Menu ✖

Mode Gelap
Kebakaran Hanguskan Sekitar 75 Rumah di Tenggarong, Keterbatasan Air Jadi Kendala Pemadaman Efisiensi Anggaran, Pemkab Kukar Pangkas Belanja Perjalanan Dinas hingga Operasional Lima Raperda Disepakati Dibahas, Pemkab Kukar Dorong Pencabutan Perda Kecamatan Sedulang Delegasi REAAA Kagumi Perkembangan Nusantara, Soroti Konsep Kota Berkelanjutan KNPI Samarinda Sampaikan Aspirasi Pemuda, Dorong Regulasi dan Dukungan untuk OKP

BERITA DAERAH · 30 Mei 2025 11:15 WITA ·

Olah Gubang, Mengarungi Musik Tradisi dari Pedalaman Kutai


 Olah Gubang, Mengarungi Musik Tradisi dari Pedalaman Kutai Perbesar

KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Dari pedalaman Kutai Kartanegara (Kukar), lahir sebuah komunitas musik yang menawarkan warna berbeda dalam lanskap kesenian Kalimantan Timur (Kaltim). Bernama Olah Gubang, kelompok ini merupakan manifestasi dari semangat empat pemuda Tenggarong yang ingin memberi ruang ekspresi bagi seni musik tradisi yang mereka cintai.

Berawal dari divisi musik Sanggar Tari Gubang di bawah naungan Yayasan Gubang, Achmad Fauzi (akrab disapa Ozi) bersama Jesdi Maulana A Noya, Ilham Saputra, dan Renaldy Pratama, menggagas Olah Gubang sebagai identitas terpisah dari sanggar tari yang menaunginya.

“Dulu kami tampil main musik, tapi publik menyangka kami pengiring tari. Padahal kami tampil sebagai musisi. Dari situlah muncul ide dan gagasan untuk memberi nama khusus,” ujar pendiri Olah Gubang, Achmad Fauzi, Jumat (30/5/2025).

Nama Olah Gubang berasal dari Bahasa daerah Kutai. Gubang berarti Perahu, sedangkan Olah merujuk pada Dayung.  Filosofi ini menggambarkan perjalanan bersama yang tidak akan sampai ke tujuan tanpa usaha dan kolaborasi

Dalam karya-karyanya, Olah Gubang tidak membatasi diri pada satu genre. Mereka menyebut musik mereka sebagai alternatif tradisi, menggabungkan alat musik etnik seperti gambus, suling dan sape’ dengan instrumen modern.

Lebih dari sekadar komunitas musik, Olah Gubang telah menjadi rumah kreatif yang memberikan ruang eksplorasi bagi anak-anak muda, sekaligus menjadi penggerak pelestarian budaya lokal.

“Kami bukan hanya main musik, kami belajar, berdiskusi, bahkan punya kelas yang kami sebut ‘Ngaji Seni’,” pungkas Fauzi.

 

Pewarta : M. Zailany
Editor  : Fairuzzabady
Artikel ini telah dibaca 172 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Kebakaran Hanguskan Sekitar 75 Rumah di Tenggarong, Keterbatasan Air Jadi Kendala Pemadaman

5 Oktober 2026 - 22:00 WITA

m6

Efisiensi Anggaran, Pemkab Kukar Pangkas Belanja Perjalanan Dinas hingga Operasional

5 Oktober 2026 - 21:02 WITA

m5

Lima Raperda Disepakati Dibahas, Pemkab Kukar Dorong Pencabutan Perda Kecamatan Sedulang

5 Oktober 2026 - 20:00 WITA

m4

KNPI Samarinda Sampaikan Aspirasi Pemuda, Dorong Regulasi dan Dukungan untuk OKP

5 Oktober 2026 - 18:00 WITA

m1

Viktor Soroti Keterbatasan Fiskal Samarinda, Dorong Pemuda Manfaatkan Potensi Ekonomi

5 Oktober 2026 - 17:00 WITA

l99

HUT Ke-81 TNI, Pemkab Kukar Perkuat Sinergi Jaga Ketahanan Pangan dan Keamanan Daerah

5 Oktober 2026 - 15:00 WITA

l98
Trending di BERITA DAERAH