Menu

Mode Gelap
Aktivis Lingkungan Dorong Pengembangan Tebing Lonceng Utamakan Keselamatan dan Kolaborasi Digagas Sejak 2015, Rusdiansyah Ingin Wisata Gunung Lonceng Dikembangkan Jadi Kawasan Terpadu Bocah 12 Tahun Diduga Terseret Arus di Pantai Kemala Balikpapan, Pencarian Dilanjutkan Besok Orang Tua Siswa Bangga Titipkan Anak di SMA Taruna Nusantara Kampus IKN Komisi VII DPR RI Apresiasi Tingginya TKDN di IKN, Dorong UMKM dan Pariwisata Jadi Penggerak Ekonomi

SENI BUDAYA · 18 Sep 2025 17:15 WITA ·

Menjamu Benua, Ritual Sakral Pembuka Erau 2025 di Tenggarong


 Prosesi ritual Menjamu Benua diikuti 7 Belian Bini, 7 Belian Laki, 7 Pangkon Bini, dan 7 Pangkon Laki, diiringi tabuhan gendang serta gamelan. Rombongan membawa sesajian berupa 41 jenis kue jajanan pasar, nasi tambak, nasi ragi, telur, ayam panggang, air minum, dan peduduk. (Fairuzzabady/Kumalanews.id) Perbesar

Prosesi ritual Menjamu Benua diikuti 7 Belian Bini, 7 Belian Laki, 7 Pangkon Bini, dan 7 Pangkon Laki, diiringi tabuhan gendang serta gamelan. Rombongan membawa sesajian berupa 41 jenis kue jajanan pasar, nasi tambak, nasi ragi, telur, ayam panggang, air minum, dan peduduk. (Fairuzzabady/Kumalanews.id)

KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Menjelang pelaksanaan upacara adat Erau, pihak Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura menggelar prosesi ritual sakral bernama Menjamu Benua. Ritual ini berlangsung di kawasan Kota Tenggarong, Kamis (18/9/2025) sore.

Ritual Menjamu Benua berfungsi sebagai sarana pemberitahuan kepada khalayak ramai bahwa Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura telah memutuskan untuk menyelenggarakan Erau sekaligus menetapkan waktu pelaksanaannya.

Prosesi ini juga menjadi bentuk doa bersama, memohon keselamatan serta kelancaran agar seluruh rangkaian Erau dapat berjalan tanpa gangguan.

Dalam ritual tersebut, rombongan membawa sesajian yang ditempatkan di tiga titik, yakni Buntut Benua, Tengah Benua, dan Kepala Benua. Para belian turut membawa pakaian Sultan sebagai simbol pengganti kehadiran beliau secara fisik sepanjang prosesi berlangsung.

Rombongan terdiri dari 7 Belian Bini, 7 Belian Laki, 7 Pangkon Bini, dan 7 Pangkon Laki, yang diiringi tabuhan gendang dan gamelan. Sesajian yang dibawa berupa 41 jenis kue jajanan pasar, nasi tambak, nasi ragi, telur, ayam panggang, air minum, dan peduduk.

Petugas belian, Sartin, menjelaskan bahwa prosesi ini merupakan tindak lanjut dari penyampaian undangan yang dilakukan sebelumnya. Menurutnya, jamuan ini dimaksudkan untuk menghormati tamu-tamu yang telah diberitahu, agar mereka merasa dihargai dan tidak melakukan hal-hal yang dapat mengganggu jalannya acara.

“Harapan kami, melalui kegiatan ini, rangkaian Erau tahun ini bisa berjalan lancar, sukses, dan terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.

Sartin juga menekankan pentingnya dukungan pemerintah daerah, khususnya melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, untuk memastikan adanya regenerasi pelaku ritual agar tradisi ini tetap lestari di masa depan.

“Kami mengimbau para pengunjung dan masyarakat untuk menjaga ketertiban, keamanan, serta mematuhi aturan yang telah ditetapkan selama Erau Adat Kutai berlangsung,” pungkasnya.

 

Pewarta & Editor : Fairuzzabady
Artikel ini telah dibaca 76 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Diguyur Hujan, Festival Budaya Dayak Kenyah Tetap Dipadati Ribuan Pengunjung

29 Juni 2026 - 10:02 WITA

a127

Festival Budaya Dayak Kenyah 2026 Diserbu Pengunjung, Panitia Dorong Peningkatan Fasilitas

29 Juni 2026 - 09:00 WITA

a126

Festival Budaya Dayak Kenyah Ditutup Meriah, Ketua Adat Pampang Bangga Antusiasme Masyarakat

29 Juni 2026 - 08:00 WITA

a125

Tari Kembar 4 Meriahkan Festival Budaya Pampang, Simbol Harmoni Dayak dan Jawa di Samarinda

25 Juni 2026 - 19:00 WITA

a99

Festival Budaya Dayak Kenyah Jadi Sarana Pelestarian Tradisi dan Penggerak Ekonomi Masyarakat Pampang

25 Juni 2026 - 16:00 WITA

a96

HUT ke-53 Desa Budaya Pampang, Andi Harun Ajak Generasi Muda Jaga Warisan Budaya dan Kelestarian Alam

25 Juni 2026 - 13:00 WITA

a93
Trending di BERITA DAERAH