Menu ✖

Mode Gelap
Peserta KRTJ ke-16 Tinjau Infrastruktur IKN, Apresiasi Progres Pembangunan Nusantara Reses di Tengah Pemadaman Listrik, Markaca Tampung Aspirasi Warga Sungai Kapih Kebakaran di Muara Muntai Hanguskan Rumah, Toko dan Kantor Bank Reses Yakob Pangedongan, Warga Lok Bahu Sampaikan Aspirasi Infrastruktur hingga Fasilitas Anak Reses Markaca di Sungai Kapih, Warga Harapkan Pembangunan Parit Berlanjut pada 2027

BERITA DAERAH · 18 Mar 2025 16:15 WITA ·

Perkuat Wisata Sejarah, Disbudpar PPU Sebut Sebagai Identitas dan Daya Tarik Daerah


 Perkuat Wisata Sejarah, Disbudpar PPU Sebut Sebagai Identitas dan Daya Tarik Daerah Perbesar

KUMALANEWS.ID, PENAJAM PASER UTARA – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), tengah fokus dalam mengembangkan wisata sejarah sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya serta peningkatan daya tarik daerah.

Selain memperkenalkan nilai-nilai historis kepada generasi muda, langkah itu juga diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal, khususnya masyarakat di Benuo Taka.

Kepala Bidang Pariwisata dan Pemasaran Disbudpar PPU Juzlizar Rakhman mengungkapkan, saat ini pihaknya tengah melakukan pemetaan dan penguatan pada sejumlah situs sejarah yang memiliki nilai penting bagi daerah.

Dimana beberapa destinasi yang menjadi perhatian antara lain, Makam Aji Raden Kusuma, Anden Oko, Anden Gedang serta Aji Natam di Makam Tepian Dalam Muara Sesulu.

Selain itu, peninggalan Meriam Jepang di Kelurahan Gunung Seteleng, dimana saat ini menjadi salah satu objek yang tengah dikembangkan.

“Kami ingin menjadikan situs-situs sejarah ini sebagai destinasi wisata yang menarik sekaligus edukatif bagi masyarakat,” ujar Juzlizar Rakhman, Selasa (18/03/2025).

“Dengan pengelolaan yang lebih baik, tentunya diharapakan wisata sejarah di PPU bisa menjadi daya tarik unggulan,” sambung Juzlizar Rakhman.

Sebagai upaya konkret, Disbudpar PPU juga mulai meningkatkan infrastruktur pendukung di sekitar destinasi wisata sejarah diantaranya perbaikan akses jalan, penyediaan fasilitas parkir, serta pengembangan sarana pendukung seperti pusat kuliner dan area informasi sejarah menjadi prioritas utama.

“Wisata sejarah bukan hanya tentang menjaga warisan masa lalu, tetapi juga bagaimana mengelolanya agar mampu memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar,” tegas Juzlizar Rakhman.

Tak hanya itu, Juzlizar Rakhman juga menilai bahwa dengan pengelolaan yang tepat, wisata sejarah dapat menjadi bagian penting dalam strategi pengembangan pariwisata daerah.

Selain itu, kegiatan kebudayaan seperti festival sejarah dan peringatan peristiwa bersejarah juga bisa menjadi daya tarik tambahan bagi wisatawan.

Kedepan, Disbudpar PPU akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan bahwa pengembangan wisata sejarah dapat berjalan optimal.

“Dengan dukungan pemerintah daerah dan masyarakat, wisata sejarah di PPU diharapkan mampu menjadi identitas kuat sekaligus motor penggerak ekonomi lokal,” pungkas Juzlizar Rakhman.(ADV/DiskominfoPPU)

Artikel ini telah dibaca 33 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Peserta KRTJ ke-16 Tinjau Infrastruktur IKN, Apresiasi Progres Pembangunan Nusantara

9 Oktober 2026 - 11:00 WITA

m57

Reses di Tengah Pemadaman Listrik, Markaca Tampung Aspirasi Warga Sungai Kapih

9 Oktober 2026 - 10:00 WITA

m56

Kebakaran di Muara Muntai Hanguskan Rumah, Toko dan Kantor Bank

9 Oktober 2026 - 09:00 WITA

m54

Reses Yakob Pangedongan, Warga Lok Bahu Sampaikan Aspirasi Infrastruktur hingga Fasilitas Anak

9 Oktober 2026 - 08:00 WITA

m53

Reses Markaca di Sungai Kapih, Warga Harapkan Pembangunan Parit Berlanjut pada 2027

9 Oktober 2026 - 07:00 WITA

markaca

Disnaker Balikpapan Ubah Pola Pelatihan Kerja, Kini Berbasis Kebutuhan Dunia Usaha

8 Oktober 2026 - 23:00 WITA

m51
Trending di BERITA DAERAH