Menu

Mode Gelap
LPM Samarinda Seberang Soroti Kerancuan Tapal Batas, Minta Pemkot Lakukan Kajian Ulang Festival Budaya Dayak Kenyah 2026 Siap Semarakkan Pampang, Angkat Warisan Leluhur ke Panggung Pariwisata Joko Wiratno Soroti Rendahnya Realisasi Budidaya Ikan, DPRD Minta Kendala Segera Diatasi Viktor Yuan Dorong Program Perikanan Tepat Sasaran, DPRD Minta Aspirasi Warga Jadi Prioritas Anggaran DPRD Samarinda Dorong Percepatan Pencairan Anggaran dan Prioritaskan Program Perikanan yang Menyentuh Masyarakat

BERITA DAERAH · 20 Okt 2025 14:15 WITA ·

Disdikbud Kukar Hidupkan Kembali Tradisi Lisan Lewat Workshop Sastra Lisan untuk Pelajar


 Puluhan siswa-siswi SMP dari berbagai sekolah di Kutai Kartanegara, didampingi oleh guru pendamping masing-masing, mengikuti Workshop Sastra Lisan yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Kartanegara. Perbesar

Puluhan siswa-siswi SMP dari berbagai sekolah di Kutai Kartanegara, didampingi oleh guru pendamping masing-masing, mengikuti Workshop Sastra Lisan yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Kartanegara.

KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Di tengah arus deras digitalisasi dan menurunnya minat generasi muda terhadap kesenian tradisional, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mengambil langkah nyata untuk melestarikan warisan budaya daerah.
Melalui Workshop Sastra Lisan yang digelar pada 20–21 Oktober 2025, Disdikbud Kukar mengajak para pelajar untuk mengenal, memahami, dan mencintai kembali seni tutur khas daerah seperti Tarsul, Dandeng, dan Ladong.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini diikuti oleh puluhan siswa SMP dari berbagai sekolah di Kutai Kartanegara, didampingi guru pendamping masing-masing. Workshop ini menjadi wadah pembinaan bagi generasi muda agar tradisi tutur Kutai tetap hidup dan dikenal di tengah masyarakat modern.

Dalam kegiatan tersebut, peserta tidak hanya mempelajari sejarah dan filosofi sastra lisan, tetapi juga berlatih langsung menuturkan syair, pantun, serta ungkapan khas daerah. Pendekatan praktik ini memberikan pengalaman langsung kepada siswa untuk merasakan keindahan bahasa dan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam seni tutur masyarakat Kutai.

Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kukar, Puji Utomo, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program revitalisasi tradisi lisan yang mulai jarang ditampilkan di ruang publik.

“Workshop ini membahas seni tutur seperti Tarsul, Dandeng, dan Ladong. Kalau Tarsul masih sering tampil, tetapi Dandeng dan Ladong mulai jarang ditemukan. Padahal, keduanya dulu menjadi bagian penting dalam acara adat dan pernikahan masyarakat,” ujar Puji, Senin (20/10/2025).

Ia menambahkan, seni tutur seperti Dandeng dan Ladong memiliki keunikan tersendiri karena menuntut kemampuan spontanitas dan keluwesan berbahasa. Oleh sebab itu, pembinaan sejak dini dianggap penting agar seni lisan ini tidak punah dimakan zaman.

“Kami ingin anak-anak memahami bahwa sastra lisan bukan sekadar hiburan. Di dalamnya terkandung nilai moral, sopan santun, dan kebijaksanaan hidup yang harus diwariskan,” tambahnya.

Selain memperkenalkan kembali warisan budaya daerah, Disdikbud Kukar juga berupaya menyesuaikan metode pelestarian dengan perkembangan zaman. Salah satu caranya adalah dengan menggabungkan seni tutur tradisional ke dalam bentuk media digital seperti video pendek, konten kreatif, atau pertunjukan virtual.

Puji berharap kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan secara rutin di sekolah-sekolah agar pelajar semakin mengenal akar budaya mereka sendiri. Ia menegaskan, pelestarian tradisi tidak cukup dilakukan hanya melalui dokumentasi atau pementasan sesekali, melainkan perlu menjadi bagian dari pendidikan karakter di lingkungan sekolah.

“Sekolah adalah tempat terbaik untuk menanamkan kecintaan pada budaya. Kalau sejak SMP mereka sudah mengenal Tarsul, Dandeng, dan Ladong, maka tradisi ini tidak akan hilang. Bahkan bisa berkembang menjadi bentuk seni baru yang relevan dengan generasi masa kini,” tutup Puji.

Dengan semangat revitalisasi tersebut, Workshop Sastra Lisan menjadi bukti nyata komitmen Disdikbud Kukar dalam menjaga identitas budaya lokal di tengah tantangan globalisasi dan derasnya pengaruh dunia digital yang kian mendominasi kehidupan generasi muda.

 

ADV Disdikbud Kukar
Pewarta : Indirwan
Editor  : Fairuzzabady
@2025
Artikel ini telah dibaca 28 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

LPM Samarinda Seberang Soroti Kerancuan Tapal Batas, Minta Pemkot Lakukan Kajian Ulang

24 Juni 2026 - 21:00 WITA

a92

Festival Budaya Dayak Kenyah 2026 Siap Semarakkan Pampang, Angkat Warisan Leluhur ke Panggung Pariwisata

24 Juni 2026 - 20:00 WITA

a91

Joko Wiratno Soroti Rendahnya Realisasi Budidaya Ikan, DPRD Minta Kendala Segera Diatasi

24 Juni 2026 - 19:00 WITA

a90

Viktor Yuan Dorong Program Perikanan Tepat Sasaran, DPRD Minta Aspirasi Warga Jadi Prioritas Anggaran

24 Juni 2026 - 18:00 WITA

a89

DPRD Samarinda Dorong Percepatan Pencairan Anggaran dan Prioritaskan Program Perikanan yang Menyentuh Masyarakat

24 Juni 2026 - 17:00 WITA

a88

Dinas Perikanan Samarinda Optimistis Capaian Kinerja Meningkat, Usulkan Tambahan Dukungan untuk Nelayan dan Pembudidaya

24 Juni 2026 - 16:00 WITA

a87
Trending di BERITA DAERAH