Menu

Mode Gelap
Keteladanan Rasulullah, Inspirasi Untuk Generasi dan Prestasi Polda Kaltim Selidiki 8 Laporan Karhutla, Keterlibatan Korporasi Masih Didalami 190 Personel Brimob Kaltim Diberangkatkan ke Kalbar Bantu Tangani Karhutla Antisipasi Kekeringan dan Karhutla, OIKN-BMKG Jalankan Operasi Modifikasi Cuaca Pemkot Balikpapan Atur Jam Layanan Pertalite dan Biosolar, Lima SPBU Disiapkan Kurangi Antrean

BERITA DAERAH · 14 Jun 2026 14:00 WITA ·

Konvensi Media Siber di Samarinda, AMSI Ajak Media Beradaptasi dan Jadikan AI sebagai Mitra Jurnalisme


 Wakil Ketua Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), Upi Asmaradhana, menyampaikan pandangannya tentang tantangan dan peluang media di era digital dalam Konvensi Media Siber yang menjadi rangkaian Wartawan Legend Bedapatan ke-4 di Hotel Claro Pandurata, Samarinda, Sabtu (13/6/2026) malam. Foto: Indirwan. Perbesar

Wakil Ketua Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), Upi Asmaradhana, menyampaikan pandangannya tentang tantangan dan peluang media di era digital dalam Konvensi Media Siber yang menjadi rangkaian Wartawan Legend Bedapatan ke-4 di Hotel Claro Pandurata, Samarinda, Sabtu (13/6/2026) malam. Foto: Indirwan.

KUMALANEWS.ID, SAMARINDA – Perkembangan teknologi digital dan perubahan pola konsumsi informasi masyarakat menjadi tantangan sekaligus peluang bagi industri media. Menjawab dinamika tersebut, Komunitas Wartawan Legend Kalimantan Timur menggelar Konvensi Media Siber sebagai rangkaian kegiatan Wartawan Legend Bedapatan ke-4 di Hotel Claro Pandurata (eks Hotel Atlet Sempaja), Jalan KH Wahid Hasyim, Samarinda, Sabtu (13/6/2026) malam.

Mengusung tema “Pers Sehat Merawat Harmoni Benua Etam”, kegiatan ini menjadi ruang diskusi bagi para insan pers untuk berbagi pengalaman, memperluas jejaring, serta membahas strategi menghadapi transformasi industri media di era digital.

Wakil Ketua Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), Upi Asmaradhana, mengatakan forum seperti ini sangat penting untuk meningkatkan kapasitas pengelola media sekaligus memperkuat kolaborasi di tengah disrupsi teknologi yang terus berkembang.

“Forum ini menjadi tempat untuk saling belajar dan bertukar pengalaman mengenai perkembangan media digital,” ujarnya.

Menurut Upi, keberlanjutan media lokal masih memiliki peluang yang sangat besar apabila mampu membaca perubahan dan beradaptasi dengan perkembangan zaman. Kalimantan Timur, kata dia, memiliki potensi yang besar bagi pertumbuhan media digital seiring meningkatnya aktivitas pembangunan dan kebutuhan masyarakat terhadap informasi yang kredibel.

Karena itu, ia berharap momentum Konvensi Media Siber dapat dimanfaatkan oleh para pengelola media untuk meningkatkan kompetensi, memperluas jaringan, serta memahami berbagai model bisnis media yang kini terus mengalami perubahan.

“Potensi media di Kalimantan Timur sangat terbuka jika mampu beradaptasi,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Upi juga menyoroti perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) yang kini mulai digunakan dalam berbagai proses produksi jurnalistik. Menurutnya, kehadiran AI tidak boleh dipandang sebagai ancaman bagi profesi wartawan, melainkan sebagai alat bantu yang dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas kerja.

“AI itu hanyalah tools atau alat bantu kerja,” tegasnya.

Ia menjelaskan, teknologi AI dapat membantu berbagai pekerjaan teknis, mulai dari pengolahan data hingga penyusunan informasi awal. Namun, proses verifikasi, kurasi, analisis, serta keputusan editorial tetap menjadi tanggung jawab manusia sebagai inti dari praktik jurnalisme yang profesional.

“Kurasi dan keputusan akhirnya tetap berada di tangan manusia,” ujarnya.

Lebih jauh, Upi optimistis profesi wartawan akan tetap memiliki peran penting di masa depan. Di tengah derasnya arus informasi di media sosial dan berbagai platform digital, masyarakat justru semakin membutuhkan informasi yang akurat, berkualitas, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi peluang bagi media untuk kembali memperkuat fungsi jurnalisme sebagai penyedia informasi yang kredibel sekaligus penyeimbang di tengah maraknya informasi yang belum terverifikasi.

“Publik akan kembali kepada jurnalisme yang berkualitas,” tuturnya.

Ia mengajak seluruh insan pers untuk terus meningkatkan kualitas karya jurnalistik, memanfaatkan teknologi secara bijak, dan mempersiapkan diri menghadapi perubahan industri media yang terus berlangsung.

“Yang terpenting adalah bagaimana media menghadirkan konten yang benar-benar dibutuhkan masyarakat,” pungkasnya.

Konvensi Media Siber yang menjadi bagian dari rangkaian Wartawan Legend Bedapatan ke-4 tersebut mendapat antusiasme peserta dari berbagai perusahaan media di Kalimantan Timur. Selain menjadi ajang diskusi, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat kolaborasi antarinsan pers dalam membangun ekosistem media yang sehat, adaptif, dan berkelanjutan di Benua Etam.

 

Pewarta : Indirwan
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 22 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Polda Kaltim Selidiki 8 Laporan Karhutla, Keterlibatan Korporasi Masih Didalami

25 Agustus 2026 - 10:00 WITA

h21

190 Personel Brimob Kaltim Diberangkatkan ke Kalbar Bantu Tangani Karhutla

25 Agustus 2026 - 09:00 WITA

h20

Pemkot Balikpapan Atur Jam Layanan Pertalite dan Biosolar, Lima SPBU Disiapkan Kurangi Antrean

24 Agustus 2026 - 17:00 WITA

h16

Temui Ratusan Sopir, Andi Harun Buka Ruang Evaluasi Fuel Card Solar Subsidi

24 Agustus 2026 - 16:00 WITA

h15

DPRD Samarinda Dorong Pemerintah Libatkan Sopir dalam Penataan Kupon Solar Subsidi

24 Agustus 2026 - 15:00 WITA

h14

Semarak HUT ke-81 RI, Warga Tiga RT di Gunung Arjuna Gelar Jalan Sehat

23 Agustus 2026 - 18:00 WITA

h13
Trending di BERITA DAERAH