Menu

Mode Gelap
Polemik 49 Ribu Peserta JKN Memanas, Wali Kota Samarinda: Ini Pengalihan Beban, Bukan Redistribusi BPS Samarinda Siap Gelar Sensus Ekonomi 2026, Data Pelaku Usaha Jadi Fokus Utama DPRD Samarinda Dukung Penuh Sensus Ekonomi 2026, Soroti Pentingnya Kepercayaan Masyarakat Bongkar Jaringan Sabu 1,5 Kg di Loa Janan, Polres Kukar Amankan Dua Tersangka dan Kejar Satu DPO Penertiban Kawasan Hutan di Kukar Dipercepat, Pemda dan Satgas PKH Perkuat Sinergi

BERITA DAERAH · 3 Agu 2025 20:15 WITA ·

Operasi Pencarian Nelayan Hilang di Karang Masimbung Resmi Dihentikan


 Operasi Pencarian Nelayan Hilang di Karang Masimbung Resmi Dihentikan Perbesar

KUMALANEWS.ID, BERAU – Setelah enam hari pencarian, operasi SAR terhadap nelayan bernama Arifin (70) yang dilaporkan hilang di Perairan Karang Masimbung, Kecamatan Pulau Derawan, Kabupaten Berau, resmi dihentikan pada Minggu sore (3/8/2025).

Operasi hari keenam menjangkau area seluas 2.131 mil laut persegi, dengan penyisiran dibagi ke dalam empat sektor laut. Tim SAR Gabungan terdiri dari Unit Siaga SAR Berau, Pos AL Pulau Derawan dan Biduk-Biduk, Polairud Polda Kaltim, Samapta Berau, nelayan setempat, serta pihak keluarga.

Meski telah mengerahkan berbagai alat seperti RIB Basarnas, speedboat instansi terkait, kapal nelayan, serta melakukan komunikasi aktif ke kapal-kapal yang melintas, korban belum juga ditemukan.

Setelah koordinasi lapangan pada pukul 17.00 WITA, Tim SAR Gabungan dan keluarga korban sepakat menghentikan operasi pencarian. Seluruh unsur dikembalikan ke satuan masing-masing, dan operasi SAR dinyatakan selesai, namun tetap siaga apabila muncul informasi baru.

Koordinator Unit Siaga SAR Berau, Bongga Lossong, menyatakan keputusan ini diambil atas pertimbangan profesional dan kemanusiaan.

“Kami sudah mengerahkan upaya maksimal selama enam hari. Namun hingga kini belum ada tanda-tanda keberadaan korban. Kami akan tetap siaga jika ada perkembangan baru,” ujar Bongga.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung operasi, termasuk masyarakat nelayan, keluarga korban, dan seluruh instansi terkait. (*)

Artikel ini telah dibaca 23 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Polemik 49 Ribu Peserta JKN Memanas, Wali Kota Samarinda: Ini Pengalihan Beban, Bukan Redistribusi

15 April 2026 - 18:00 WITA

andi9999991

BPS Samarinda Siap Gelar Sensus Ekonomi 2026, Data Pelaku Usaha Jadi Fokus Utama

15 April 2026 - 17:00 WITA

smd909761

DPRD Samarinda Dukung Penuh Sensus Ekonomi 2026, Soroti Pentingnya Kepercayaan Masyarakat

15 April 2026 - 16:00 WITA

iswandi0987

Penertiban Kawasan Hutan di Kukar Dipercepat, Pemda dan Satgas PKH Perkuat Sinergi

15 April 2026 - 08:00 WITA

pkh001

Jembatan Merah Putih Presisi di Jonggon Resmi Direnovasi, Dorong Akses dan Ekonomi Warga

14 April 2026 - 14:00 WITA

polreskkar909

Redistribusi Iuran Jaminan Kesehatan Disorot, DPRD Samarinda Minta Pemprov dan Daerah Duduk Bersama

14 April 2026 - 13:00 WITA

dprd09999911
Trending di BERITA DAERAH