannya dapat berjalan efektif, baik dilakukan tahun ini, tahun depan, maupun pada 2028 mendatang.
ADV Sekretariat DPRD Kota Samarinda Pewarta : Yana Ashari Editor : Fairuzzabady @2026

















