Menu

Mode Gelap
Gotong Royong Jadi Kunci Jaga Kebersihan, Palaran Bersihkan Parit Antisipasi Musim Hujan NasDem Samarinda Gandeng Bank Sampah, Gerakkan Warga Peduli Kebersihan dari Palaran Gebermas Dorong Warga Peduli Sampah, Bank Sampah Kampung KB Makmur Lestari Jadi Penggerak Karhutla Ganggu Penerbangan di Kalimantan, Sejumlah Rute dari Balikpapan Delay hingga 4 Jam Kodam VI/Mulawarman Gelar Salat Istisqa, Doakan Hujan Turun dan Karhutla Mereda

BERITA DAERAH · 20 Okt 2025 15:15 WITA ·

Disdikbud Kukar Hidupkan Kembali Seni Tutur Tradisional sebagai Wujud Pelestarian Budaya Lokal


 Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Kartanegara, Puji Utomo, memberikan keterangan pers kepada sejumlah awak media terkait komitmen Disdikbud Kukar dalam menghidupkan kembali seni tutur tradisional sebagai upaya mempertahankan identitas budaya daerah. Perbesar

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Kartanegara, Puji Utomo, memberikan keterangan pers kepada sejumlah awak media terkait komitmen Disdikbud Kukar dalam menghidupkan kembali seni tutur tradisional sebagai upaya mempertahankan identitas budaya daerah.

KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Di tengah arus globalisasi yang kian kuat dan pengaruh budaya populer yang mendominasi generasi muda, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) berkomitmen menghidupkan kembali seni tutur tradisional sebagai bagian dari upaya mempertahankan identitas budaya daerah.

Seni tutur khas Kutai seperti Tarsul, Dandeng, dan Ladong kini kembali digiatkan sebagai simbol kebanggaan dan jati diri masyarakat Kutai yang sarat dengan nilai moral, kesantunan, serta filosofi kehidupan yang mendalam.

Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kukar, Puji Utomo, menyebut bahwa revitalisasi seni tutur tidak hanya penting dari sisi budaya, tetapi juga strategis untuk menjaga nilai-nilai lokal agar tetap hidup di tengah derasnya pengaruh budaya global.

“Seni tutur adalah identitas kita sebagai orang Kutai. Di balik syair dan bahasa kiasan yang digunakan, terkandung nilai-nilai kebijaksanaan dan cara berpikir masyarakat yang santun serta penuh makna,” ujar Puji di Tenggarong, Senin (20/10/2025).

Menurut Puji, tradisi Tarsul masih kerap ditampilkan dalam berbagai kegiatan sekolah maupun acara adat. Namun, dua bentuk seni tutur lain seperti Dandeng dan Ladong kini mulai jarang dijumpai. Padahal, keduanya mencerminkan kecerdasan berbahasa dan kehalusan budi masyarakat Kutai yang patut diwariskan kepada generasi muda.

Ia menekankan, pelestarian seni tutur tidak harus dilakukan dengan cara konvensional. Justru, pemanfaatan teknologi modern bisa menjadi jembatan agar budaya lokal lebih mudah diterima dan diminati oleh generasi digital.

“Kita bisa menghidupkan kembali Tarsul, Dandeng, dan Ladong melalui konten kreatif, video pendek, hingga festival budaya berbasis digital. Dengan begitu, tradisi ini bisa menjangkau audiens yang lebih luas,” jelasnya.

Selain memperkenalkan budaya, kegiatan pembinaan seni tutur juga diharapkan menumbuhkan rasa bangga terhadap identitas daerah. Melalui kegiatan tersebut, para pelajar diajak untuk memahami akar budayanya dan menjadi bagian dari pelestari tradisi.

“Kalau anak-anak sudah mencintai budayanya sejak dini, mereka akan tumbuh menjadi generasi yang kuat, berkarakter, dan tidak mudah kehilangan arah di tengah perubahan zaman,” tegas Puji.

Ke depan, Disdikbud Kukar berencana memperluas program pembinaan seni tutur ke sekolah-sekolah dan komunitas budaya di berbagai kecamatan. Langkah ini diharapkan melahirkan generasi kreatif yang mampu membawa seni tutur Kutai ke tingkat nasional, bahkan internasional.

Puji menutup dengan keyakinan bahwa Tarsul, Dandeng, dan Ladong bukan sekadar peninggalan masa lalu, tetapi juga potensi budaya masa depan.

“Seni tutur adalah bukti kecerdasan lokal yang abadi. Selama masih ada yang menuturkannya, budaya Kutai akan terus hidup dan berkembang seiring waktu,” pungkasnya.

 

ADV Disdikbud Kukar
Pewarta : Indirwan
Editor  : Fairuzzabady
@2025
Artikel ini telah dibaca 15 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Gotong Royong Jadi Kunci Jaga Kebersihan, Palaran Bersihkan Parit Antisipasi Musim Hujan

29 Agustus 2026 - 17:00 WITA

h40

NasDem Samarinda Gandeng Bank Sampah, Gerakkan Warga Peduli Kebersihan dari Palaran

29 Agustus 2026 - 16:00 WITA

h39

Gebermas Dorong Warga Peduli Sampah, Bank Sampah Kampung KB Makmur Lestari Jadi Penggerak

29 Agustus 2026 - 15:00 WITA

h38

Karhutla Ganggu Penerbangan di Kalimantan, Sejumlah Rute dari Balikpapan Delay hingga 4 Jam

29 Agustus 2026 - 14:00 WITA

h37

Kodam VI/Mulawarman Gelar Salat Istisqa, Doakan Hujan Turun dan Karhutla Mereda

29 Agustus 2026 - 13:00 WITA

h36

Minat Warga Meningkat, Keterisian Bacitra Balikpapan Tembus 140 Persen

28 Agustus 2026 - 13:00 WITA

h35
Trending di BERITA DAERAH