Menu

Mode Gelap
Polda Kaltim Periksa Kepala Dinas Balikpapan Terkait Kasus Narkoba Internasional Rahmad Mas’ud Minta OPD Perkuat Pengawasan Internal, Jangan Tunggu Inspektorat SAKIP Naik ke Predikat BB, Tata Kelola Pemkot Balikpapan Semakin Berorientasi Hasil Hamas Soroti Rangkap Jabatan Pimpinan Dua RSUD di Kaltim Celni Pita Sari Dorong ABS Segera Beradaptasi di DPRD Kaltim

BERITA DAERAH · 14 Sep 2026 14:00 WITA ·

Polri Siapkan Rekomendasi Strategis Penanganan Karhutla dari Enam Provinsi


 Ketua Senat Serdik Sespimti Angkatan 36, Kombes Pol Donny Alexander, didampingi Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri, Irjen Pol Sabilul Alif dan Irjen Pol Joko Setiono, menyerahkan cendera mata kepada Kapolda Kaltim, Irjen Pol Endar Priantoro, Senin (14/9/2026). Foto: M Hilmansyah. Perbesar

Ketua Senat Serdik Sespimti Angkatan 36, Kombes Pol Donny Alexander, didampingi Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri, Irjen Pol Sabilul Alif dan Irjen Pol Joko Setiono, menyerahkan cendera mata kepada Kapolda Kaltim, Irjen Pol Endar Priantoro, Senin (14/9/2026). Foto: M Hilmansyah.

KUMALANEWS.ID, BALIKPAPAN – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menyiapkan rekomendasi strategis bagi pemerintah pusat dan daerah untuk memperkuat upaya pencegahan serta penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Rekomendasi tersebut disusun berdasarkan hasil kajian, pemetaan kerawanan, serta temuan lapangan dari sejumlah wilayah di Sumatera dan Kalimantan.

Upaya tersebut dilakukan melalui Satgas Edukasi Aman Nusa II Tahun 2026 dengan tema “Strategi Mitigasi Penanggulangan Karhutla”. Kegiatan berlangsung pada 7–16 September 2026 dan mencakup enam provinsi, yakni Sumatera Selatan, Riau, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat.

Sebanyak 283 personel dilibatkan dalam kegiatan tersebut. Mereka terdiri atas 66 Peserta Didik (Serdik) Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) Polri Dikreg ke-36 serta 217 peserta Sespimmen Polri Dikreg ke-67.

Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri, Irjen Pol Sabilul Alif, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada kemampuan penanganan ketika kebakaran sudah terjadi. Para peserta didik diarahkan untuk membangun pola pikir strategis dengan mengutamakan mitigasi dan pencegahan sejak awal.

“Para Serdik Sespimti diarahkan berpikir strategis, bukan hanya bagaimana memadamkan api, tetapi bagaimana mencegah kebakaran sejak awal,” kata Sabilul, Senin (14/9/2026).

Menurutnya, peserta juga turun langsung ke lapangan dan mengikuti focus group discussion (FGD) untuk menyerap berbagai masukan dari pemangku kepentingan. Diskusi melibatkan tokoh masyarakat, pengambil keputusan, pemangku kepentingan terkait, hingga kalangan akademisi.

Berbagai temuan dan masukan tersebut kemudian akan dianalisis dan dirumuskan menjadi rekomendasi yang dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan kebijakan terkait penanganan karhutla.

“Kegiatan ini bukan sekadar mendengar, tetapi menghasilkan masukan konstruktif bagi para pengambil keputusan,” ujarnya.

Dorong Pemanfaatan Teknologi Penanganan Karhutla

Sabilul menjelaskan, salah satu materi yang menjadi perhatian dalam kegiatan di Kalimantan Timur adalah pemanfaatan teknologi dan peralatan untuk mempercepat penanganan karhutla. Para peserta juga menyaksikan demonstrasi penggunaan bahan kimia Hartindo AF-31 yang dimiliki Polri.

Menurutnya, bahan tersebut tidak hanya digunakan untuk membantu memadamkan api, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai firebreak serta membantu proses pendinginan untuk mencegah api kembali meluas.

“Hartindo AF-31 dimiliki Polri sejak 2022. Selain memadamkan api, bahan ini dapat digunakan sebagai firebreak dan membantu penetrasi pendinginan,” jelasnya.

Pemanfaatan sarana dan metode penanganan tersebut menjadi salah satu bagian dari kajian peserta untuk melihat efektivitas strategi penanganan karhutla berdasarkan karakteristik wilayah masing-masing.

Sementara itu, Ketua Senat Serdik Sespimti Angkatan 36, Kombes Pol Donny Alexander, mengatakan seluruh hasil kegiatan di enam provinsi akan dikompilasi menjadi satu produk rekomendasi.

Rekomendasi tersebut nantinya disampaikan kepada pimpinan Polri sebagai bahan masukan dalam menghadapi ancaman karhutla yang berulang setiap tahun.

“Seluruh aspirasi dan hasil mitigasi di sejumlah daerah akan kami kumpulkan menjadi satu produk untuk disampaikan kepada pimpinan,” kata Donny.

Ia menegaskan, rekomendasi tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai bahan internal Polri. Hasil kajian juga diharapkan dapat menjadi formula bersama yang dapat dimanfaatkan pemerintah pusat dan daerah dalam memperkuat sistem pencegahan karhutla.

Menurut Donny, pendekatan preventif harus menjadi prioritas karena dampak karhutla tidak hanya berkaitan dengan kerusakan lingkungan. Kebakaran juga dapat berdampak terhadap kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi, hingga persoalan sosial dan hubungan antarnegara apabila asap menyebar lintas batas.

“Pencegahan harus menjadi langkah yang kami kedepankan,” tegasnya.

66 Serdik Sespimti Turun ke Enam Wilayah

Donny menambahkan, sebanyak 66 Serdik Sespimti Angkatan 36 dibagi ke enam wilayah Polda untuk melihat secara langsung kondisi dan karakteristik kerawanan karhutla di masing-masing daerah.

Data dan temuan dari setiap wilayah kemudian akan dikompilasi sehingga menghasilkan rekomendasi yang lebih komprehensif dan sesuai dengan kondisi di lapangan.

“Kami akan mengombinasikan hasil dari seluruh provinsi untuk menyusun satu formula yang bisa digunakan sebagai antisipasi pada tahun-tahun berikutnya,” katanya.

Formula tersebut juga akan memuat rekomendasi mengenai pemanfaatan sarana, teknologi, serta metode penanganan karhutla yang telah dimiliki Polri, termasuk penguatan penggunaan Hartindo AF-31 di wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi.

Dengan demikian, hasil kegiatan Satgas Edukasi Aman Nusa II Tahun 2026 diharapkan dapat menjadi masukan bagi pemerintah pusat maupun daerah dalam menyusun kebijakan mitigasi karhutla yang lebih terukur, berbasis karakteristik dan tingkat kerawanan wilayah, serta mengedepankan upaya pencegahan sebelum kebakaran meluas.

 

Pewarta : M Hilmansyah
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Polda Kaltim Periksa Kepala Dinas Balikpapan Terkait Kasus Narkoba Internasional

14 September 2026 - 17:30 WITA

k4

Rahmad Mas’ud Minta OPD Perkuat Pengawasan Internal, Jangan Tunggu Inspektorat

14 September 2026 - 17:00 WITA

k3

SAKIP Naik ke Predikat BB, Tata Kelola Pemkot Balikpapan Semakin Berorientasi Hasil

14 September 2026 - 16:30 WITA

k2

Hamas Soroti Rangkap Jabatan Pimpinan Dua RSUD di Kaltim

14 September 2026 - 16:00 WITA

k1

Celni Pita Sari Dorong ABS Segera Beradaptasi di DPRD Kaltim

14 September 2026 - 15:30 WITA

i99

ABS Resmi Duduki Kursi NasDem di DPRD Kaltim Lewat PAW

14 September 2026 - 15:00 WITA

i98
Trending di BERITA DAERAH