Menu

Mode Gelap
Jaringan Narkoba Muara Kaman Terbongkar, Polisi Sita Setengah Kilogram Sabu dan Buru DPO Pengembangan Kasus Sabu di Muara Kaman, Polisi Ringkus Perantara dan Amankan Barang Bukti Transaksi Sabu di Muara Kaman Terbongkar, 20 Paket Disembunyikan di Atap Rumah Walet Gen Matic x Shopee di IKN Diserbu Peserta, UMKM Didorong Melek Digital dan Naik Kelas IKN Gandeng Unhas, Perkuat SDM dan Riset untuk Bangun Kota Masa Depan

SENI BUDAYA · 18 Sep 2025 11:15 WITA ·

Erau Adat Segera Dimulai, Sultan Kutai Jalani Ritual Beluluh Awal di Kedaton


 Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke-21, Aji Muhammad Arifin, menjalani prosesi ritual Beluluh Awal sebelum dimulainya Erau Adat di Kedaton Kesultanan Kutai, Kamis (18/9/2025). (Fairuzzabady/Kumalanews.id) Perbesar

Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke-21, Aji Muhammad Arifin, menjalani prosesi ritual Beluluh Awal sebelum dimulainya Erau Adat di Kedaton Kesultanan Kutai, Kamis (18/9/2025). (Fairuzzabady/Kumalanews.id)

KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Persiapan pesta adat dan budaya Erau Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura mulai terasa di Kota Raja Tenggarong.

Menjelang pelaksanaan Erau Adat Kuta tahun ini, kerabat Kesultanan terlebih dahulu menggelar ritual sakral bernama Beluluh Awal Sultan.

Upacara ini berlangsung di Kedaton Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Kamis (18/9/2025) pagi.

Sejumlah perlengkapan khusus disiapkan, termasuk balai bambu kuning dengan 41 tiang berlapis kain kuning serta sesajen sebagai bagian dari persiapan ritual.

Kerabat Kesultanan, Pangeran Noto Negoro, menjelaskan bahwa prosesi Beluluh dilaksanakan sebagai tahap awal sebelum didirikannya Tiang Ayu. Istilah beluluh berasal dari dua kata, yakni buluh dan luluh.

“Makna dari prosesi ini adalah membersihkan diri seorang Sultan agar terbebas dari energi negatif, sehingga memunculkan energi positif,” terangnya.

“Dengan begitu, aura Sultan semakin kuat dan memberikan pengaruh besar dalam seluruh rangkaian prosesi adat Erau,” sambungnya.

Ia menambahkan, selama rangkaian Erau yang berlangsung 21–28 September, prosesi Beluluh Sultan akan dilaksanakan setiap hari di Kedaton, tepat setelah salat Asar atau saat matahari mulai terbenam.

Lebih jauh, Pangeran Noto Negoro berharap ritual ini tidak hanya menjadi rutinitas seremonial, tetapi juga sarat makna yang dapat diwariskan kepada generasi penerus.

“Sebagaimana disebut dalam Undang-Undang Adat, ada empat nilai utama yang bisa diambil dan diimplementasikan oleh anak-anak muda maupun para pemimpin,” ujarnya.

“Dengan begitu, mereka memiliki dasar yang kuat berlandaskan nilai-nilai adat, budaya, dan kearifan lokal,” pungkasnya.

 

Pewarta & Editor : Fairuzzabady
Artikel ini telah dibaca 98 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Simfoni Swara Nusantara Hidupkan KIPP IKN, Harmoni Musik dan Budaya Tarik Antusias Pengunjung

29 Maret 2026 - 10:00 WITA

musik001

Reog Ponorogo Hidupkan Bendungan Sepaku Semoi, Warga Antusias Nikmati Ruang Publik Baru di IKN

29 Maret 2026 - 09:00 WITA

reog1

Malam Pelipur Lara, Saat Musik Tradisi Borneo Berbicara Ke Hati

13 Februari 2026 - 08:00 WITA

Melalui buku ini kami ingin menunjukkan bahwa pembangunan IKN tahap I dilaksanakan dengan perencanaan yang matang standar teknis yang jelas serta visi besar pembangunan berkelanjutan 82

Promosikan Budaya Nusantara dan UMKM, Duta Budaya Indonesia Siap Tampil di Rotterdam Belanda April 2026

22 Januari 2026 - 16:00 WITA

b22332e6 1bfb 4a1d a44e 583a8c58ba15

Nada Tradisi yang Dicatat Negara: Perjalanan Achmad Fauzi Menghidupkan Keroncong Tingkilan Kutai

19 Januari 2026 - 15:00 WITA

Beige and Yellow Abstract Shapes Film Photo Collage

Petala Borneo Menabuh Identitas Kutai: Dari Tanah Tradisi Menuju Panggung Musik Digital

3 Januari 2026 - 15:00 WITA

Beige and Brown Simple Fashion Collection Photo Collage Banner
Trending di BERITA DAERAH