Menu

Mode Gelap
Viktor Yuan Dorong Pembentukan Dinas Pariwisata, DPRD Samarinda Matangkan Raperda Pengembangan Pariwisata Bapemperda DPRD Samarinda Matangkan Raperda Kepariwisataan, Bidik Pariwisata Jadi Penggerak Ekonomi Daerah DPRD Samarinda Himpun Masukan Strategis, Raperda Kepariwisataan Diarahkan Perkuat Ekonomi Daerah Untag Samarinda Dukung Raperda Kepariwisataan, Siap Perkuat Landasan Hukum Pengembangan Wisata Kota DPRD Samarinda Gelar Uji Publik Raperda Kepariwisataan, Libatkan Akademisi dan Masyarakat Sempurnakan Regulasi

BERITA DAERAH · 5 Agu 2026 22:00 WITA ·

Pemkot Balikpapan Targetkan 34 Kelurahan Miliki Koperasi Merah Putih dalam Enam Bulan


 Wakil Wali Kota Balikpapan, Dr. Ir. H. Bagus Susetyo, M.M., meninjau pembangunan dan operasional Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) di Balikpapan Timur, Rabu (5/8/2026). Foto: M Hilmansyah. Perbesar

Wakil Wali Kota Balikpapan, Dr. Ir. H. Bagus Susetyo, M.M., meninjau pembangunan dan operasional Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) di Balikpapan Timur, Rabu (5/8/2026). Foto: M Hilmansyah.

KUMALANEWS.ID, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan mempercepat pembangunan Koperasi Merah Putih di seluruh wilayah sebagai upaya memperkuat ekonomi kerakyatan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dalam enam bulan ke depan, pemerintah menargetkan seluruh 34 kelurahan di Kota Balikpapan telah memiliki Koperasi Merah Putih yang berfungsi sebagai pusat aktivitas ekonomi sekaligus membuka peluang usaha baru bagi warga.

Percepatan pembangunan tersebut merupakan tindak lanjut dari program strategis pemerintah pusat yang mendorong penguatan kelembagaan koperasi sebagai motor penggerak ekonomi masyarakat. Selain membangun sarana fisik, Pemkot Balikpapan juga menitikberatkan pada penguatan tata kelola agar koperasi mampu berkembang secara profesional dan berkelanjutan.

Wakil Wali Kota Balikpapan, Dr. Ir. H. Bagus Susetyo, M.M., mengatakan percepatan pembangunan Koperasi Merah Putih menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah. Hal itu disampaikannya saat meninjau pembangunan koperasi, Rabu (5/8/2026).

“Program Koperasi Merah Putih merupakan prioritas pemerintah pusat,” ujar Bagus.

Menurutnya, keberhasilan program tersebut tidak hanya diukur dari jumlah bangunan yang berdiri, tetapi juga dari kemampuan koperasi dalam memberikan manfaat ekonomi secara nyata bagi masyarakat.

Ia menjelaskan, pemerintah ingin memastikan setiap koperasi memiliki kelembagaan yang kuat, pengelolaan yang transparan, serta mampu mengembangkan berbagai unit usaha sesuai potensi wilayah masing-masing.

Berdasarkan data Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, Menengah, dan Perindustrian (DKUMKMP) Kota Balikpapan, hingga awal Agustus 2026 telah terdapat 11 Koperasi Merah Putih yang berdiri maupun dalam proses pembangunan. Dari jumlah tersebut, enam koperasi telah beroperasi, sedangkan lima lainnya masih dalam tahap pembangunan.

Untuk mempercepat realisasi program, Pemkot Balikpapan juga telah menyiapkan 11 bidang tanah milik daerah sebagai lokasi pembangunan koperasi berikutnya. Dengan estimasi waktu pembangunan sekitar 90 hari, pemerintah menargetkan sekitar 20 koperasi sudah dapat beroperasi dalam tiga bulan mendatang.

“Target kami tiga bulan ke depan sekitar 20 koperasi sudah berjalan,” katanya.

Dalam sistem pengelolaannya, setiap Koperasi Merah Putih akan dipimpin oleh seorang ketua yang dipilih dari masyarakat. Sementara itu, lurah akan menjalankan fungsi sebagai ketua dewan pengawas guna memastikan tata kelola koperasi berlangsung secara transparan, profesional, dan akuntabel.

Bagus mengungkapkan, Balikpapan telah memiliki contoh keberhasilan pengelolaan koperasi di Kelurahan Manggar. Koperasi Merah Putih di wilayah tersebut mampu membukukan omzet sekitar Rp500 juta per bulan, terutama melalui penyaluran beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Keberhasilan tersebut diharapkan menjadi model bagi koperasi lain yang kini tengah dikembangkan di berbagai kelurahan.

Lebih lanjut, Bagus menegaskan bahwa Koperasi Merah Putih tidak hanya akan bergerak di sektor distribusi pangan. Setiap koperasi didorong mengembangkan usaha sesuai potensi ekonomi di wilayahnya, mulai dari distribusi LPG, pengelolaan klinik kesehatan, apotek, peternakan ayam petelur, hingga menjadi pemasok kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Setiap kelurahan memiliki potensi ekonomi yang berbeda-beda,” jelasnya.

Menurutnya, koperasi harus mampu menjadi wadah bagi masyarakat untuk mengembangkan potensi tersebut sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan langsung oleh anggota maupun masyarakat sekitar.

Bagus optimistis keberadaan Koperasi Merah Putih akan menjadi salah satu pilar penting dalam memperkuat ekonomi kerakyatan di Balikpapan. Selain membuka peluang usaha dan menciptakan lapangan kerja, koperasi juga diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan usaha yang sehat, mandiri, dan berkelanjutan.

“Kami optimistis Koperasi Merah Putih akan menjadi penggerak ekonomi masyarakat dan memperkuat ketahanan ekonomi daerah,” pungkasnya.

 

Pewarta : M Hilmansyah
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Viktor Yuan Dorong Pembentukan Dinas Pariwisata, DPRD Samarinda Matangkan Raperda Pengembangan Pariwisata

6 Agustus 2026 - 20:00 WITA

e86

Bapemperda DPRD Samarinda Matangkan Raperda Kepariwisataan, Bidik Pariwisata Jadi Penggerak Ekonomi Daerah

6 Agustus 2026 - 19:00 WITA

e85

DPRD Samarinda Himpun Masukan Strategis, Raperda Kepariwisataan Diarahkan Perkuat Ekonomi Daerah

6 Agustus 2026 - 18:00 WITA

e84

Untag Samarinda Dukung Raperda Kepariwisataan, Siap Perkuat Landasan Hukum Pengembangan Wisata Kota

6 Agustus 2026 - 17:00 WITA

e83

DPRD Samarinda Gelar Uji Publik Raperda Kepariwisataan, Libatkan Akademisi dan Masyarakat Sempurnakan Regulasi

6 Agustus 2026 - 16:00 WITA

e82

Pemkot Balikpapan Percepat Pembangunan SMP Negeri 29, Tambah Daya Tampung Pendidikan di Balikpapan Utara

6 Agustus 2026 - 15:00 WITA

e81
Trending di BERITA DAERAH