Menu

Mode Gelap
DPRD Samarinda Minta Jalur Afirmasi SPMB Lebih Fleksibel, Ronal: Jangan Hanya Bergantung pada Data Desil Disdikbud Samarinda Tegaskan Jalur Afirmasi SPMB 2026 Berdasarkan Data Desil Nasional, SKTM Tetap Jadi Solusi UMKM Kreatif Weekend Fair 2026 Hadir di Samarinda, Belanja Murah hingga Hiburan Seru Menanti Dari Petani hingga Legislator: Arbain Jadikan Politik Sebagai Jalan Pengabdian 23 Tahun Mengabdi, Kadisdikbud Kukar Raih Satyalancana Karya Satya: “Ini Amanah, Bukan Sekadar Penghargaan”

BERITA DAERAH · 20 Okt 2025 18:15 WITA ·

Anggota Komisi IV DPRD Samarinda: Santri Punya Peran Panjang dalam Sejarah Kemerdekaan dan Harus Adaptif di Era Digital


 Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Ismail Latisi, memberikan keterangan pers terkait peran besar santri dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia. Perbesar

Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Ismail Latisi, memberikan keterangan pers terkait peran besar santri dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia.

KUMALANEWS.ID, SAMARINDA – Menjelang peringatan Hari Santri Nasional yang diperingati setiap 22 Oktober, Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda Ismail Latisi menegaskan bahwa santri memiliki peran besar dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia. Namun, di era modern saat ini, ia mengingatkan pentingnya santri untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi agar tidak tertinggal.

Saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (20/10/2025), Ismail menjelaskan bahwa peringatan Hari Santri tidak bisa dilepaskan dari Resolusi Jihad yang dikeluarkan oleh KH. Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945. Resolusi itu menjadi tonggak sejarah penting, ketika para ulama dan santri menyerukan jihad untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari agresi militer Belanda.

“Kalau kita bicara Hari Santri, tidak terlepas dari keluarnya Resolusi Jihad oleh KH. Hasyim Asy’ari yang kaitannya dengan mempertahankan Indonesia dari Belanda yang saat itu melakukan agresi militer,” ujar Ismail.

Ia menambahkan, santri memiliki sejarah panjang dalam perjuangan bangsa, bahkan sebelum Indonesia merdeka. Menurutnya, kontribusi kalangan santri sangat besar, terutama pada masa awal pembentukan Tentara Nasional Indonesia.

“Tentara di masa awal kemerdekaan itu sebagian besar berasal dari laskar-laskar santri, sementara para pemimpinnya dari kalangan ulama. Jadi, tidak salah jika tema Hari Santri tahun ini adalah ‘Mengawal Indonesia Merdeka, Menuntun Peradaban Dunia’, karena santri memang punya peran besar dalam perjalanan bangsa,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ismail menekankan bahwa Hari Santri bukan hanya momen untuk mengenang sejarah, tetapi juga menjadi pengingat bagi pesantren agar terus bertransformasi menghadapi tantangan zaman.

“Kita berharap santri tidak tertinggal dari sekolah-sekolah umum. Pesantren memang fokus pada ilmu agama, tapi jangan sampai ketinggalan dalam hal teknologi, apalagi di era digital seperti sekarang,” ungkapnya.

Menurutnya, pesantren dan santri perlu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur yang telah menjadi ciri khasnya.

“Santri harus tetap menjaga jati diri dan nilai-nilai yang menjadi ciri khas mereka, tapi juga harus mampu menyesuaikan diri dengan kondisi global. Kurikulum di pesantren perlu terus menyesuaikan dengan perkembangan zaman agar tetap relevan,” tutupnya.

Peringatan Hari Santri Nasional 2025 mengusung tema “Mengawal Indonesia Merdeka, Menuntun Peradaban Dunia”, sebagai bentuk penghormatan terhadap peran besar santri dalam menjaga, mengisi, dan memajukan kemerdekaan Indonesia hingga hari ini.

 

Pewarta: Yana
Editor : Awang
@2025
Artikel ini telah dibaca 43 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

DPRD Samarinda Minta Jalur Afirmasi SPMB Lebih Fleksibel, Ronal: Jangan Hanya Bergantung pada Data Desil

19 Juni 2026 - 17:00 WITA

a25

Disdikbud Samarinda Tegaskan Jalur Afirmasi SPMB 2026 Berdasarkan Data Desil Nasional, SKTM Tetap Jadi Solusi

19 Juni 2026 - 16:00 WITA

a24

UMKM Kreatif Weekend Fair 2026 Hadir di Samarinda, Belanja Murah hingga Hiburan Seru Menanti

19 Juni 2026 - 15:00 WITA

a23

Dari Petani hingga Legislator: Arbain Jadikan Politik Sebagai Jalan Pengabdian

19 Juni 2026 - 14:00 WITA

a22

23 Tahun Mengabdi, Kadisdikbud Kukar Raih Satyalancana Karya Satya: “Ini Amanah, Bukan Sekadar Penghargaan”

19 Juni 2026 - 13:00 WITA

a21

Akademisi Nilai Raperda Kebakaran Samarinda Jadi Payung Hukum Strategis dan Perkuat Sistem Penyelamatan

18 Juni 2026 - 21:00 WITA

a20
Trending di BERITA DAERAH