Menu

Mode Gelap
HUT Ke-81 RI, DPRD Samarinda Siapkan Rangkaian Kegiatan untuk Masyarakat DPRD Samarinda Perjelas Aturan Serah Terima PSU Perumahan Bagi Hasil Pajak Samarinda Baru 35,69 Persen, DPRD Minta Pemprov Buka Data Raperda Pemakaman Umum Samarinda Masuk Pembahasan Kedua, Ditargetkan Segera Finalisasi Pemkot Balikpapan Perketat Pengawasan Truk, Pos Dishub Diaktifkan hingga Malam

SENI BUDAYA · 18 Sep 2025 12:15 WITA ·

Prosesi Adat Sakral Dapat Dukungan Pemerintah Daerah


 Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke-21, Aji Muhammad Arifin, menjalani prosesi ritual Beluluh Awal sebelum dimulainya Erau Adat di Kedaton Kesultanan Kutai, Kamis (18/9/2025). (Fairuzzabady/Kumalanews.id) Perbesar

Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke-21, Aji Muhammad Arifin, menjalani prosesi ritual Beluluh Awal sebelum dimulainya Erau Adat di Kedaton Kesultanan Kutai, Kamis (18/9/2025). (Fairuzzabady/Kumalanews.id)

KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menyampaikan apresiasi terhadap prosesi adat yang digelar sebagai bagian dari pembukaan rangkaian Erau Adat Kutai tahun 2025. Kegiatan sakral tersebut dinilai memiliki makna mendalam, baik dari sisi spiritual maupun kultural, sekaligus menjadi langkah awal untuk menjaga kelancaran pelaksanaan Erau secara keseluruhan.

“Atas nama Pemerintah Daerah, kami mengapresiasi kegiatan hari ini yang merupakan bagian dari rangkaian pelaksanaan Erau tahun 2025,” ujar Asisten III Setkab Kukar, Dafip Haryanto, Kamis (18/9/2025).

“Prosesi ini menjadi pembuka tradisi budaya untuk menjaga dan menyelamatkan Sultan dari pengaruh-pengaruh negatif,” sambung Dafip Haryanto.

Ia menambahkan, prosesi awal ini dipercaya akan menjadi penentu kelancaran seluruh agenda Erau.

“Kami meyakini, jika prosesi ini diawali dengan baik, maka hingga penutupan Erau nantinya seluruh rangkaian kegiatan akan berjalan lancar, tertib, dan sukses,” kata Dafip.

Lebih jauh, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara menegaskan bahwa penyelenggaraan Erau bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan wujud nyata pelestarian tradisi dan warisan budaya leluhur.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi sarana edukasi bagi generasi muda, sekaligus memperkuat identitas daerah yang berakar pada adat istiadat Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura.

“Harapan kami, pelaksanaan Erau 2025 tidak hanya berjalan dengan baik, tetapi juga menjadi bagian penting dari upaya pelestarian budaya Kutai Kartanegara,” terang Dafip.

“Kegiatan ini diharapkan mampu menarik minat wisatawan untuk datang ke Kukar sekaligus memperkuat identitas daerah sebagai pusat budaya yang berakar kuat pada tradisi,” pungkas Dafip.

Dengan harapan tersebut, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara optimis bahwa Erau Adat 2025 dapat memberikan manfaat luas, tidak hanya dari sisi pelestarian budaya, tetapi juga dalam mendukung pertumbuhan sektor pariwisata dan memperkuat posisi Kutai Kartanegara sebagai daerah dengan kekayaan tradisi yang mendunia.

 

Pewarta & Editor : Fairuzzabady
Artikel ini telah dibaca 41 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Jepen Street Dance Hidupkan Warisan Budaya Kaltim di Tengah CFD Samarinda

9 Agustus 2026 - 13:00 WITA

f11

Petala Borneo Guncang IDEF 2026, Ajak Penonton Dunia Datang ke Erau Kukar

25 Juli 2026 - 17:00 WITA

d56

Diguyur Hujan, Festival Budaya Dayak Kenyah Tetap Dipadati Ribuan Pengunjung

29 Juni 2026 - 10:02 WITA

a127

Festival Budaya Dayak Kenyah 2026 Diserbu Pengunjung, Panitia Dorong Peningkatan Fasilitas

29 Juni 2026 - 09:00 WITA

a126

Festival Budaya Dayak Kenyah Ditutup Meriah, Ketua Adat Pampang Bangga Antusiasme Masyarakat

29 Juni 2026 - 08:00 WITA

a125

Tari Kembar 4 Meriahkan Festival Budaya Pampang, Simbol Harmoni Dayak dan Jawa di Samarinda

25 Juni 2026 - 19:00 WITA

a99
Trending di BERITA DAERAH