KUMALANEWS.ID, SAMARINDA – Pemandu Wisata Samarinda Seberang sekaligus Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kecamatan Samarinda Seberang, Rusdiansyah Rais, mengungkapkan bahwa konsep pengembangan Wisata Gunung Lonceng sebagai kawasan wisata terpadu telah dirancang sejak 2015. Hal itu disampaikannya kepada awak media di kawasan Tebing Lonceng, Sabtu (11/7/2026) malam.
Rusdiansyah menjelaskan, gagasan tersebut berawal dari kegiatan jelajah alam bersama mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Samarinda. Pada 2017, konsep itu kemudian dikembangkan menjadi program unggulan Karang Taruna Semangat Pelopor Mangkupalas dengan nama Wisata Edukasi Gunung Lonceng Mangkupalas.
“Sejak awal kami ingin Gunung Lonceng menjadi wisata edukasi, bukan sekadar tempat menikmati pemandangan,” ujarnya.
Menurutnya, konsep yang disusun mencakup berbagai fasilitas, seperti jogging track, jalur sepeda, menara pandang, bumi perkemahan, taman baca, area outbound, pasar tradisional, hingga titik pandang 360 derajat yang menampilkan panorama Samarinda Seberang.
Untuk mewujudkan rencana tersebut, pihaknya mengaku telah menjalin komunikasi dengan Dinas Pariwisata Kota Samarinda, komunitas outbound, pengelola stasiun televisi, masyarakat, serta pemilik lahan. Bahkan, konsep wisata edukasi juga dirancang agar pengunjung dapat mengenal proses penyiaran televisi melalui keberadaan menara pemancar di kawasan tersebut.
Namun, saat proses komunikasi masih berlangsung, kawasan yang selama ini menjadi lokasi kegiatan mereka lebih dulu dikembangkan oleh pihak lain.
“Kami memang tidak terlibat dalam pengelolaannya, tetapi yang terpenting Gunung Lonceng kini sudah menjadi destinasi wisata yang bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.
Rusdiansyah menegaskan tidak mempermasalahkan siapa yang mengelola kawasan tersebut. Ia justru berharap pemerintah dan pengelola dapat berkolaborasi mengembangkan Gunung Lonceng sesuai konsep awal yang pernah dirancang, sehingga menjadi kawasan wisata terpadu yang memadukan rekreasi, olahraga, edukasi, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Harapan kami, Gunung Lonceng terus berkembang sehingga pengunjung tidak hanya menikmati panorama, tetapi juga bisa berolahraga, belajar, berkemah, dan menikmati berbagai aktivitas dalam satu kawasan,” tutupnya.
Pewarta : Yana Ashari Editor : Fairuzzabady @2026

















