KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus mendorong pelaksanaan Festival Budaya Erau Adat Kutai 2026 tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga memberikan dampak terhadap sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pariwisata Kukar, Awang Agus Darmawan, usai menghadiri opening ceremony Erau Adat Kutai 2026 di Stadion Rondong Demang, Tenggarong, Minggu (20/9/2026).
Menurut Awang, salah satu upaya yang dilakukan Dispar Kukar untuk meramaikan pelaksanaan Erau adalah dengan menghadirkan pelaku usaha melalui Expo. Pada kegiatan tersebut, Dispar Kukar menggandeng Asosiasi Pengusaha Jasa Boga Indonesia (APJI) untuk menampilkan berbagai produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), termasuk makanan dan minuman.
“Alhamdulillah, melalui Expo ini kita bisa ikut meramaikan Erau dengan menampilkan kawan-kawan dari APJI,” ujar Awang.
Berbagai produk tersebut ditampilkan melalui stan Dinas Pariwisata Kukar sehingga pengunjung dapat melihat sekaligus mengenal produk kuliner dan UMKM lokal yang ikut berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan Erau.
Awang berharap penyelenggaraan Expo pada kegiatan berikutnya, khususnya yang direncanakan berlangsung di kawasan East Park, dapat dikemas lebih meriah dan mampu menarik lebih banyak pengunjung.
Namun, ia menyebut keterlibatan perangkat daerah dalam Expo masih dipengaruhi keterbatasan anggaran pada masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD). Pada pelaksanaan kali ini, sejumlah OPD seperti Dinas Pertanian, Dinas Pendidikan, dan Dinas Pariwisata tetap mengambil bagian dalam kegiatan tersebut.
Di sisi lain, Dispar Kukar mencatat antusiasme masyarakat terhadap rangkaian Festival Erau 2026 cukup baik. Pemerintah menargetkan jumlah kunjungan selama pelaksanaan Erau tahun ini dapat mencapai sedikitnya 40 ribu orang.
Target tersebut meningkat sekitar dua kali lipat dibandingkan jumlah kunjungan pada Erau 2025 yang berada di kisaran 20 ribu pengunjung.
“Target 40 ribu pengunjung memang cukup berat, tetapi kami tetap optimistis bisa tercapai,” kata Awang.
Ia mengatakan, capaian jumlah pengunjung akan dihitung setelah seluruh rangkaian Festival Erau 2026 selesai. Meski demikian, melihat antusiasme masyarakat pada hari pembukaan, pihaknya optimistis target tersebut dapat terpenuhi.
Selain menghadirkan berbagai kegiatan pendukung, Dispar Kukar juga melakukan penguatan promosi pariwisata dengan menyediakan informasi mengenai akomodasi dan kuliner yang dapat diakses wisatawan selama berada di Kukar.
Tahun ini, informasi mengenai homestay dan tempat kuliner dilengkapi dengan kontak person serta informasi menu. Data tersebut dipublikasikan melalui akun Instagram Visiting Kutai Kartanegara agar lebih mudah diakses masyarakat.
Menurut Awang, langkah tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi Dispar Kukar dalam mendukung pelaksanaan Erau sekaligus memperluas informasi mengenai potensi wisata daerah.
“Momentum Erau ini juga kami manfaatkan untuk membuka peluang destinasi wisata lain agar ikut dikunjungi,” jelasnya.
Melalui informasi tersebut, wisatawan diharapkan tidak hanya beraktivitas di lokasi utama Festival Erau, tetapi juga meluangkan waktu mengunjungi berbagai destinasi wisata yang berada di Tenggarong dan wilayah Kukar lainnya. Dengan demikian, lama tinggal wisatawan selama berada di daerah diharapkan dapat meningkat.
Awang menambahkan, agenda pariwisata Kukar juga terus disiapkan melalui kalender event daerah. Berbagai kegiatan yang akan dilaksanakan pada tahun berikutnya biasanya mulai disusun dan dimasukkan ke dalam kalender event menjelang akhir tahun, termasuk untuk agenda 2027.
Selain promosi, perkembangan objek wisata buatan di sekitar Tenggarong juga dinilai semakin memperkaya pilihan destinasi bagi masyarakat. Sejumlah objek wisata yang dikelola masyarakat maupun kelompok masyarakat kini menjadi alternatif rekreasi tanpa harus bepergian ke luar daerah.
“Alhamdulillah, objek wisata buatan semakin memperkaya pilihan tujuan wisata masyarakat. Harapannya terus berkembang dan semakin bertambah,” ujarnya.
Awang berharap pertumbuhan destinasi wisata tersebut dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kunjungan wisatawan. Dengan semakin banyak pilihan destinasi, wisatawan diharapkan memiliki lebih banyak alasan untuk tinggal lebih lama dan membelanjakan uangnya di Kukar.
“Target kita tentu mendatangkan lebih banyak wisatawan ke Kutai Kartanegara,” pungkasnya.
Pewarta : Fairuzzabady Editor : Fairuzzabady @2026

















