Menu

Mode Gelap
Dari Lapangan Pesantren Menuju Mimpi Besar, RHQ Football Academy Padukan Sepak Bola dan Hafalan Al-Qur’an Dari Dunia Usaha ke DPRD Samarinda, Arie Wibowo Fokus Kawal Infrastruktur dan Aspirasi Warga Stafsus Presiden Dorong UMKM Manfaatkan AI, Tiar Nabilla: Teknologi Jadi Kunci Daya Saing Masa Depan Rita Widyasari Minta Pengembangan Perkara Dinilai Berdasarkan Fakta dan Asal-usul Aset Rita Widyasari: Bantuan Sosial kepada Masyarakat Berasal dari Usaha yang Dimiliki Sebelum Menjabat

BERITA DAERAH · 6 Jun 2026 17:00 WITA ·

Dari Lapangan Pesantren Menuju Mimpi Besar, RHQ Football Academy Padukan Sepak Bola dan Hafalan Al-Qur’an


 Suasana para santri RHQ Football Academy saat mengikuti sesi latihan rutin di Lapangan Mini Soccer Fatma Sport Center, Tenggarong. Program pembinaan ini menjadi wadah pengembangan bakat sepak bola sekaligus pembentukan karakter dan nilai-nilai disiplin bagi para peserta. Foto: Nizar. Perbesar

Suasana para santri RHQ Football Academy saat mengikuti sesi latihan rutin di Lapangan Mini Soccer Fatma Sport Center, Tenggarong. Program pembinaan ini menjadi wadah pengembangan bakat sepak bola sekaligus pembentukan karakter dan nilai-nilai disiplin bagi para peserta. Foto: Nizar.

KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Di sebuah lapangan sederhana, puluhan santri berlari mengejar bola dengan penuh semangat. Teriakan pelatih, sorak rekan setim, dan tawa anak-anak menjadi pemandangan yang kini rutin terlihat setiap pekan. Dari aktivitas sederhana itulah lahir RHQ Football Academy, sebuah wadah pembinaan sepak bola yang tidak hanya mengejar prestasi olahraga, tetapi juga membentuk karakter dan akhlak para santri.

Pengurus RHQ Football Academy, Firdaus Nuzula, mengatakan berdirinya akademi tersebut berawal dari keinginan untuk menyalurkan minat dan bakat santri di bidang olahraga, khususnya sepak bola. Awalnya, kegiatan hanya berupa pertandingan antarkelas tanpa adanya tim resmi.

“Awalnya hanya permainan biasa antar kelas, tetapi antusias anak-anak sangat luar biasa,” ujarnya, Sabtu (6/6/2026).

Melihat tingginya minat para santri, pengurus kemudian mengambil langkah lebih serius. Pada Oktober lalu, RHQ Football Academy resmi dibentuk dan mulai menghadirkan pelatih berlisensi PSSI untuk memberikan pembinaan yang lebih terarah.

Sejak saat itu, pola latihan berubah. Jika sebelumnya anak-anak hanya bermain sepak bola, kini mereka mendapatkan materi yang lebih sistematis, mulai dari latihan fisik, teknik dasar, hingga pemahaman taktik permainan.

“Kami ingin pembinaan berjalan sesuai tahapan sehingga anak-anak memiliki dasar yang baik,” kata Nuzula.

Saat ini, RHQ Football Academy memiliki hampir 50 santri yang terdaftar sebagai peserta. Dalam setiap sesi latihan, sekitar 35 hingga 40 anak rutin mengikuti kegiatan, sementara sebagian lainnya terkadang berhalangan karena izin atau sakit.

Meski demikian, Nuzula mengakui perjalanan membangun akademi bukan tanpa tantangan. Menurutnya, konsistensi menjadi kunci utama agar pembinaan dapat terus berjalan. Selain itu, kebutuhan pendanaan untuk membayar pelatih dan menyediakan perlengkapan latihan juga menjadi perhatian.

“Yang paling penting adalah menjaga konsistensi dan keberlangsungan pembinaan,” ujarnya.

Ke depan, RHQ Football Academy berencana meningkatkan intensitas latihan. Jika saat ini latihan masih dilaksanakan satu kali dalam sepekan, pengurus menargetkan jadwal menjadi tiga kali seminggu agar kemampuan para santri berkembang lebih cepat.

Namun, Nuzula menegaskan bahwa target utama akademi bukan sekadar mengejar gelar juara. Prestasi dianggap sebagai bonus, sedangkan tujuan utamanya adalah membina anak-anak usia dini agar memiliki bekal yang cukup jika ingin melanjutkan pembinaan di sekolah sepak bola yang lebih tinggi.

“Bagi kami, juara adalah bonus. Yang utama adalah pembinaan anak-anak,” tuturnya.

Keunikan RHQ Football Academy terletak pada konsep pembinaannya yang memadukan olahraga dengan pendidikan agama. Para santri yang mengikuti latihan sepak bola tetap diarahkan untuk fokus menghafal Al-Qur’an sebagai bagian dari visi lembaga.

“Kami ingin mencetak atlet berprestasi yang berjiwa Qurani,” tegas Nuzula.

Menurutnya, seluruh peserta memiliki hafalan Al-Qur’an dengan capaian yang berbeda-beda. Ada yang telah menghafal satu juz, dua juz, bahkan beberapa santri sudah mencapai lima juz.

Dukungan terhadap program tersebut juga datang dari para orang tua. Salah satunya, Neneng, mengaku melihat perkembangan kemampuan anaknya sejak bergabung di RHQ Football Academy. Ia menilai latihan yang diberikan mampu meningkatkan keterampilan dasar sepak bola meski masih dilakukan satu kali dalam sepekan.

“Alhamdulillah, sekarang anak-anak sudah banyak mengalami peningkatan,” katanya.

Ia berharap frekuensi latihan dapat ditambah menjadi dua hingga tiga kali dalam seminggu agar perkembangan kemampuan para santri semakin optimal. Menurutnya, keberadaan akademi ini memberikan ruang positif bagi anak-anak untuk belajar disiplin, berolahraga, sekaligus memperkuat pendidikan agama.

Neneng juga mengapresiasi langkah RHQ Football Academy yang dalam waktu relatif singkat telah mampu menyelenggarakan turnamen internal bagi para peserta.

“Baru beberapa bulan sudah bisa mengadakan turnamen. Menurut saya, RHQ keren,” ujarnya.

Dengan semangat membina generasi muda melalui sepak bola dan nilai-nilai Al-Qur’an, RHQ Football Academy berharap dapat terus berkembang menjadi wadah yang melahirkan atlet-atlet berprestasi sekaligus pribadi yang berkarakter. Di lapangan hijau, mereka bukan hanya mengejar kemenangan, tetapi juga membangun masa depan yang lebih baik.

 

Pewarta & Editor: Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 12 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Dari Dunia Usaha ke DPRD Samarinda, Arie Wibowo Fokus Kawal Infrastruktur dan Aspirasi Warga

6 Juni 2026 - 16:30 WITA

ari001

Stafsus Presiden Dorong UMKM Manfaatkan AI, Tiar Nabilla: Teknologi Jadi Kunci Daya Saing Masa Depan

6 Juni 2026 - 16:00 WITA

bpn024

ODGJ di Ruang Publik Jadi Perhatian, Dinsos Balikpapan: Penanganan Harus Sesuai SOP dan Libatkan Banyak Pihak

6 Juni 2026 - 14:00 WITA

bpn023

Sambut Wajib Belajar 13 Tahun, Balikpapan Perkuat Jaringan PAUD Negeri untuk Tingkatkan Akses Pendidikan Anak Usia Dini

6 Juni 2026 - 13:00 WITA

bpn021

Normalisasi Waduk Manggar Dipercepat, Pemkot Balikpapan Optimistis Perkuat Pasokan Air dan Kurangi Risiko Banjir

6 Juni 2026 - 12:00 WITA

bpn020

Dinsos Balikpapan: Penentuan Desil Kini Lebih Transparan, Warga Bisa Ajukan Sanggahan Secara Digital

6 Juni 2026 - 11:00 WITA

bpn019
Trending di BERITA DAERAH