KUMALANEWS.ID, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Sosial mengajak seluruh kepala keluarga untuk berpartisipasi dalam uji coba Perlinsos Digital yang berlangsung sepanjang tahun 2026. Program ini menyasar seluruh masyarakat, bukan hanya penerima bantuan sosial, sebagai bagian dari penyempurnaan sistem perlindungan sosial berbasis digital sebelum diterapkan secara nasional pada Oktober 2026.
Kepala Dinas Sosial Kota Balikpapan, Arfiansyah, mengatakan keterlibatan seluruh warga sangat penting agar pemerintah memperoleh data yang lengkap dan akurat. Dengan demikian, sistem dapat diuji sesuai kondisi nyata di lapangan sekaligus menjadi bahan evaluasi sebelum diterapkan secara nasional.
“Kami mengajak seluruh kepala keluarga ikut mendaftar agar data yang dihimpun benar-benar lengkap dan akurat,” ujar Arfiansyah, Minggu (5/7/2026).
Menurutnya, Perlinsos Digital merupakan upaya pemerintah memperkuat tata kelola perlindungan sosial melalui pemanfaatan teknologi digital. Sistem ini dirancang untuk mendukung penyaluran bantuan sosial yang lebih tepat sasaran, transparan, dan akuntabel karena didasarkan pada data kependudukan yang telah terverifikasi.
Selama masa uji coba, seluruh data yang terkumpul akan dievaluasi sebagai dasar penyempurnaan mekanisme pendataan, verifikasi, hingga penetapan calon penerima bantuan sosial. Hasil evaluasi tersebut akan disampaikan kepada pemerintah pusat sebagai bahan penyempurnaan sistem sebelum diberlakukan secara nasional.
Arfiansyah menjelaskan, masyarakat yang belum memiliki Identitas Kependudukan Digital (IKD) tetap dapat mengikuti proses pendaftaran. Dinas Sosial bersama pemerintah kelurahan telah menyiapkan agen pendamping di setiap kelurahan untuk membantu warga melakukan registrasi dan aktivasi IKD.
“Warga yang belum memiliki IKD tidak perlu khawatir karena petugas siap membantu proses pendaftaran,” katanya.
Untuk memastikan seluruh masyarakat dapat mengikuti program ini, Dinas Sosial juga menyiapkan layanan jemput bola bagi lanjut usia, penyandang disabilitas, maupun warga yang memiliki keterbatasan mobilitas. Petugas akan mendatangi rumah warga setelah menerima laporan dari pihak kelurahan.
Selain mendukung uji coba Perlinsos Digital, pemerintah juga terus memperluas layanan aktivasi IKD yang kini tersedia di enam kecamatan, 21 kelurahan, serta Mal Pelayanan Publik Kota Balikpapan. Kehadiran IKD diharapkan semakin memudahkan proses verifikasi data kependudukan dalam berbagai layanan publik.
Arfiansyah berharap, saat Perlinsos Digital mulai diterapkan secara nasional pada Oktober 2026, seluruh proses pendataan telah berjalan optimal sehingga data yang menjadi dasar penyaluran bantuan sosial tahun 2027 benar-benar valid, tepat sasaran, dan mampu menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
“Target kami, bantuan sosial ke depan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak,” tutupnya.
Pewarta : M Hilmansyah Editor : Fairuzzabady @2026

















