Menu

Mode Gelap
Gerindra Samarinda Mulai Siapkan Kader Hadapi Pilwali 2029, Nama Helmi Abdullah Mengemuka Karang Taruna Kaltim Salurkan Bantuan untuk 50 Relawan Karhutla di Tenggarong Bupati Kukar Serahkan Bantuan untuk Relawan Karhutla di Tenggarong Balikpapan Siapkan Rp12 Miliar Hadapi Porprov Kaltim VIII, Fokus pada Nomor Potensial Medali Kaltim Juara Umum MTQ Nasional XXXI, Seluruh Kafilah Dapat Apresiasi

SENI BUDAYA · 22 Sep 2023 01:58 WITA ·

Ritual Merangin Jelang Erau Adat di Tanah Kutai


 Ritual Merangin Jelang Erau Adat di Tanah Kutai Perbesar

Kumalanews – Sebelum berlangsungnya upacara Erau adat, ada sebuah prosesi ritual yang dilaksanakan di malam hari di luar keraton Kesultanan Kutai Ing Martadipura.

Upacara itu sendiri bernama Merangin, yang bertujuan sebagai media pemberitahuan kepada khalayak ramai dimana saja.

Prosesi Merangin ini adalah ritual pendahuluan yang wajib dilaksanakan menjelang Erau, bahwa beberapa hari lagi Erau adat akan berlangsung.

Ritual merangin ini di awali dengan pembacaan mantra oleh pimpinan upacara serta di ikuti 7 Belian Laki sdan 7 orang Belian Bini, dengan mengelilingi Binyawan yang terletak ditengah bangunan.

Sambil membacakan matra, pimpinan upacara itu pun sesekali menghamburkan beras kuning pertanda ritual merangin akan segera di mulai.

Usai melaksanakan pembacaan matra, kemudian 7 Belian Laki berdiri dan langsung mengelilingi Binyawan serta berputar dengan iringan tabuhan gendang.

“Sesuai dengan perintah Sultan, kita melaksanakan kegiatan dalam rangka Bepelas Benua. Merangin ini sendiri adalah awalan perjalanan seorang Belian yang melaksanakan tugas untuk menuju ke tempat-tempat tertentu baik yang kelihatan maupun tidak kelihatan,” terang koordinator upacara meranging, Sartin.

Sementara itu, tabuhan gendang dan gong berirama terus menerus mengalun mengiringi ritual tersebut, sehingga suasana prosesi Merangin ini pun semakin magis. Apalagi ketika 7 orang Belian Laki mulai berputar mengelilingi Binyawan yang terletak ditengah bangunan.

Ritual merangin ini dilaksanakan di Serapo Belian selama tiga malam berturut-turut, sebagai media pemberitahuan kepada khalayak ramai bahwa Erau adat akan segela digelar.

“Merangin ini sendiri kita laksanakan selama tiga malam, dan ini malam pertama. Untuk malam kedua mantranya sedikit berbeda baik di awal maupun di akhir, sehingga perjalanannya pun makin panjang. Sedangkan malam ketiga juga semakin jauh perjalanan kita,” ungkap Sartin.

Selanjutnya, prosesi Merangin ini pun diakhiri dengan tarian Belian Bini berjumlah 7 orang sambil mengelilingi tiang Binyawan sebanyak 7 kali dan diiringi tabuhan gendang dan gong yang berirama.(adm_alf).

WhatsApp Image 2023 09 22 at 08.54.311

Artikel ini telah dibaca 234 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Erau 2026 Resmi Dibuka, Bupati Kukar Ajak Masyarakat Jaga Warisan Budaya dan Kebersamaan

20 September 2026 - 12:00 WITA

k48

Tiang Ayu Ditegakkan, Tandai Dimulainya Erau Adat Kutai 2026

20 September 2026 - 11:00 WITA

k47

Merangin, Ritual Sakral Kesultanan Kutai Menandai Awal Perjalanan Menuju Erau

19 September 2026 - 09:00 WITA

k45

Menjamu Benua Digelar, Kesultanan Kutai Sambut Erau 2026

17 September 2026 - 20:00 WITA

k33

Beluluh Sultan Buka Jalan Menuju Semarak Erau Adat Kutai 2026

17 September 2026 - 14:00 WITA

k26

Beluluh Awal Sultan Tandai Dimulainya Rangkaian Sakral Erau 2026

17 September 2026 - 13:00 WITA

k24
Trending di BERITA DAERAH