Menu

Mode Gelap
Warga Muara Jawa Desak Tambang Kembali Beroperasi, Ribuan Pekerja Terdampak Dirut BPJS Kesehatan Tinjau IKN, Siapkan Kantor Layanan Untuk Perkuat Akses Kesehatan PWI Kukar Latih Jurnalistik Warga di Desa Kersik, Dorong Informasi Akurat dan Promosi Potensi Desa PWI Kukar dan Desa Kersik Hijaukan Pantai Biru, Perkuat Tahan Abrasi Pelantikan Matra Kaltim di IKN, Basuki Tekankan Persatuan dan Peran Adat Dalam Pembangunan

BERITA DAERAH · 30 Mei 2025 15:15 WITA ·

Satu Dekade Olah Gubang, Dari Ruang Sempit Sanggar ke Panggung Nusantara


 Satu Dekade Olah Gubang, Dari Ruang Sempit Sanggar ke Panggung Nusantara Perbesar

KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Tidak semua komunitas bisa bertahan sepuluh tahun, apalagi komunitas musik tradisi di tengah derasnya arus modernisasi.  Tapi Olah Gubang membuktikan sebaliknya. Lahir pada November 2015 lalu, dari bibit pertemuan sejak 2011 silam, mereka kini menjelma jadi motor penggerak pelaku seni tradisi Kalimantan Timur.

Tak hanya banyak mencatatkan prestasi, tapi Olah Gubang punya capaian substansial, menciptakan dan menjadi tuan rumah tiga festival seni tingkat kabupaten seperti Bahana Benua Raja World Music Festival 2021, Swanantara Traditional Music Festival 2023, dan Tangga Arung Traditional Music Festival 2024.

“Yang kami banggakan adalah berhasil mengumpulkan pelaku musik tradisi yang sempat hilang arah pasca-pandemi,” ujar pendiri Olah Gubang, Achmad Fauzi, Jumat (30/5/2025).

Dalam perjalannya, Olah Gubang juga telah tampil dan diapresiasi di berbagai panggung nasional, membawa karya orisinal bukan sekadar mengiringi tari.

Mereka bahkan beberapa kali mewakili Kalimantan Timur dalam festival terkurasi di luar daerah, Namun semua itu datang dengan tantangan.

“Orang bilang kami mahal, padahal kami tidak pernah menetapkan tarif,” terang Fauzi.

Anggapan itu justru menjadi beban moral sekaligus pemicu untuk terus menjaga kualitas, profesionalitas, dan keberlanjutan karya mereka. Dan di balik seluruh capaian, pesan mereka tetap sederhana namun tajam.

“Mun lain etam, siapa lagi? Kalau bukan kita, siapa lagi yang melestarikan budaya kita,” pungkas Fauzi.

 

Pewarta : M. Zailany
Editor  : Fairuzzabady
Artikel ini telah dibaca 55 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Warga Muara Jawa Desak Tambang Kembali Beroperasi, Ribuan Pekerja Terdampak

4 Mei 2026 - 11:00 WITA

demo0001

PWI Kukar Latih Jurnalistik Warga di Desa Kersik, Dorong Informasi Akurat dan Promosi Potensi Desa

4 Mei 2026 - 09:00 WITA

pwi0003

PWI Kukar dan Desa Kersik Hijaukan Pantai Biru, Perkuat Tahan Abrasi

4 Mei 2026 - 08:00 WITA

pwikukar0001

Kongres PSSI Kukar 2026: Dorong Pembinaan Dari Akar Rumput, Targetkan Stadion Kembali Ramai

2 Mei 2026 - 18:00 WITA

pssikukar01

May Day 2026 di Kukar, Momentum Perkuat Sinergi dan Kepedulian bagi Pekerja

1 Mei 2026 - 14:00 WITA

day3

May Day 2026, Perempuan Mahardhika Samarinda Soroti Ketidakadilan Buruh Perempuan

1 Mei 2026 - 13:00 WITA

day1
Trending di BERITA DAERAH