Menu

Mode Gelap
Jailani dan Muhammad Bunga Ashab Terpilih Sebagai Ketua dan Sekertaris AMSI Wilayah Kepri Satgas Penanggulangan Aktivitas Ilegal IKN Evaluasi Kinerja 2025 dan Susun Rencana Kerja 2026 Harga Terjangkau untuk Warga, Otorita IKN Luncurkan Gerakan Pangan Murah di Kawasan Nusantara Otorita IKN Terus Hadirkan Program Cek Kesehatan Gratis, Perluas Akses Layanan Kesehatan di Nusantara Sosialisasi SPBE dan Pemerintahan Digital Dorong Akselerasi Transformasi Menuju Indonesia Digital 2045

SENI BUDAYA · 2 Okt 2023 14:00 WITA ·

Prosesi Ritual Nyisik Lembuswana


 Prosesi ritual menyisik Lembuswana mulai dari Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke-XXI Adji Muhammad Arifin dan para kerabat berdiri dari duduk bersila untuk menghampiri Tambak Karang Lembuswana.(Foto : Awal) Perbesar

Prosesi ritual menyisik Lembuswana mulai dari Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke-XXI Adji Muhammad Arifin dan para kerabat berdiri dari duduk bersila untuk menghampiri Tambak Karang Lembuswana.(Foto : Awal)

Kumalanews – Ritual menyisik Lembuswana, Bepelas Sultan dan Belimbur Beras merupakan prosesi pertanda Erau Adat Pelas Benua akan berakhir.

Mulai dari Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke-XXI Adji Muhammad Arifin dan para kerabat berdiri dari duduk bersila untuk menghampiri Tambak Karang Lembuswana.

Tiap orang meletakkan mata uang kertas maupun logam ke bagian tubuh yaitu di kepala yang bermahkota, belalai, kaki, ekor, sayap hingga sisik dengan menghaturkan niat masing-masing terhadap pemaknaan simbol dalam diri Lembuswana.

Usai ritual menyisik Lembuswana dilanjutkan dengan sejumlah prosesi didalam keraton seperti tari Sakral Ganjur dan upacara ritual lainnya.

Setelah melakukan sejumlah prosesi, Sultan Adji Muhammad Arifin pun langsung menghadap ke Tiang Ayu sambil berjalan memegang tali Juwitan dan kain Cinde untuk melaksanakan ritual Bepelas yang diiringi dentuman meriam.

Usai melakukan ritual Bepelas selanjutnya dilaksanakan sejumlah prosesi didalam Keraton, yang diikuti para kerabat Kesultanan dan para tamu undangan.

“Malam ini kita melaksanakan Seluang Mudik, sebelum besok kita melaksanakan prosesi ngulur Naga. Seluang Mudik Sendiri dimaknakan seperti ikan seluang yang kembali kehabitatnya. Artinya, kita malam ini ada menyisik Lembuswana, menjuluk buah Bawal, dan terakhir Belimbur Beras. Dan kesemuanya itu melambangkan kemakmuran rakyat kutai,” terang, Raden Dedy Hartono, Kerabat Kesultanan Kutai Ing Martadipura.

IMG 1817 scaled

Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke-XXI Adji Muhammad Arifin beserta kerabat melakukan prosesi Belimbur Beras yang di ikuti para tamu undangan yang hadir dengan sukaria.(Foto : Awal)

Setelah melakukan sejumlah ritual sakral, kemudian Sultan Adji Muhammad Arifin beserta kerabat melakukan prosesi Belimbur Beras yang di ikuti para tamu undangan yang hadir dengan sukaria.

Prosesi ini digelar dalam keraton usai ritual menyisik Lembuswana dan Bepelas Sultan yang berarti Erau akan berakhir sebelum menuju ke prosesi selanjutnya. (adm_alf)

Artikel ini telah dibaca 133 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Petala Borneo Tutup Malam Apresiasi OIKN dengan Penampilan Memukau dan Ajak Penonton Menari Jepen

9 Desember 2025 - 19:00 WITA

lip028i

Rayakan Ragam Kesenian Nusantara:Otorita IKN Gelar Malam Apresiasi Insan Budaya, Pariwisata, dan Ekraf

7 Desember 2025 - 13:15 WITA

WhatsApp Image 2025 12 07 at 11.44.16

Diskusi Budaya PKKB: Menguatkan Tradisi, Meneguhkan Jati Diri di Era Perubahan

7 Desember 2025 - 13:03 WITA

WhatsApp Image 2025 12 07 at 03.48.01

FPPI DPC Samarinda Gelar Lomba Tari Kreasi Nusantara di Museum Kota Samarinda

6 Desember 2025 - 19:45 WITA

WhatsApp Image 2025 12 06 at 19.35.22

Pameran Kebudayaan Bilah Nusantara 2025 Resmi Dibuka, Angkat Spirit Pelestarian Tradisi dan Pemberdayaan Perempuan

5 Desember 2025 - 18:45 WITA

dprd smd 75

Pameran Kebudayaan Bilah Nusantara 2025

4 Desember 2025 - 13:30 WITA

WhatsApp Image 2025 12 04 at 06.32.18
Trending di BERITA DAERAH