Menu ✖

Mode Gelap
Karhutla Kaltim Bakar 6.059 Hektare Lahan, Kapolda Minta Masyarakat Hentikan Pembakaran Polda Kaltim Tetapkan 31 Orang dan Dua Perusahaan sebagai Tersangka Karhutla 2026 Payung Carek Disdukcapil Kukar, Jemput Bola Layani Warga Disabilitas hingga Lansia Payung Carek Plus, Inovasi Disdukcapil Kukar Jemput Bola Layani Warga hingga Wilayah Terpencil Sunggono Dorong Korpri Kukar Perkuat Organisasi dan Kesejahteraan ASN

BERITA DAERAH · 11 Jul 2026 21:00 WITA ·

Aktivis Lingkungan Dorong Pengembangan Tebing Lonceng Utamakan Keselamatan dan Kolaborasi


 Aktivis Lingkungan Gunung Lingai, Nurdin, menilai Tebing Lonceng memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata alam dan mendorong pengembangannya dilakukan melalui kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pemilik lahan. Foto: Yana Ashari. Perbesar

Aktivis Lingkungan Gunung Lingai, Nurdin, menilai Tebing Lonceng memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata alam dan mendorong pengembangannya dilakukan melalui kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pemilik lahan. Foto: Yana Ashari.

KUMALANEWS.ID, SAMARINDA – Aktivis Lingkungan Gunung Lingai, Nurdin, menilai Tebing Lonceng memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata alam. Namun, pengelolaannya harus mengedepankan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pemilik lahan agar memberikan manfaat jangka panjang.

Hal itu disampaikan Nurdin saat mengunjungi kawasan Tebing Lonceng, Samarinda Seberang, Sabtu (11/7/2026) malam.

Menurutnya, panorama alam dari ketinggian menjadi daya tarik utama Tebing Lonceng yang memiliki nilai tersendiri dan sulit ditemukan di lokasi lain.

“Pemandangannya luar biasa. Keindahan alam seperti ini tidak bisa dibeli dengan uang,” ujarnya.

Nurdin mengatakan, potensi tersebut perlu dikelola dengan baik agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari. Ia berharap seluruh pemangku kepentingan dapat membangun kerja sama sejak awal, sehingga pengembangan kawasan berjalan berkelanjutan.

Ia juga membagikan pengalamannya dalam mengembangkan wisata Gunung Lingai yang sempat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Namun, menurutnya, pengembangan kawasan itu sempat terhambat karena belum terbangunnya sinergi yang kuat.

“Jangan sampai pengalaman di Gunung Lingai terulang di Tebing Lonceng,” katanya.

Meski mengapresiasi keindahan kawasan tersebut, Nurdin mengingatkan bahwa aspek keselamatan pengunjung harus menjadi prioritas. Ia menilai masih terdapat beberapa titik tebing yang berpotensi longsor dan memerlukan penanganan sebelum kawasan dikembangkan lebih luas.

“Keselamatan pengunjung harus menjadi perhatian utama pengelola,” tegasnya.

Nurdin berharap Tebing Lonceng tidak hanya berkembang sebagai destinasi wisata yang menarik, tetapi juga tetap menjaga kelestarian lingkungan, memperhatikan faktor keselamatan, serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat melalui kolaborasi semua pihak.

 

Pewarta : Yana Ashari
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 28 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Karhutla Kaltim Bakar 6.059 Hektare Lahan, Kapolda Minta Masyarakat Hentikan Pembakaran

29 Oktober 2026 - 18:00 WITA

p50

Polda Kaltim Tetapkan 31 Orang dan Dua Perusahaan sebagai Tersangka Karhutla 2026

29 Oktober 2026 - 17:00 WITA

p49

Payung Carek Disdukcapil Kukar, Jemput Bola Layani Warga Disabilitas hingga Lansia

29 Oktober 2026 - 13:00 WITA

p48

Payung Carek Plus, Inovasi Disdukcapil Kukar Jemput Bola Layani Warga hingga Wilayah Terpencil

29 Oktober 2026 - 12:00 WITA

p47

Sunggono Dorong Korpri Kukar Perkuat Organisasi dan Kesejahteraan ASN

29 Oktober 2026 - 11:00 WITA

p46

Pemkot Balikpapan Raih Apresiasi SKK Migas atas Dukungan Industri Hulu Migas

29 Oktober 2026 - 10:00 WITA

p45
Trending di BERITA DAERAH