Menu

Mode Gelap
Gerindra Samarinda Mulai Siapkan Kader Hadapi Pilwali 2029, Nama Helmi Abdullah Mengemuka Karang Taruna Kaltim Salurkan Bantuan untuk 50 Relawan Karhutla di Tenggarong Bupati Kukar Serahkan Bantuan untuk Relawan Karhutla di Tenggarong Balikpapan Siapkan Rp12 Miliar Hadapi Porprov Kaltim VIII, Fokus pada Nomor Potensial Medali Kaltim Juara Umum MTQ Nasional XXXI, Seluruh Kafilah Dapat Apresiasi

SENI BUDAYA · 27 Sep 2023 11:35 WITA ·

Behempas Bantal Adu Ketangkasan


 Behempas Bantal Adu Ketangkasan Perbesar

Kumalanews – Behempas bantal merupakan salah satu jenis olahraga tradisional Kutai yang masih eksis hingga sekarang.

Olahraga ini diminati berbagai kalangan, baik pria maupun wanita. Tak hanya kalangan remaja dari usia sekolah, bahkan kaum ibu pun menyukai ajang adu ketangkasan ini.

Secara harfiah, behempas bantal dapat diartikan sebagai memukul lawan hingga jatuh dengan menggunakan bantal.

Sesuai namanya, senjata utama yang digunakan para petarung dadakan ini adalah bantal panjang seberat kurang lebih 1-2 kilogram.

Olahraga ini dimainkan satu lawan satu. Setiap pemain menggunakan salah satu tangan untuk memegang bantal.

Satu tangan yang lainnya tidak boleh digunakan dan harus diletakkan di bagian belakang tubuh.

Dalam setiap pertandingan, pemain dari dua kubu akan saling bertemu di atas sebatang kayu dengan posisi duduk berhadapan. Kayu yang digunakan kurang lebih memiliki panjang sekitar 3 meter.

Kayu tersebut melintang setinggi kurang lebih 120 centimeter di atas area permainan. Di bagian bawah batang kayu tersebut, terdapat kasur busa atau lumpur yang licin.

Behempas bantal dimainkan dalam dua babak. Pemenang dari setiap babak ditentukan oleh kemampuan menjatuhkan lawannya dari atas batang kayu.

IMG20230927100710 scaled

Jika dalam dua babak diperoleh hasil imbang, akan dimainkan babak tambahan. Jika saat babak tambahan hasilnya masih imbang atau tidak ada salah satu di antara pemain yang tumbang, pemenang ditentukan dengan pengundian menggunakan koin.

Permainan ini membutuhkan kelihaian para pemain dalam mengatur strategi. Untuk memenangkan setiap babak, tidak saja dibutuhkan kekuatan dalam memukul, tetapi kemampuan menjaga stamina selama babak berlangsung.

Biasanya, seiring berjalannya waktu, kekuatan pemain untuk memukul semakin berkurang dan kemampuan untuk tetap bertahan di atas batang pun semakin melemah.

Karena itulah, kunci utama dalam memenangkan permainan ini adalah menyeimbangkan antara tenaga yang digunakan untuk memukul dengan tenaga yang digunakan untuk bertahan.(ik)

Artikel ini telah dibaca 422 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Erau 2026 Resmi Dibuka, Bupati Kukar Ajak Masyarakat Jaga Warisan Budaya dan Kebersamaan

20 September 2026 - 12:00 WITA

k48

Tiang Ayu Ditegakkan, Tandai Dimulainya Erau Adat Kutai 2026

20 September 2026 - 11:00 WITA

k47

Merangin, Ritual Sakral Kesultanan Kutai Menandai Awal Perjalanan Menuju Erau

19 September 2026 - 09:00 WITA

k45

Menjamu Benua Digelar, Kesultanan Kutai Sambut Erau 2026

17 September 2026 - 20:00 WITA

k33

Beluluh Sultan Buka Jalan Menuju Semarak Erau Adat Kutai 2026

17 September 2026 - 14:00 WITA

k26

Beluluh Awal Sultan Tandai Dimulainya Rangkaian Sakral Erau 2026

17 September 2026 - 13:00 WITA

k24
Trending di BERITA DAERAH