Menu

Mode Gelap
Pengadilan Agama Apresiasi Isbat Nikah Massal di Kukar, Dinilai Berikan Kepastian Hukum 62 Pasangan Ikut Isbat Nikah Massal Di Kukar, Pemerintah Fasilitasi Gratis DPRD Samarinda Soroti Krisis Guru Dan Link And Match Pendidikan Dengan Dunia Kerja Ketua DPRD Samarinda Dukung WFA dan WFO ASN, Tekankan Efisiensi Tanpa Ganggu Layanan DPRD Samarinda Soroti Pengalihan 49 Ribu Peserta BPJS PBI, Minta Solusi Bersama

BERITA DAERAH · 20 Okt 2025 18:15 WITA ·

Anggota Komisi IV DPRD Samarinda: Santri Punya Peran Panjang dalam Sejarah Kemerdekaan dan Harus Adaptif di Era Digital


 Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Ismail Latisi, memberikan keterangan pers terkait peran besar santri dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia. Perbesar

Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Ismail Latisi, memberikan keterangan pers terkait peran besar santri dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia.

KUMALANEWS.ID, SAMARINDA – Menjelang peringatan Hari Santri Nasional yang diperingati setiap 22 Oktober, Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda Ismail Latisi menegaskan bahwa santri memiliki peran besar dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia. Namun, di era modern saat ini, ia mengingatkan pentingnya santri untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi agar tidak tertinggal.

Saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (20/10/2025), Ismail menjelaskan bahwa peringatan Hari Santri tidak bisa dilepaskan dari Resolusi Jihad yang dikeluarkan oleh KH. Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945. Resolusi itu menjadi tonggak sejarah penting, ketika para ulama dan santri menyerukan jihad untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari agresi militer Belanda.

“Kalau kita bicara Hari Santri, tidak terlepas dari keluarnya Resolusi Jihad oleh KH. Hasyim Asy’ari yang kaitannya dengan mempertahankan Indonesia dari Belanda yang saat itu melakukan agresi militer,” ujar Ismail.

Ia menambahkan, santri memiliki sejarah panjang dalam perjuangan bangsa, bahkan sebelum Indonesia merdeka. Menurutnya, kontribusi kalangan santri sangat besar, terutama pada masa awal pembentukan Tentara Nasional Indonesia.

“Tentara di masa awal kemerdekaan itu sebagian besar berasal dari laskar-laskar santri, sementara para pemimpinnya dari kalangan ulama. Jadi, tidak salah jika tema Hari Santri tahun ini adalah ‘Mengawal Indonesia Merdeka, Menuntun Peradaban Dunia’, karena santri memang punya peran besar dalam perjalanan bangsa,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ismail menekankan bahwa Hari Santri bukan hanya momen untuk mengenang sejarah, tetapi juga menjadi pengingat bagi pesantren agar terus bertransformasi menghadapi tantangan zaman.

“Kita berharap santri tidak tertinggal dari sekolah-sekolah umum. Pesantren memang fokus pada ilmu agama, tapi jangan sampai ketinggalan dalam hal teknologi, apalagi di era digital seperti sekarang,” ungkapnya.

Menurutnya, pesantren dan santri perlu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur yang telah menjadi ciri khasnya.

“Santri harus tetap menjaga jati diri dan nilai-nilai yang menjadi ciri khas mereka, tapi juga harus mampu menyesuaikan diri dengan kondisi global. Kurikulum di pesantren perlu terus menyesuaikan dengan perkembangan zaman agar tetap relevan,” tutupnya.

Peringatan Hari Santri Nasional 2025 mengusung tema “Mengawal Indonesia Merdeka, Menuntun Peradaban Dunia”, sebagai bentuk penghormatan terhadap peran besar santri dalam menjaga, mengisi, dan memajukan kemerdekaan Indonesia hingga hari ini.

 

Pewarta: Yana
Editor : Awang
@2025
Artikel ini telah dibaca 38 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Pengadilan Agama Apresiasi Isbat Nikah Massal di Kukar, Dinilai Berikan Kepastian Hukum

29 April 2026 - 17:00 WITA

nikah3

62 Pasangan Ikut Isbat Nikah Massal Di Kukar, Pemerintah Fasilitasi Gratis

29 April 2026 - 16:30 WITA

nikah1

DPRD Samarinda Soroti Krisis Guru Dan Link And Match Pendidikan Dengan Dunia Kerja

29 April 2026 - 16:00 WITA

dprdkota12

Ketua DPRD Samarinda Dukung WFA dan WFO ASN, Tekankan Efisiensi Tanpa Ganggu Layanan

29 April 2026 - 15:30 WITA

dprdkota11

DPRD Samarinda Soroti Pengalihan 49 Ribu Peserta BPJS PBI, Minta Solusi Bersama

29 April 2026 - 15:00 WITA

dprdkota10

DPRD Samarinda Tekankan Transparansi Pasar Pagi, Minta Data Penerima Kios Dibuka

29 April 2026 - 14:30 WITA

dprdkota09
Trending di BERITA DAERAH