Menu

Mode Gelap
Kejar Target Nasional 30 Persen, Disdukcapil Balikpapan Percepat Aktivasi IKD Dishub Samarinda Siapkan Sistem Baru Kupon Biosolar Subsidi, Berlaku 1 September 2026 Keteladanan Rasulullah, Inspirasi Untuk Generasi dan Prestasi Polda Kaltim Selidiki 8 Laporan Karhutla, Keterlibatan Korporasi Masih Didalami 190 Personel Brimob Kaltim Diberangkatkan ke Kalbar Bantu Tangani Karhutla

BERITA DAERAH · 20 Mei 2026 15:00 WITA ·

DPRD Kediri Studi Banding ke Samarinda, Bahas Transformasi Pendidikan Digital di Era Modern


 Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Anhar, berfoto bersama rombongan DPRD Kabupaten Kediri yang dipimpin Ketua Komisi IV Dodi Purwanto usai kegiatan kunjungan kerja dan studi banding terkait transformasi pendidikan berbasis digitalisasi di DPRD Kota Samarinda. Foto: Yana Ashari. Perbesar

Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Anhar, berfoto bersama rombongan DPRD Kabupaten Kediri yang dipimpin Ketua Komisi IV Dodi Purwanto usai kegiatan kunjungan kerja dan studi banding terkait transformasi pendidikan berbasis digitalisasi di DPRD Kota Samarinda. Foto: Yana Ashari.

KUMALANEWS.ID, SAMARINDA – DPRD Kabupaten Kediri melakukan kunjungan kerja (kunker) ke DPRD Kota Samarinda dalam rangka studi banding terkait transformasi pendidikan berbasis digitalisasi, Rabu (20/05/2026). Pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat Gabungan Lantai 1 DPRD Kota Samarinda itu menjadi ajang bertukar pengalaman mengenai pengembangan sistem pendidikan di tengah pesatnya kemajuan teknologi.

Dalam kegiatan tersebut, DPRD Kota Samarinda diwakili Anggota Komisi IV Anhar bersama Pakar Komisi IV Masdar John. Sementara rombongan DPRD Kabupaten Kediri dipimpin Ketua Komisi IV Dodi Purwanto bersama sejumlah anggota dewan lainnya.

Diskusi berlangsung hangat dengan membahas berbagai tantangan dan peluang penerapan digitalisasi dalam dunia pendidikan, mulai dari pemanfaatan teknologi pembelajaran, sistem administrasi sekolah berbasis digital, hingga kesiapan sumber daya manusia di daerah.

Saat ditemui awak media usai kegiatan, Anhar menjelaskan bahwa kunjungan DPRD Kabupaten Kediri bertujuan untuk mengetahui lebih jauh sejauh mana penerapan transformasi pendidikan berbasis digital di Kota Samarinda.

“Pada prinsipnya mereka ingin mengetahui lebih jauh tentang sistem transformasi pendidikan yang berbasiskan digitalisasi. Karena perkembangan zaman saat ini dan efisiensi, hampir semua perkembangan pendidikan tidak lepas dari digitalisasi,” ujarnya.

Menurut Anhar, digitalisasi pendidikan saat ini menjadi kebutuhan yang tidak dapat dihindari. Penggunaan teknologi dinilai mampu meningkatkan efektivitas proses belajar mengajar sekaligus memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.

Meski demikian, ia menilai Kota Samarinda masih perlu memperkuat indikator keberhasilan dalam penerapan transformasi pendidikan berbasis digital. Hingga saat ini, menurutnya, belum ada parameter yang benar-benar dapat dijadikan tolok ukur keberhasilan secara menyeluruh.

Ia menjelaskan bahwa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memiliki sejumlah kategori penilaian terkait transformasi pendidikan digital, mulai dari kategori berkembang, maju, hingga unggul.

“Justru sebenarnya Kota Kediri itu sudah mendapatkan penghargaan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam kategori maju. Sementara Samarinda sendiri belum mendapatkan penghargaan apa pun dalam transformasi pendidikan berbasis digitalisasi,” katanya.

Politisi Fraksi PDI Perjuangan tersebut menilai penghargaan dari kementerian dapat menjadi salah satu indikator penting dalam mengukur keberhasilan sebuah daerah dalam mengembangkan sistem pendidikan berbasis teknologi.

“Nah itu tolak ukur kita mau menilai sukses atau tidak perkembangan digitalisasi dalam dunia pendidikan di Kota Samarinda. Karena kalau tidak ada parameternya, tidak ada indikatornya, tentu sulit menilai keberhasilannya,” jelasnya.

Anhar menambahkan, keberhasilan transformasi pendidikan digital tidak hanya dilihat dari penyediaan perangkat teknologi semata, tetapi juga kesiapan tenaga pendidik, kualitas sistem pembelajaran, serta dampaknya terhadap peningkatan mutu pendidikan.

Menurutnya, pemerintah daerah perlu membangun sistem evaluasi yang jelas agar arah pengembangan pendidikan digital dapat berjalan lebih terukur dan berkelanjutan.

Selain membahas pendidikan digital, suasana diskusi juga berlangsung santai dan penuh keakraban. Dalam kesempatan tersebut, Anhar sempat melontarkan candaan terkait arah kebijakan pembangunan daerah dan kepemimpinan politik.

“Kalau mau seperti itu, tunggu wali kotanya nanti dari PDI Perjuangan,” ucapnya sambil berseloroh yang langsung disambut tawa peserta rapat.

Kunjungan kerja ini diharapkan dapat mempererat hubungan antarlembaga legislatif daerah sekaligus menjadi sarana bertukar gagasan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di masing-masing daerah, khususnya dalam menghadapi tantangan digitalisasi di era modern.

 

ADV Sekretariat DPRD Kota Samarinda
Pewarta : Yana Ashari
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 86 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Kejar Target Nasional 30 Persen, Disdukcapil Balikpapan Percepat Aktivasi IKD

26 Agustus 2026 - 16:00 WITA

h24

Dishub Samarinda Siapkan Sistem Baru Kupon Biosolar Subsidi, Berlaku 1 September 2026

26 Agustus 2026 - 10:30 WITA

h23

Polda Kaltim Selidiki 8 Laporan Karhutla, Keterlibatan Korporasi Masih Didalami

25 Agustus 2026 - 10:00 WITA

h21

190 Personel Brimob Kaltim Diberangkatkan ke Kalbar Bantu Tangani Karhutla

25 Agustus 2026 - 09:00 WITA

h20

Pemkot Balikpapan Atur Jam Layanan Pertalite dan Biosolar, Lima SPBU Disiapkan Kurangi Antrean

24 Agustus 2026 - 17:00 WITA

h16

Temui Ratusan Sopir, Andi Harun Buka Ruang Evaluasi Fuel Card Solar Subsidi

24 Agustus 2026 - 16:00 WITA

h15
Trending di BERITA DAERAH