KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri, menegaskan komitmennya untuk tetap mempertahankan keberadaan Pasukan Kebersihan Merah Putih sebagai garda terdepan menjaga kebersihan dan keindahan daerah. Hal itu disampaikannya saat menyerahkan peralatan dan seragam kerja bagi petugas kebersihan di Taman Ulin Tenggarong, Minggu (24/5/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Pemkab Kukar menyerahkan berbagai perlengkapan kerja, pakaian dinas lapangan, hingga kendaraan operasional untuk mendukung kinerja para petugas kebersihan yang tersebar di wilayah Kukar.
Aulia mengatakan, keberadaan Pasukan Merah Putih memiliki makna penting bagi Kabupaten Kutai Kartanegara karena menjadi simbol semangat menjaga daerah dan menumbuhkan rasa cinta tanah air.
“Kami tetap mempertahankan nama Pasukan Merah Putih,” ujarnya.
Menurutnya, nama tersebut tidak sekadar identitas, tetapi juga mencerminkan semangat pengabdian untuk menjaga kebersihan dan nama baik daerah. Ia mengaku sempat mendapat pertanyaan terkait kemungkinan pergantian nama pasukan tersebut saat awal menjabat sebagai bupati.
Namun, dirinya memilih tetap menggunakan nama Pasukan Merah Putih karena dinilai memiliki filosofi kuat yang berkaitan dengan simbol negara Indonesia.
“Merah putih adalah bendera negara kita. Ada semangat menjaga daerah dan bangsa di dalamnya,” katanya.
Aulia menilai para petugas kebersihan memiliki peran vital dalam menciptakan wajah daerah yang bersih, nyaman, dan tertata. Menurutnya, hasil kerja Pasukan Merah Putih selama ini sangat dirasakan masyarakat, meskipun pekerjaan mereka sering kali tidak terlihat secara langsung.
“Wajah daerah terlihat dari hasil kerja petugas kebersihan,” ucapnya.
Ia menyebut, hingga saat ini kondisi kebersihan dan kerapian di Tenggarong masih terjaga dengan baik berkat kerja keras para petugas di lapangan. Karena itu, pemerintah daerah akan terus memberikan perhatian terhadap keberadaan Pasukan Merah Putih.
Dalam arahannya, Aulia juga meminta seluruh petugas tetap fokus bekerja dan tidak mudah terpengaruh isu terkait pengurangan tenaga kebersihan. Ia memastikan pemerintah daerah masih terus mencari solusi terbaik agar keberadaan pasukan tersebut tetap dipertahankan.
“Jangan terpancing isu yang belum tentu benar,” tegasnya.
Menurut Aulia, pemerintah memahami adanya keterbatasan regulasi terkait tenaga honorer dan aturan usia kerja. Namun demikian, Pemkab Kukar tetap berupaya mencari formulasi agar kesejahteraan para petugas kebersihan dapat terus diperhatikan.
Ia mengatakan pemerintah juga memiliki harapan agar penghasilan para petugas bisa semakin baik dan sesuai ketentuan yang berlaku. Meski demikian, seluruh kebijakan tetap harus mengikuti aturan pemerintah pusat.
“Sampai hari ini tidak ada pengurangan personel maupun penghasilan,” katanya.
Selain menyerahkan perlengkapan kerja, kegiatan tersebut juga menjadi ajang silaturahmi antara pemerintah daerah dengan seluruh petugas kebersihan di Kukar. Aulia menyebut momentum itu penting untuk menyamakan visi dan semangat dalam menjaga kebersihan daerah.
Ia menegaskan bahwa seluruh unsur pemerintah daerah, mulai dari bupati, sekda, kepala dinas hingga Pasukan Merah Putih merupakan satu tim yang memiliki tujuan sama, yakni mewujudkan Kutai Kartanegara yang lebih baik.
“Kita semua satu tim untuk Kukar yang lebih baik,” tuturnya.
Aulia berharap keberadaan Pasukan Merah Putih dapat terus meningkatkan kualitas kebersihan lingkungan di Tenggarong dan wilayah Kukar secara umum. Ia juga mengajak masyarakat untuk ikut menjaga kebersihan lingkungan agar daerah tetap nyaman, indah, dan menjadi kebanggaan bersama.
Pewarta & Editor: Fairuzzabady @2026

















