Menu

Mode Gelap
IKN Youth Forum Dorong Generasi Muda Lawan Hoaks dan Kawal Masa Depan Nusantara May Day 2026 di Kukar, Momentum Perkuat Sinergi dan Kepedulian bagi Pekerja May Day 2026, Perempuan Mahardhika Samarinda Soroti Ketidakadilan Buruh Perempuan Nelayan Muara Badak Ditemukan Meninggal Dunia Usai Terseret Arus Investasi Rp1,2 Triliun Masuk IKN, Dua Investor Pelopor Teken PKS

BERITA DAERAH · 25 Nov 2023 17:15 WITA ·

Kurikulum Merdeka, Guru SDN 005 Tenggarong Minta Pelatihan Semua Guru


 Guru SDN 005 Tenggarong (foto : istimewa) Perbesar

Guru SDN 005 Tenggarong (foto : istimewa)

KUMALANEWS.ID – Kurikulum merdeka yang menjadi program prioritas pemerintah di bidang pendidikan masih memerlukan penyesuaian bagi para guru. Mereka harus bisa menerapkan sistem pembelajaran yang baru, yang mengutamakan kebebasan dan kolaborasi siswa.

Namun, tidak semua guru merasa mendapat pelatihan yang cukup tentang kurikulum merdeka. Hal ini diutarakan oleh Leni Ermawati, guru di SDN 005 Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Ia mengatakan, masih banyak guru yang membutuhkan pelatihan lebih banyak tentang kurikulum merdeka.

“Kami harapkan untuk pelatihan untuk guru-gurunya, semua guru bukan hanya tiga orang yang diambil untuk pelatihan tetapi semua guru bersamaan, entah dari dinas ke sekolah atau guru-gurunya di pertemukan di suatu tempat,” kata Leni, Jumat (24/11/2023).

Leni mengkritik, pelatihan yang selama ini diberikan oleh dinas pendidikan hanya melibatkan tiga orang perwakilan dari setiap sekolah. Padahal, menurutnya, hal ini tidak adil untuk memastikan semua guru memiliki pemahaman yang sama tentang kurikulum merdeka.

a6

Guru SDN 005 Tenggarong (foto : istimewa)

Leni mencontohkan pengalaman pelatihan literasi numerasi (litnu) yang pernah diikutinya bersama empat guru lainnya. Ia mengatakan, pelatihan tersebut hanya berlangsung selama tiga hari dengan beberapa sesi, dan tugasnya adalah menyampaikan materi tersebut kepada guru-guru lain di sekolahnya.

“Cuma kelemahannya karena kita cuman dapat materinya selama dua hari berbeda dengan mereka yang sudah dilatih selama berbulan-bulan tentu mereka sudah sangat paham materinya dan sudah mendarah daging, berbeda dengan kita yang hanya mempelajarinya selama dua hari,” tuturnya.

Leni berharap, pelatihan kurikulum merdeka bisa lebih lama dan lebih mendalam, sehingga guru-guru bisa menguasai konsep dan metode pembelajaran yang sesuai dengan kurikulum tersebut. Ia juga menginginkan adanya bimbingan dan evaluasi secara berkala dari dinas pendidikan terkait penerapan kurikulum merdeka di sekolah-sekolah.

“Kami ingin ada pendampingan dari dinas, jangan sampai kami salah dalam menerapkan kurikulum merdeka ini. Kami juga ingin ada evaluasi, apakah kurikulum ini sudah berjalan dengan baik atau belum, apa saja kendalanya dan bagaimana solusinya,” pungkasnya.(adv/disdikbudkukar)

Penulis : Ads | Editor : Fair
Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

May Day 2026 di Kukar, Momentum Perkuat Sinergi dan Kepedulian bagi Pekerja

1 Mei 2026 - 14:00 WITA

day3

May Day 2026, Perempuan Mahardhika Samarinda Soroti Ketidakadilan Buruh Perempuan

1 Mei 2026 - 13:00 WITA

day1

Nelayan Muara Badak Ditemukan Meninggal Dunia Usai Terseret Arus

1 Mei 2026 - 12:00 WITA

tenggelam3

Disdik Kukar Tunggu Advice Kejaksaan, Insentif Guru Non-ASN Ditarget Segera Cair

30 April 2026 - 21:00 WITA

honorer3

DPRD Kukar Bahas Insentif Guru Honorer dan Layanan Kesehatan, Pembayaran Ditarget Pekan Depan

30 April 2026 - 20:00 WITA

honorer1

Nelayan Muara Badak Hilang Terseret Arus, Basarnas Kerahkan Tim Gabungan

30 April 2026 - 19:00 WITA

tenggelam01
Trending di BERITA DAERAH