Menu

Mode Gelap
Skandal IUP di Lahan Transmigrasi, Kejati Kaltim Tahan Dua Mantan Kadis Tambang Kukar Tarawih Perdana di Masjid Negara IKN Satukan Ribuan Jamaah, Hidupkan Ruang Ibadah di Nusantara Sambut Ramadan 1447 H, Harminsyah Ajak Warga Samarinda Perkuat Iman dan Kepedulian Sosial DPRD Samarinda Turun Tangan, Aduan Lahan Perumahan Giri Indah Berujung Rencana Cek Lapangan Ribuan Peserta PBI Dinonaktifkan, Komisi IV DPRD Samarinda Minta Warga Segera Cek Status BPJS

BERITA DAERAH · 20 Okt 2025 15:15 WITA ·

Disdikbud Kukar Hidupkan Kembali Seni Tutur Tradisional sebagai Wujud Pelestarian Budaya Lokal


 Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Kartanegara, Puji Utomo, memberikan keterangan pers kepada sejumlah awak media terkait komitmen Disdikbud Kukar dalam menghidupkan kembali seni tutur tradisional sebagai upaya mempertahankan identitas budaya daerah. Perbesar

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Kartanegara, Puji Utomo, memberikan keterangan pers kepada sejumlah awak media terkait komitmen Disdikbud Kukar dalam menghidupkan kembali seni tutur tradisional sebagai upaya mempertahankan identitas budaya daerah.

KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Di tengah arus globalisasi yang kian kuat dan pengaruh budaya populer yang mendominasi generasi muda, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) berkomitmen menghidupkan kembali seni tutur tradisional sebagai bagian dari upaya mempertahankan identitas budaya daerah.

Seni tutur khas Kutai seperti Tarsul, Dandeng, dan Ladong kini kembali digiatkan sebagai simbol kebanggaan dan jati diri masyarakat Kutai yang sarat dengan nilai moral, kesantunan, serta filosofi kehidupan yang mendalam.

Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kukar, Puji Utomo, menyebut bahwa revitalisasi seni tutur tidak hanya penting dari sisi budaya, tetapi juga strategis untuk menjaga nilai-nilai lokal agar tetap hidup di tengah derasnya pengaruh budaya global.

“Seni tutur adalah identitas kita sebagai orang Kutai. Di balik syair dan bahasa kiasan yang digunakan, terkandung nilai-nilai kebijaksanaan dan cara berpikir masyarakat yang santun serta penuh makna,” ujar Puji di Tenggarong, Senin (20/10/2025).

Menurut Puji, tradisi Tarsul masih kerap ditampilkan dalam berbagai kegiatan sekolah maupun acara adat. Namun, dua bentuk seni tutur lain seperti Dandeng dan Ladong kini mulai jarang dijumpai. Padahal, keduanya mencerminkan kecerdasan berbahasa dan kehalusan budi masyarakat Kutai yang patut diwariskan kepada generasi muda.

Ia menekankan, pelestarian seni tutur tidak harus dilakukan dengan cara konvensional. Justru, pemanfaatan teknologi modern bisa menjadi jembatan agar budaya lokal lebih mudah diterima dan diminati oleh generasi digital.

“Kita bisa menghidupkan kembali Tarsul, Dandeng, dan Ladong melalui konten kreatif, video pendek, hingga festival budaya berbasis digital. Dengan begitu, tradisi ini bisa menjangkau audiens yang lebih luas,” jelasnya.

Selain memperkenalkan budaya, kegiatan pembinaan seni tutur juga diharapkan menumbuhkan rasa bangga terhadap identitas daerah. Melalui kegiatan tersebut, para pelajar diajak untuk memahami akar budayanya dan menjadi bagian dari pelestari tradisi.

“Kalau anak-anak sudah mencintai budayanya sejak dini, mereka akan tumbuh menjadi generasi yang kuat, berkarakter, dan tidak mudah kehilangan arah di tengah perubahan zaman,” tegas Puji.

Ke depan, Disdikbud Kukar berencana memperluas program pembinaan seni tutur ke sekolah-sekolah dan komunitas budaya di berbagai kecamatan. Langkah ini diharapkan melahirkan generasi kreatif yang mampu membawa seni tutur Kutai ke tingkat nasional, bahkan internasional.

Puji menutup dengan keyakinan bahwa Tarsul, Dandeng, dan Ladong bukan sekadar peninggalan masa lalu, tetapi juga potensi budaya masa depan.

“Seni tutur adalah bukti kecerdasan lokal yang abadi. Selama masih ada yang menuturkannya, budaya Kutai akan terus hidup dan berkembang seiring waktu,” pungkasnya.

 

ADV Disdikbud Kukar
Pewarta : Indirwan
Editor  : Fairuzzabady
@2025
Artikel ini telah dibaca 11 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Skandal IUP di Lahan Transmigrasi, Kejati Kaltim Tahan Dua Mantan Kadis Tambang Kukar

19 Februari 2026 - 10:30 WITA

Melalui buku ini kami ingin menunjukkan bahwa pembangunan IKN tahap I dilaksanakan dengan perencanaan yang matang standar teknis yang jelas serta visi besar pembangunan berkelanjutan 5 1

Sambut Ramadan 1447 H, Harminsyah Ajak Warga Samarinda Perkuat Iman dan Kepedulian Sosial

18 Februari 2026 - 22:00 WITA

WhatsApp Image 2026 02 18 at 21.47.55

DPRD Samarinda Turun Tangan, Aduan Lahan Perumahan Giri Indah Berujung Rencana Cek Lapangan

18 Februari 2026 - 17:00 WITA

Melalui buku ini kami ingin menunjukkan bahwa pembangunan IKN tahap I dilaksanakan dengan perencanaan yang matang standar teknis yang jelas serta visi besar pembangunan berkelanjutan 3

Ribuan Peserta PBI Dinonaktifkan, Komisi IV DPRD Samarinda Minta Warga Segera Cek Status BPJS

18 Februari 2026 - 11:00 WITA

Melalui buku ini kami ingin menunjukkan bahwa pembangunan IKN tahap I dilaksanakan dengan perencanaan yang matang standar teknis yang jelas serta visi besar pembangunan berkelanjutan 2

Sambut Ramadan, DPK KNPI Loa Janan Gelar Japamadhan dan Ajak Pemuda Perkuat Kebersamaan

18 Februari 2026 - 10:00 WITA

WhatsApp Image 2026 02 18 at 09.39.20

Demokrat Samarinda Serukan Semangat Kebersamaan Sambut Ramadhan 1447 H

17 Februari 2026 - 20:00 WITA

WhatsApp Image 2026 02 17 at 22.13.05
Trending di BERITA DAERAH