Menu

Mode Gelap
DPRD Samarinda Minta Jalur Afirmasi SPMB Lebih Fleksibel, Ronal: Jangan Hanya Bergantung pada Data Desil Disdikbud Samarinda Tegaskan Jalur Afirmasi SPMB 2026 Berdasarkan Data Desil Nasional, SKTM Tetap Jadi Solusi UMKM Kreatif Weekend Fair 2026 Hadir di Samarinda, Belanja Murah hingga Hiburan Seru Menanti Dari Petani hingga Legislator: Arbain Jadikan Politik Sebagai Jalan Pengabdian 23 Tahun Mengabdi, Kadisdikbud Kukar Raih Satyalancana Karya Satya: “Ini Amanah, Bukan Sekadar Penghargaan”

BERITA DAERAH · 30 Mei 2025 15:15 WITA ·

Satu Dekade Olah Gubang, Dari Ruang Sempit Sanggar ke Panggung Nusantara


 Satu Dekade Olah Gubang, Dari Ruang Sempit Sanggar ke Panggung Nusantara Perbesar

KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Tidak semua komunitas bisa bertahan sepuluh tahun, apalagi komunitas musik tradisi di tengah derasnya arus modernisasi.  Tapi Olah Gubang membuktikan sebaliknya. Lahir pada November 2015 lalu, dari bibit pertemuan sejak 2011 silam, mereka kini menjelma jadi motor penggerak pelaku seni tradisi Kalimantan Timur.

Tak hanya banyak mencatatkan prestasi, tapi Olah Gubang punya capaian substansial, menciptakan dan menjadi tuan rumah tiga festival seni tingkat kabupaten seperti Bahana Benua Raja World Music Festival 2021, Swanantara Traditional Music Festival 2023, dan Tangga Arung Traditional Music Festival 2024.

“Yang kami banggakan adalah berhasil mengumpulkan pelaku musik tradisi yang sempat hilang arah pasca-pandemi,” ujar pendiri Olah Gubang, Achmad Fauzi, Jumat (30/5/2025).

Dalam perjalannya, Olah Gubang juga telah tampil dan diapresiasi di berbagai panggung nasional, membawa karya orisinal bukan sekadar mengiringi tari.

Mereka bahkan beberapa kali mewakili Kalimantan Timur dalam festival terkurasi di luar daerah, Namun semua itu datang dengan tantangan.

“Orang bilang kami mahal, padahal kami tidak pernah menetapkan tarif,” terang Fauzi.

Anggapan itu justru menjadi beban moral sekaligus pemicu untuk terus menjaga kualitas, profesionalitas, dan keberlanjutan karya mereka. Dan di balik seluruh capaian, pesan mereka tetap sederhana namun tajam.

“Mun lain etam, siapa lagi? Kalau bukan kita, siapa lagi yang melestarikan budaya kita,” pungkas Fauzi.

 

Pewarta : M. Zailany
Editor  : Fairuzzabady
Artikel ini telah dibaca 62 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

DPRD Samarinda Minta Jalur Afirmasi SPMB Lebih Fleksibel, Ronal: Jangan Hanya Bergantung pada Data Desil

19 Juni 2026 - 17:00 WITA

a25

Disdikbud Samarinda Tegaskan Jalur Afirmasi SPMB 2026 Berdasarkan Data Desil Nasional, SKTM Tetap Jadi Solusi

19 Juni 2026 - 16:00 WITA

a24

UMKM Kreatif Weekend Fair 2026 Hadir di Samarinda, Belanja Murah hingga Hiburan Seru Menanti

19 Juni 2026 - 15:00 WITA

a23

Dari Petani hingga Legislator: Arbain Jadikan Politik Sebagai Jalan Pengabdian

19 Juni 2026 - 14:00 WITA

a22

23 Tahun Mengabdi, Kadisdikbud Kukar Raih Satyalancana Karya Satya: “Ini Amanah, Bukan Sekadar Penghargaan”

19 Juni 2026 - 13:00 WITA

a21

Akademisi Nilai Raperda Kebakaran Samarinda Jadi Payung Hukum Strategis dan Perkuat Sistem Penyelamatan

18 Juni 2026 - 21:00 WITA

a20
Trending di BERITA DAERAH