KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Guna mengembangkan kearifan lokal, salah satu desa di Kutai Kartanegara (Kukar), terus melakukan pengembangan potensi serta pembangunan destinasi wisata alam.
Pasalnya, kolam bekas tambang batu bara disulap menjadi objek wisata yang indah dan menawan.
Destinasi wisata ini bernama Danau Kumbara, yang berlokasi di Desa Kota Bangun III, Kecamatan Kota Bangun Darat.
Objek wisata ini juga memadukan keindahan danau dengan alam sekitarnya, yang hijau dan sejuk, memberikan suasana tenang dan menyegarkan.
Pengunjung dapat menikmati berbagai fasilitas yang tersedia untuk bersantai, berfoto, atau sekedar menikmati pesona alam yang masih asri.
Di sepanjang tepi danau tersedia jembatan yang dapat dijadikan tempat berjalan santai sambil memberi makan ikan yang berenang di kolam.
Di area ini juga tersedia lahan untuk camping, menjadikan danau kumbara sebagai tempat favorit untuk liburan keluarga atau kegiatan outdoor.
Danau kumbara dikembangkan sejak tahun 2021, dari kolam bekas galian tambang batu bara, oleh Pemerintah Desa Kota Bangun III.
Dalam pengelolaannya, danau ini dikelola oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Mahardika dengan mengusung konsep wisata berbasis kearifan lokal.
Pembangunannya menggunakan anggaran desa, namun dilaksanakan secara gotong royong bersama warga setempat.
“Pengunjung yang datang ke Danau Kumbara ini berasal dari berbagai wilayah di Kaltim, dan harga tiketnya pun sangat terjangkau, hanya Rp5.000 termasuk parkir,” ungkap Kepala Desa Kota Bangun III, Lilik Hendrawanto.
Dengan harga tiket yang ramah di kantong, Danau Kumbara terbuka untuk umum setiap hari dan menjadi alternatif wisata yang efektif untuk menggerakkan ekonomi desa.
Pengembangan destinasi ini diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, sekaligus menjadi sumber pendapatan asli desa.
Jadi, bagi anda yang ingin menikmati keindahan alam yang masih asri di tengah Kalimantan Timur, Danau Kumbara di Desa Kota Bangun III, Kecamatan Kota Bangun Darat, Kukar, bisa menjadi pilihan wisata anda selanjutnya.
Pewarta : Ghina A Editor : Fairuzzabady

















