KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri, mendorong seluruh pemerintah desa untuk memperkuat Pendapatan Asli Desa (PADes) melalui pengembangan potensi ekonomi lokal. Ia bahkan menargetkan setiap desa di Kukar ke depan mampu memiliki PADes minimal Rp2 miliar per tahun sebagai upaya memperkuat kemandirian fiskal dan memperluas kemampuan desa dalam membiayai pembangunan.
Menurut Aulia, peningkatan PADes menjadi salah satu langkah strategis agar desa tidak hanya bergantung pada bantuan dan alokasi anggaran dari pemerintah pusat maupun daerah. Dengan pendapatan yang lebih kuat, pemerintah desa diharapkan memiliki keleluasaan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat serta menjalankan program pembangunan sesuai potensi dan prioritas wilayah masing-masing.
Hal tersebut disampaikan Aulia saat membuka kegiatan Pekan Inovasi dan Kreativitas Kabupaten Kukar, Kamis (5/11/2026). Dalam kesempatan itu, ia menekankan pentingnya inovasi di tingkat desa yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan publik, tetapi juga mampu menciptakan peluang ekonomi dan sumber pendapatan baru.
Aulia meminta pemerintah desa mulai mengidentifikasi berbagai potensi unggulan yang dimiliki wilayahnya. Potensi tersebut dapat dikembangkan melalui kegiatan ekonomi produktif, baik di sektor pertanian, perkebunan, perikanan, pariwisata, maupun usaha berbasis produk lokal.
Salah satu konsep yang didorong adalah one village one product atau satu desa satu produk. Melalui pendekatan ini, setiap desa diharapkan mampu menentukan produk unggulan berdasarkan potensi lokal, kemudian mengembangkannya menjadi komoditas yang memiliki nilai tambah dan daya saing di pasar.
“Konsep satu desa satu produk harus kita dorong. Potensi yang ada perlu diidentifikasi dan dikembangkan,” ujarnya.
Ia menegaskan, pengembangan produk unggulan desa tidak boleh berhenti pada proses produksi. Pemerintah desa juga perlu memperhatikan keberlanjutan usaha, mulai dari ketersediaan bahan baku, rantai pasok, pengolahan, pemasaran, hingga tata kelola usaha.
Menurutnya, seluruh aspek tersebut harus disiapkan agar produk yang dihasilkan tidak hanya mampu dipasarkan, tetapi juga memberikan keuntungan secara berkelanjutan. Dengan pengelolaan yang baik, usaha berbasis potensi lokal dapat menjadi sumber pendapatan yang berkontribusi langsung terhadap peningkatan PADes.
Dalam upaya tersebut, Pemkab Kukar menyatakan siap memberikan dukungan terhadap potensi desa yang memiliki peluang untuk dikembangkan. Dukungan pemerintah daerah diharapkan dapat membantu desa membangun sistem usaha yang lebih terarah, meningkatkan kualitas produk, serta memperluas akses pemasaran.
Aulia juga menekankan pentingnya peran kepala desa dalam menggerakkan inovasi dan mengoptimalkan sumber daya yang tersedia. Kepala desa dituntut memiliki kreativitas serta kemampuan manajerial agar potensi wilayah tidak hanya menjadi sumber daya yang belum dimanfaatkan, tetapi dapat diolah menjadi kekuatan ekonomi desa.
Ia berharap target PADes minimal Rp2 miliar per tahun dapat menjadi motivasi bagi seluruh desa untuk menggali sumber pendapatan secara lebih optimal. Dengan pendapatan tersebut, desa diharapkan mampu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat sekaligus meningkatkan kapasitas pembiayaan pembangunan.
“Jika PADes bisa mencapai minimal Rp2 miliar setahun, kebutuhan dasar desa diharapkan dapat lebih terpenuhi,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Aulia menjelaskan bahwa peningkatan PADes yang berjalan beriringan dengan dukungan pendanaan lainnya akan memperbesar ruang fiskal pemerintah desa. Kondisi tersebut memungkinkan desa melaksanakan lebih banyak program pembangunan berdasarkan kebutuhan masyarakat tanpa sepenuhnya bergantung pada transfer anggaran.
Ia pun berharap desa-desa di Kukar ke depan semakin mandiri dalam mengelola keuangan dan mengembangkan potensi ekonomi wilayahnya. Dengan demikian, pembangunan tidak hanya bertumpu pada program pemerintah kabupaten, tetapi juga didorong oleh kemampuan desa dalam menghasilkan pendapatan sendiri.
“Dengan dukungan ADD dan PADes yang kuat, desa akan memiliki ruang lebih besar untuk membiayai pembangunan,” pungkasnya.
Melalui penguatan PADes dan pengembangan produk unggulan, Pemkab Kukar berharap tercipta desa-desa yang lebih mandiri, produktif, dan berdaya saing. Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari strategi pemerataan ekonomi agar potensi lokal dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di seluruh wilayah Kukar.
ADV Diskominfo Kutai Kartanegara Pewarta : Indirwan Editor : Rudy M @2026

















