KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Gerakan Pramuka di Kabupaten Kutai Kartanegara kini menghadapi kondisi pembinaan yang jauh lebih kompleks dibandingkan beberapa tahun lalu. Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar menilai dinamika pendidikan, perkembangan teknologi, hingga perubahan minat remaja membuat pola pembinaan harus menyesuaikan diri dengan tantangan baru.
Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni, menyampaikan bahwa tantangan terbesar saat ini adalah menjaga eksistensi dan kualitas pembinaan pramuka di tengah padatnya aktivitas siswa.
Menurutnya, banyak sekolah kini fokus pada beban akademik dan tambahan kegiatan ekstrakurikuler, sehingga ruang gerak pramuka menjadi semakin sempit.
“Kami melihat kondisi pendidikan sekarang sangat padat. Aktivitas siswa begitu banyak, sehingga ruang untuk kegiatan pramuka berkurang. Ini tantangan yang tidak bisa diabaikan,” ungkapnya, Senin (1/12/2025).
Ali menilai perubahan tersebut menuntut Kwartir Cabang Kukar untuk menghadirkan pendekatan pembinaan yang lebih adaptif. Gerakan Pramuka tidak bisa lagi hanya mengandalkan pola kegiatan lama, tetapi harus membangun model kegiatan yang lebih menarik dan relevan dengan dunia remaja saat ini.
“Program kepramukaan harus mampu mengikuti ritme zaman. Kegiatan perlu dikemas lebih kreatif, menyenangkan, dan memberi ruang eksplorasi agar anak-anak merasa betah dan tertantang,” jelasnya.
Sebagai lembaga pembina, Dispora Kukar juga melihat perlunya memperkuat sinergi kelembagaan. Koordinasi dengan Dinas Pendidikan, khususnya terkait pangkalan pramuka tingkat SMP dan SMA, harus terus ditingkatkan agar pembinaan berjalan seirama dengan kebutuhan sekolah.
Selain itu, kolaborasi dengan OPD pemilik Satuan Karya (SAKA) akan digarap lebih intensif. SAKA dinilai mampu memperkaya kompetensi peserta didik karena berfokus pada keahlian sesuai sektor.
“SAKA memberi kesempatan bagi peserta pramuka untuk belajar keterampilan yang benar-benar bermanfaat. Jika setiap OPD pengampu SAKA aktif mendampingi, kualitas kegiatan akan semakin kuat,” tuturnya.
Tantangan lain yang disoroti Dispora adalah kualitas pembina. Ali menekankan pentingnya memastikan seluruh pembina memiliki kompetensi pedagogis dan etika yang baik, agar peserta didik mendapatkan lingkungan belajar yang aman.
“Pembina adalah kunci. Mereka harus memahami perannya sebagai pendidik sekaligus teladan. Integritas dan profesionalisme pembina sangat menentukan kepercayaan masyarakat,” tambahnya.
Dispora Kukar menegaskan bahwa seluruh tantangan tersebut akan dijawab melalui evaluasi berkelanjutan dan penguatan kapasitas SDM. Pemerintah daerah ingin memastikan gerakan pramuka tetap menjadi ruang pembentukan karakter yang relevan, aman, dan dipercaya.
Ali optimistis bahwa dengan langkah adaptif dan kolaboratif, Kukar mampu menjadi daerah dengan pembinaan pramuka terbaik di Kalimantan Timur.
“Kami berkomitmen menjadikan pramuka Kukar sebagai barometer di Kaltim. Dengan kerja yang konsisten, target itu bukan sesuatu yang mustahil,” tegasnya.
ADV Dispora Kukar Pewarta : Indirwan Editor : Fairuzzabady @2025

















