KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Bidang Kepramukaan terus melakukan inovasi untuk memperkuat tata kelola organisasi Pramuka di tingkat kecamatan. Salah satu pembaruan yang mulai diterapkan adalah digitalisasi penilaian Kwartir Ranting (Kwaran) Tergiat melalui sebuah aplikasi khusus.
Kepala Bidang Kepramukaan Dispora Kukar, Novan Solihin, menyebut bahwa sistem digital ini mulai digunakan sejak tahun lalu, menggantikan proses penilaian manual yang selama ini cukup menyita waktu dan rentan kesalahan teknis.
“Dulu semua berkas dikumpulkan secara manual. Sekarang semua laporan tinggal diunggah melalui aplikasi. Lebih cepat, efisien, dan transparan,” ujarnya, Kamis (6/11/2025).
Melalui aplikasi tersebut, setiap kwartir ranting diwajibkan mengunggah dokumen kegiatan, seperti laporan pelatihan, kegiatan gugus depan, perkemahan, lomba, hingga aksi sosial. Seluruh dokumen harus dilegalisasi oleh ketua kwartir ranting masing-masing agar sah sebagai bahan penilaian.
“Selama dokumennya lengkap, ditandatangani, dan distempel resmi, itu bisa jadi dasar penilaian. Sistem otomatis menghitung skor berdasarkan data yang diunggah,” jelas Novan.
Digitalisasi ini dinilai membuat proses penilaian menjadi lebih objektif. Kecamatan yang paling aktif dan tertib administrasi memiliki peluang besar meraih predikat Kwartir Ranting Tergiat.
Dispora Kukar bersama Kwartir Cabang (Kwarcab) melakukan evaluasi dan penilaian setiap tahun. Tiga kwaran terbaik akan menerima penghargaan berupa uang pembinaan, yang jumlahnya cukup besar untuk digunakan dalam mendukung kegiatan kepramukaan di wilayah masing-masing.
“Besaran uang pembinaannya bisa lima juta rupiah ke atas. Itu murni untuk mendukung kegiatan kepramukaan di kecamatan,” terang Novan.
Meski begitu, ia mengakui masih ada beberapa kwaran yang belum terbiasa dengan sistem digital ataupun administrasi berbasis dokumentasi. Karena itu, sosialisasi dan pendampingan terus dilakukan.
“Kami dorong semua kegiatan Pramuka terdokumentasi dengan baik. Foto kegiatan, laporan, absensi, semuanya discan dan disimpan rapi. Itu budaya organisasi yang ingin kita bangun,” tambahnya.
Novan menegaskan, digitalisasi penilaian ini bukan hanya soal efisiensi, tetapi juga membangun kultur tertib administrasi dan manajemen organisasi yang profesional.
“Kami ingin gerakan Pramuka di Kukar tidak hanya aktif di lapangan, tetapi juga terukur dan rapi dalam tata kelola,” tegasnya.
Ia berharap inovasi ini dapat terus dikembangkan dan bahkan menjadi model yang dapat diadopsi oleh daerah lain.
“Era sekarang serba digital. Pramuka juga harus adaptif. Dengan sistem ini, kerja mereka lebih jelas, terukur, dan apresiasinya lebih adil,” pungkasnya.
ADV Dispora Kukar Pewarta : Muhammad Zailany Editor : Fairuzzabady @2025

















