Menu

Mode Gelap
Skandal IUP di Lahan Transmigrasi, Kejati Kaltim Tahan Dua Mantan Kadis Tambang Kukar Tarawih Perdana di Masjid Negara IKN Satukan Ribuan Jamaah, Hidupkan Ruang Ibadah di Nusantara Sambut Ramadan 1447 H, Harminsyah Ajak Warga Samarinda Perkuat Iman dan Kepedulian Sosial DPRD Samarinda Turun Tangan, Aduan Lahan Perumahan Giri Indah Berujung Rencana Cek Lapangan Ribuan Peserta PBI Dinonaktifkan, Komisi IV DPRD Samarinda Minta Warga Segera Cek Status BPJS

BERITA DAERAH · 30 Okt 2025 15:15 WITA ·

Disdikbud Kukar Dorong Kuliner Gence Ruan Jadi Warisan Budaya Takbenda


 Salah satu kuliner khas Kutai Kartanegara, yakni Gence Ruan, yang dikenal sebagai salah satu identitas kuliner tradisional masyarakat di Tanah Kutai. Perbesar

Salah satu kuliner khas Kutai Kartanegara, yakni Gence Ruan, yang dikenal sebagai salah satu identitas kuliner tradisional masyarakat di Tanah Kutai.

KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) terus berupaya mengangkat kuliner khas daerah sebagai bagian dari pelestarian warisan budaya lokal. Salah satu kuliner tradisional yang kini tengah menjadi perhatian adalah Gence Ruan, olahan ikan gabus khas Kutai yang memiliki cita rasa unik dan sarat nilai tradisi.

Pamong Budaya Ahli Muda Bidang Cagar Budaya Disdikbud Kukar, M. Saidar, menjelaskan bahwa Gence Ruan merupakan makanan tradisional masyarakat pesisir Mahakam yang telah lama menjadi hidangan kebanggaan masyarakat Kutai. Menu ini biasanya disajikan dalam berbagai acara resmi pemerintah daerah, termasuk jamuan untuk tamu kehormatan dan kegiatan budaya.

“Kalau orang Kutai bilang, Gence Ruan itu ikan gabus yang dimasak dengan sambal khas daerah. Biasanya dihidangkan dalam kunjungan Bupati atau tamu-tamu penting. Rasanya pedas gurih dengan bumbu khas Kutai,” jelas Saidar, Kamis (30/10/2025).

Ia menambahkan, Gence Ruan tidak hanya populer di wilayah Tenggarong, tetapi juga dikenal di beberapa kecamatan seperti Muara Kaman, Muara Muntai, dan Sebulu. Cita rasa dan cara pengolahannya yang khas menjadikan kuliner ini berpotensi untuk diajukan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTB).

“Gence Ruan ini sangat berpotensi menjadi WBTB. Namun tentu harus melalui kajian lebih lanjut, mulai dari bahan utama ikannya, cara pengolahannya, hingga komposisi bumbunya. Semua itu menjadi bagian penting dalam penetapan warisan budaya,” terang Saidar.

Selain Gence Ruan, sejumlah kuliner khas Kutai lainnya juga disebut memiliki potensi serupa, seperti roti balo, elak sapi, dan jejak cincin, yang semuanya menggambarkan kekayaan cita rasa dan identitas kuliner masyarakat Kutai Kartanegara.

Menurut Saidar, pelestarian kuliner tradisional tidak hanya bertujuan menjaga resep dan rasa, tetapi juga menjadi upaya memperkenalkan identitas budaya daerah kepada generasi muda dan masyarakat luar.

“Harapan kami, kuliner-kuliner khas Kutai ini tidak hanya dikenal di daerah sendiri, tapi juga di luar Kutai Kartanegara. Dengan begitu, masyarakat bisa lebih bangga terhadap kekayaan kuliner warisan leluhur,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa Disdikbud Kukar akan terus mendorong kajian dan pendataan kuliner tradisional sebagai bagian dari Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK), agar kelak dapat ditetapkan sebagai warisan budaya yang diakui secara nasional.

“Gence Ruan dan kuliner khas lainnya harus kita angkat agar tidak hilang ditelan zaman. Ini bagian dari tanggung jawab kita untuk menjaga identitas budaya daerah,” pungkas Saidar.

Dengan langkah tersebut, Disdikbud Kukar berharap ke depan Kutai Kartanegara tak hanya dikenal lewat seni dan tradisinya, tetapi juga melalui kelezatan kuliner khasnya yang menjadi warisan budaya tak ternilai.

 

ADV Disdikdub Kukar
Pewarta : Indirwan
Editor  : Fairuzzabady
@2025
Artikel ini telah dibaca 36 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Skandal IUP di Lahan Transmigrasi, Kejati Kaltim Tahan Dua Mantan Kadis Tambang Kukar

19 Februari 2026 - 10:30 WITA

Melalui buku ini kami ingin menunjukkan bahwa pembangunan IKN tahap I dilaksanakan dengan perencanaan yang matang standar teknis yang jelas serta visi besar pembangunan berkelanjutan 5 1

Sambut Ramadan 1447 H, Harminsyah Ajak Warga Samarinda Perkuat Iman dan Kepedulian Sosial

18 Februari 2026 - 22:00 WITA

WhatsApp Image 2026 02 18 at 21.47.55

DPRD Samarinda Turun Tangan, Aduan Lahan Perumahan Giri Indah Berujung Rencana Cek Lapangan

18 Februari 2026 - 17:00 WITA

Melalui buku ini kami ingin menunjukkan bahwa pembangunan IKN tahap I dilaksanakan dengan perencanaan yang matang standar teknis yang jelas serta visi besar pembangunan berkelanjutan 3

Ribuan Peserta PBI Dinonaktifkan, Komisi IV DPRD Samarinda Minta Warga Segera Cek Status BPJS

18 Februari 2026 - 11:00 WITA

Melalui buku ini kami ingin menunjukkan bahwa pembangunan IKN tahap I dilaksanakan dengan perencanaan yang matang standar teknis yang jelas serta visi besar pembangunan berkelanjutan 2

Sambut Ramadan, DPK KNPI Loa Janan Gelar Japamadhan dan Ajak Pemuda Perkuat Kebersamaan

18 Februari 2026 - 10:00 WITA

WhatsApp Image 2026 02 18 at 09.39.20

Demokrat Samarinda Serukan Semangat Kebersamaan Sambut Ramadhan 1447 H

17 Februari 2026 - 20:00 WITA

WhatsApp Image 2026 02 17 at 22.13.05
Trending di BERITA DAERAH