KUMALANEWS.ID, SAMARINDA – Upaya mewujudkan Kota Samarinda yang bersih terus didorong melalui keterlibatan aktif masyarakat. Salah satunya dilakukan Partai NasDem Kota Samarinda dengan menggandeng Bank Sampah Unit Kampung KB Makmur Lestari dan sejumlah kelompok masyarakat dalam aksi peduli lingkungan melalui kegiatan pungut sampah.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Kecamatan Palaran, tepatnya Kelurahan Rawa Makmur, Sabtu (29/8/2026). Aksi ini menjadi langkah awal untuk membangun kesadaran masyarakat agar turut bertanggung jawab menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mendukung program Pemerintah Kota Samarinda.
Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD Kota Samarinda, Joha Fajal, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada membersihkan lingkungan, tetapi juga menjadi sarana mengajak masyarakat membangun kebiasaan hidup bersih.
“Alhamdulillah, hari ini kami bersama Bank Sampah dan kelompok masyarakat melaksanakan aksi pungut sampah,” ujar Joha.
Kegiatan tersebut turut mendapat dukungan pemerintah setempat. Sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat hadir, di antaranya Camat Palaran, Lurah Rawa Makmur, Wakil Wali Kota Samarinda, Ketua LPM Kelurahan Rawa Makmur, Ketua LPM Bukuan, serta pengelola Bank Sampah Rawa Makmur dan Bank Sampah Kelurahan Bukuan.
Menurut Joha, keterlibatan berbagai unsur dalam kegiatan tersebut menunjukkan bahwa persoalan kebersihan merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah, organisasi politik, komunitas, pengelola bank sampah, dan masyarakat dinilai memiliki peran masing-masing dalam menjaga lingkungan.
Ia menegaskan, kegiatan tersebut juga menjadi bentuk dukungan Partai NasDem terhadap program Pemerintah Kota Samarinda dalam mewujudkan kota yang bersih dan nyaman bagi masyarakat.
“Kami ingin mendukung program Wali Kota untuk mewujudkan Samarinda sebagai kota bersih,” katanya.
Ditargetkan Berlanjut di 10 Kecamatan
Joha menyebut Kecamatan Palaran dipilih sebagai lokasi awal karena wilayah tersebut merupakan salah satu bagian penting dari Kota Samarinda yang perlu mendapat perhatian dalam gerakan kebersihan.
Setelah kegiatan perdana di Kelurahan Rawa Makmur, gerakan serupa direncanakan dilaksanakan secara bertahap di kecamatan lainnya. Dari total 10 kecamatan yang ada di Kota Samarinda, masing-masing ditargetkan menjadi lokasi pelaksanaan kegiatan peduli lingkungan.
“Ini kegiatan pertama di Palaran. Selanjutnya kami targetkan menyasar 10 kecamatan,” jelasnya.
Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai dilaksanakan, Partai NasDem akan melakukan evaluasi untuk melihat efektivitas kegiatan sekaligus mengukur respons dan partisipasi masyarakat.
Joha mengapresiasi antusiasme warga yang ikut terlibat dalam aksi tersebut. Menurutnya, gerakan menjaga kebersihan tidak akan berjalan maksimal apabila hanya mengandalkan pemerintah atau pihak tertentu.
“Antusiasme masyarakat cukup bagus. Mudah-mudahan terus berlanjut,” harapnya.
Ia menegaskan, Partai NasDem dalam kegiatan tersebut lebih berperan sebagai penggerak dan pemberi motivasi. Sementara pelaksanaan di lapangan melibatkan kelompok masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.
“Kelompok masyarakat yang peduli menjadi penggeraknya. Kami hanya memberikan motivasi,” ungkap Joha.
Dorong Sampah Memiliki Nilai Ekonomi
Selain aksi pungut sampah, Joha juga mendorong masyarakat mengubah cara pandang terhadap sampah. Menurutnya, sampah tidak selalu harus berakhir sebagai limbah yang dibuang, karena sebagian jenis sampah masih dapat dimanfaatkan dan memiliki nilai ekonomi.
Keberadaan bank sampah dinilai memiliki peran strategis dalam proses tersebut. Sampah seperti plastik dan material yang dapat didaur ulang dapat dipilah, dikumpulkan, kemudian dikelola agar memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Tidak semua sampah menjadi limbah. Yang bisa didaur ulang dapat menghasilkan nilai ekonomi,” ujarnya.
Joha menyebut sejumlah kelurahan di Samarinda telah memiliki bank sampah yang aktif. Keberadaan para pengelola dan penggiat bank sampah tersebut diharapkan dapat diperkuat, terutama untuk memperluas edukasi mengenai pemilahan dan pengelolaan sampah dari tingkat rumah tangga.
Menurutnya, masyarakat perlu mendapatkan pemahaman bahwa menjaga kebersihan bukan sekadar membuang sampah pada tempatnya, tetapi juga mengurangi sampah, memilah, dan mengelolanya agar memiliki manfaat lebih besar.
“Kita harus terus menumbuhkan kepedulian masyarakat,” katanya.
Palaran Jadi Awal Gerakan Kebersihan
Joha menilai Palaran memiliki posisi strategis sebagai salah satu wilayah terluar Kota Samarinda. Karena itu, upaya menjaga kebersihan harus dimulai dari seluruh wilayah, bukan hanya kawasan pusat kota.
Menurutnya, wajah Kota Samarinda sebagai kota bersih harus terlihat secara merata hingga wilayah pinggiran. Kebersihan lingkungan di setiap kecamatan dan kelurahan akan menjadi bagian penting dalam membangun citra kota secara keseluruhan.
“Palaran bagian dari Samarinda. Kebersihan harus dimulai dari wilayah luar,” jelasnya.
Untuk menjaga keberlanjutan program tersebut, Joha mengatakan Partai NasDem akan terus berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan, kelurahan, pengelola bank sampah, dan kelompok masyarakat.
Koordinasi tersebut diharapkan dapat melahirkan kegiatan lingkungan yang tidak berhenti pada aksi pungut sampah, tetapi berkembang menjadi gerakan masyarakat yang dilakukan secara rutin dan berkelanjutan.
“Kami akan terus bekerja sama dengan camat dan lurah untuk menggiatkan kegiatan seperti ini,” pungkasnya.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, pengelola bank sampah, komunitas, dan berbagai elemen lainnya, gerakan kebersihan diharapkan mampu membangun kesadaran kolektif. Dengan demikian, upaya mewujudkan Samarinda sebagai kota yang bersih, sehat, dan nyaman dapat dilakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan.
Pewarta : Yana Ashari Editor : Fairuzzabady @2026

















