KUMALANEWS.ID, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan melalui Dinas Perdagangan (Disdag) memastikan ketersediaan beras bagi masyarakat tetap aman hingga penghujung 2026. Kepastian itu disampaikan di tengah tren kenaikan harga beras yang masih terjadi di sejumlah daerah di Indonesia.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Balikpapan, Haemusri Umar, mengatakan pemerintah terus memantau kondisi pasokan dan harga beras di pasaran. Berdasarkan data terbaru, stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog Kantor Wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara masih mencapai sekitar 22.300 ton, sehingga dinilai lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam beberapa bulan ke depan.
“Stok beras pemerintah saat ini sangat mencukupi. Masyarakat tidak perlu panik ataupun membeli dalam jumlah berlebihan karena pasokan dipastikan aman hingga akhir tahun,” ujar Haemusri, Kamis (2/7/2026).
Ia menjelaskan, kenaikan harga beras yang terjadi saat ini bukan dipicu oleh kelangkaan stok di Balikpapan. Menurutnya, kenaikan harga lebih banyak dipengaruhi faktor eksternal, seperti meningkatnya biaya distribusi, dinamika harga gabah di tingkat nasional, serta kondisi pasokan di sejumlah daerah sentra produksi.
Karena itu, Disdag Balikpapan terus memperkuat koordinasi dengan Perum Bulog, distributor, pedagang, hingga pelaku usaha ritel agar distribusi beras ke pasar tradisional maupun modern tetap berjalan lancar. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya menjaga ketersediaan pasokan sekaligus mencegah terjadinya lonjakan harga yang dapat membebani masyarakat.
“Kami terus memonitor perkembangan harga setiap hari. Jika ditemukan kenaikan yang tidak wajar, pemerintah akan segera mengambil langkah stabilisasi, termasuk menggelar operasi pasar apabila memang diperlukan,” katanya.
Haemusri menambahkan, operasi pasar merupakan salah satu strategi pemerintah untuk menjaga keterjangkauan harga pangan sekaligus mempertahankan daya beli masyarakat. Program tersebut akan dilaksanakan secara terukur apabila kondisi pasar menunjukkan gejolak yang berpotensi mengganggu stabilitas harga.
Selain itu, ia mengimbau masyarakat agar tetap berbelanja secara bijak dan membeli beras sesuai kebutuhan. Menurutnya, aksi panic buying justru dapat mengganggu rantai distribusi serta memicu kenaikan harga di tingkat konsumen.
“Dengan stok yang tersedia saat ini, masyarakat tidak perlu khawatir. Belilah sesuai kebutuhan agar distribusi tetap lancar dan kondisi pasar tetap stabil,” tegasnya.
Disdag Kota Balikpapan optimistis sinergi antara pemerintah daerah, Bulog, distributor, dan seluruh pemangku kepentingan mampu menjaga keseimbangan antara ketersediaan pasokan dan stabilitas harga. Dengan pengawasan yang dilakukan secara berkelanjutan, kebutuhan beras masyarakat Balikpapan diharapkan tetap terpenuhi hingga akhir tahun, meski harga di tingkat nasional masih mengalami fluktuasi.
Pewarta : M Hilmansyah Editor : Fairuzzabady @2026

















