Menu ✖

Mode Gelap
DPRD Kukar Kejar Pembahasan Perubahan APBD 2026, Ditargetkan Tuntas 30 September KML Golongan Siaga Digelar, Dispora Kukar Dorong Penguatan Kompetensi Pembina Pramuka DLHK Kukar Dorong TPS 3R, Sampah Diolah Jadi Kompos hingga Produk Bernilai Ekonomi Raperda Perubahan APBD Kukar 2026 Masuki Tahap Akhir Pembahasan Pemkot Balikpapan Efisiensi Hampir Rp100 Miliar, Tukin hingga Perjalanan Dinas Dipangkas

SENI BUDAYA · 18 Sep 2025 12:15 WITA ·

Prosesi Adat Sakral Dapat Dukungan Pemerintah Daerah


 Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke-21, Aji Muhammad Arifin, menjalani prosesi ritual Beluluh Awal sebelum dimulainya Erau Adat di Kedaton Kesultanan Kutai, Kamis (18/9/2025). (Fairuzzabady/Kumalanews.id) Perbesar

Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke-21, Aji Muhammad Arifin, menjalani prosesi ritual Beluluh Awal sebelum dimulainya Erau Adat di Kedaton Kesultanan Kutai, Kamis (18/9/2025). (Fairuzzabady/Kumalanews.id)

KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menyampaikan apresiasi terhadap prosesi adat yang digelar sebagai bagian dari pembukaan rangkaian Erau Adat Kutai tahun 2025. Kegiatan sakral tersebut dinilai memiliki makna mendalam, baik dari sisi spiritual maupun kultural, sekaligus menjadi langkah awal untuk menjaga kelancaran pelaksanaan Erau secara keseluruhan.

“Atas nama Pemerintah Daerah, kami mengapresiasi kegiatan hari ini yang merupakan bagian dari rangkaian pelaksanaan Erau tahun 2025,” ujar Asisten III Setkab Kukar, Dafip Haryanto, Kamis (18/9/2025).

“Prosesi ini menjadi pembuka tradisi budaya untuk menjaga dan menyelamatkan Sultan dari pengaruh-pengaruh negatif,” sambung Dafip Haryanto.

Ia menambahkan, prosesi awal ini dipercaya akan menjadi penentu kelancaran seluruh agenda Erau.

“Kami meyakini, jika prosesi ini diawali dengan baik, maka hingga penutupan Erau nantinya seluruh rangkaian kegiatan akan berjalan lancar, tertib, dan sukses,” kata Dafip.

Lebih jauh, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara menegaskan bahwa penyelenggaraan Erau bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan wujud nyata pelestarian tradisi dan warisan budaya leluhur.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi sarana edukasi bagi generasi muda, sekaligus memperkuat identitas daerah yang berakar pada adat istiadat Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura.

“Harapan kami, pelaksanaan Erau 2025 tidak hanya berjalan dengan baik, tetapi juga menjadi bagian penting dari upaya pelestarian budaya Kutai Kartanegara,” terang Dafip.

“Kegiatan ini diharapkan mampu menarik minat wisatawan untuk datang ke Kukar sekaligus memperkuat identitas daerah sebagai pusat budaya yang berakar kuat pada tradisi,” pungkas Dafip.

Dengan harapan tersebut, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara optimis bahwa Erau Adat 2025 dapat memberikan manfaat luas, tidak hanya dari sisi pelestarian budaya, tetapi juga dalam mendukung pertumbuhan sektor pariwisata dan memperkuat posisi Kutai Kartanegara sebagai daerah dengan kekayaan tradisi yang mendunia.

 

Pewarta & Editor : Fairuzzabady
Artikel ini telah dibaca 43 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

BeSeprah Erau Adat Kutai 2026, Tradisi Jamuan Rakyat yang Pererat Kebersamaan

24 September 2026 - 13:00 WITA

k95

Erau 2026 Resmi Dibuka, Bupati Kukar Ajak Masyarakat Jaga Warisan Budaya dan Kebersamaan

20 September 2026 - 12:00 WITA

k48

Tiang Ayu Ditegakkan, Tandai Dimulainya Erau Adat Kutai 2026

20 September 2026 - 11:00 WITA

k47

Merangin, Ritual Sakral Kesultanan Kutai Menandai Awal Perjalanan Menuju Erau

19 September 2026 - 09:00 WITA

k45

Menjamu Benua Digelar, Kesultanan Kutai Sambut Erau 2026

17 September 2026 - 20:00 WITA

k33

Beluluh Sultan Buka Jalan Menuju Semarak Erau Adat Kutai 2026

17 September 2026 - 14:00 WITA

k26
Trending di BERITA DAERAH