Menu ✖

Mode Gelap
Resmikan SAE PASTARUNG, Bupati Kukar Dorong Pemberdayaan dan Kemandirian Warga Binaan Rodi Arianto Harap UMKM Kembali Beraktivitas di Teras Samarinda, RDP Berlanjut Besok Bapemperda DPRD Samarinda Bahas Raperda APBD 2027, Anggaran Awal Rp3,46 Triliun Perumda Varia Niaga Buka Peluang UMKM Kembali Berjualan di Teras Samarinda DPRD Samarinda Bahas Penghentian UMKM di Teras Samarinda, Pihak Terkait Dipanggil

SENI BUDAYA · 18 Sep 2025 11:15 WITA ·

Erau Adat Segera Dimulai, Sultan Kutai Jalani Ritual Beluluh Awal di Kedaton


 Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke-21, Aji Muhammad Arifin, menjalani prosesi ritual Beluluh Awal sebelum dimulainya Erau Adat di Kedaton Kesultanan Kutai, Kamis (18/9/2025). (Fairuzzabady/Kumalanews.id) Perbesar

Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke-21, Aji Muhammad Arifin, menjalani prosesi ritual Beluluh Awal sebelum dimulainya Erau Adat di Kedaton Kesultanan Kutai, Kamis (18/9/2025). (Fairuzzabady/Kumalanews.id)

KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Persiapan pesta adat dan budaya Erau Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura mulai terasa di Kota Raja Tenggarong.

Menjelang pelaksanaan Erau Adat Kuta tahun ini, kerabat Kesultanan terlebih dahulu menggelar ritual sakral bernama Beluluh Awal Sultan.

Upacara ini berlangsung di Kedaton Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Kamis (18/9/2025) pagi.

Sejumlah perlengkapan khusus disiapkan, termasuk balai bambu kuning dengan 41 tiang berlapis kain kuning serta sesajen sebagai bagian dari persiapan ritual.

Kerabat Kesultanan, Pangeran Noto Negoro, menjelaskan bahwa prosesi Beluluh dilaksanakan sebagai tahap awal sebelum didirikannya Tiang Ayu. Istilah beluluh berasal dari dua kata, yakni buluh dan luluh.

“Makna dari prosesi ini adalah membersihkan diri seorang Sultan agar terbebas dari energi negatif, sehingga memunculkan energi positif,” terangnya.

“Dengan begitu, aura Sultan semakin kuat dan memberikan pengaruh besar dalam seluruh rangkaian prosesi adat Erau,” sambungnya.

Ia menambahkan, selama rangkaian Erau yang berlangsung 21–28 September, prosesi Beluluh Sultan akan dilaksanakan setiap hari di Kedaton, tepat setelah salat Asar atau saat matahari mulai terbenam.

Lebih jauh, Pangeran Noto Negoro berharap ritual ini tidak hanya menjadi rutinitas seremonial, tetapi juga sarat makna yang dapat diwariskan kepada generasi penerus.

“Sebagaimana disebut dalam Undang-Undang Adat, ada empat nilai utama yang bisa diambil dan diimplementasikan oleh anak-anak muda maupun para pemimpin,” ujarnya.

“Dengan begitu, mereka memiliki dasar yang kuat berlandaskan nilai-nilai adat, budaya, dan kearifan lokal,” pungkasnya.

 

Pewarta & Editor : Fairuzzabady
Artikel ini telah dibaca 129 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

BeSeprah Erau Adat Kutai 2026, Tradisi Jamuan Rakyat yang Pererat Kebersamaan

24 September 2026 - 13:00 WITA

k95

Erau 2026 Resmi Dibuka, Bupati Kukar Ajak Masyarakat Jaga Warisan Budaya dan Kebersamaan

20 September 2026 - 12:00 WITA

k48

Tiang Ayu Ditegakkan, Tandai Dimulainya Erau Adat Kutai 2026

20 September 2026 - 11:00 WITA

k47

Merangin, Ritual Sakral Kesultanan Kutai Menandai Awal Perjalanan Menuju Erau

19 September 2026 - 09:00 WITA

k45

Menjamu Benua Digelar, Kesultanan Kutai Sambut Erau 2026

17 September 2026 - 20:00 WITA

k33

Beluluh Sultan Buka Jalan Menuju Semarak Erau Adat Kutai 2026

17 September 2026 - 14:00 WITA

k26
Trending di BERITA DAERAH