KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Lurah Loa Ipuh Erri Suparjan berharap penataan di bantaran sungai jalan Kartini dan Panjaitan Mayjen Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) cepat teralisasi.
Harapan tersebut disampaikan Erri Suparjan saat kegiatan konsultasi publik dalam rangka penyusunan dokumen analisis mengenai dampak lingkungan rencana penataan kawasan tepian sungai Tenggarong, di Balai Pertemuan Umum (BPU) Kelurahan Loa Ipuh, pada Kamis (7/11/2024)
Dalam hal itu, Erri Suparjan menilai konsultasi publik ini merupakan salah satu potensi yang dalam membantu Kelurahan Loa Ipuh untuk mengejar daerah lain.
Pasalnya, Kelurahan Loa Ipuh masuk dalam kategori tiga besar daerah miskin di Kukar, serta menjadi indikator yakni daerah kumuh yang hingga saat ini belum dapat teratasi.
“Alhamdulillah (kegiatan konsultasi publik) ini adalah langkah-langkah maju yang dilakukan oleh kawan-kawan, atasan kami bahwa dengan secara sistematis langkah-langkah ini progresnya dapat berjalan dengan baik, sehingga kami juga berharap bahwa ini segera terealisasi,” harap Erri Suparjan.
Lebih lanjut Erri Suparjan mengemukakan bahwa, sebagian besar di bantaran sungai Tenggarong yakin hampir 90 persen adalah kawasan Kelurahan Loa Ipuh. Oleh sebab itu, penataan diharapkan segara dilakukan sehingga citra daerah kumuh di Kelurahan Loa Ipuh dapat dihilangkan.
Tak hanya itu, pihak Kelurahan Loa Ipuh juga sudah melakukan diskusi dengan masyarakat setempat terkait dengan penataan di bantaran sungai tersebut/
“Alhamdulilah masyarakat kemarin juga bersyukur ada titik terang, karena kalau selama ini mereka masih was-was perbaiki rumahnya,” ungkap Erri Suparjan.
“Kalau seandainya terjadi penggusuran atau relokasi itu tidak diperbaiki juga rumahnya, tapi ada juga yang memang rumahnya lumayan mengkhawatirkan,” sambung Erri Suparjan.
Baca juga Camat Tenggarong Sukono Dukung Penuh Penataan Bantaran Sungai Tenggarong https://kumalanews.id/2024/11/07/camat-tenggarong-sukono-dukung-penuh-penataan-bantaran-sungai-tenggarong/
Erri Suparjan juga menyebut bahwa, sebagian besar pendudukan di bantaran sungai Tenggarong merupakan para pedagang, yang berarti ekonominya ditopang oleh hasil dari niaga.
“Dan Alhamdulillah mereka tidak mempermasalahkan dan menanggapinya dengan positif apabila terjadi relokasi,” tutup Erri Suparjan (adv/af)
Untuk diketahui, konsultasi publik dalam rangka penyusunan dokumen analisis mengenai dampak lingkungan rencana penataan kawasan tepian sungai Tenggarong ini digelar oleh Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Kutai Kartanegara Kukar, yang dihadir Kepala Bidang Perumahan Disperkim Kukar Hery Setyawan, Camat Tenggarong Sukono, Konsultan dari PT Matrasarkan Sinergita, para Ketua RT dan Tokoh Masyarakat di Kelurahan Loa Ipuh.(adv/diskominfokukar/fay/ruz)

















