KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menyampaikan bahwa masih banyak hambatan yang membuat sejumlah kegiatan olahraga masyarakat belum dapat terakomodasi secara maksimal. Salah satu persoalan yang paling sering terjadi adalah tidak sinkronnya informasi dari tingkat desa, kecamatan, dan komunitas dengan kebutuhan perencanaan dinas.
Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni, mengungkapkan bahwa banyak program olahraga masyarakat sebenarnya potensial untuk dibina, namun tidak dapat masuk dalam skema dukungan karena tidak diajukan melalui mekanisme resmi perencanaan daerah.
“Banyak kegiatan muncul mendadak tanpa ada pemberitahuan sebelumnya. Padahal untuk bisa dianggarkan, kami membutuhkan data dan usulan yang masuk sejak proses perencanaan awal. Kalau tidak terdaftar, kami tidak punya dasar untuk menindaklanjutinya,” ujarnya, Selasa (2/12/2025).
Menurut Aji Ali, situasi tersebut membuat Dispora berada dalam posisi sulit, terutama ketika masyarakat berharap dukungan fasilitas atau pembinaan, tetapi usulannya tidak muncul dalam daftar prioritas pembangunan desa maupun kecamatan.
“Perencanaan anggaran itu tidak bisa dilakukan spontan. Semuanya harus melalui tahapan. Ketika tahapan itu tidak diikuti, otomatis kegiatan tersebut tidak bisa difasilitasi, meskipun sebenarnya kami ingin membantu,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa koordinasi dari tingkat bawah menjadi kunci agar kegiatan olahraga dapat diakomodasi secara tepat waktu. Tanpa komunikasi yang jelas, Dispora tidak dapat melakukan pemetaan kebutuhan secara menyeluruh.
“Kami sangat membutuhkan informasi awal dari desa, kecamatan, maupun komunitas. Tanpa itu, kami tidak dapat melihat gambaran utuh tentang kebutuhan di lapangan. Inilah yang sering menjadi hambatan,” lanjutnya.
Dispora Kukar, kata Aji Ali, membuka ruang komunikasi yang luas bagi seluruh penggiat olahraga. Namun ia menekankan bahwa komunikasi informal saja tidak cukup untuk dapat diproses menjadi program resmi.
“Kami selalu siap berdiskusi, tetapi tetap harus ada pengajuan yang tercatat agar bisa masuk dalam pembahasan anggaran. Mekanisme ini tidak bisa dilewati karena berkaitan dengan aturan daerah,” tegasnya.
Aji Ali berharap ke depan seluruh pemangku kepentingan di tingkat desa hingga komunitas lebih disiplin menyampaikan usulan melalui jalur yang benar agar pembinaan olahraga di Kukar bisa berjalan lebih terarah.
“Kalau usulannya lengkap dan sesuai prosedur, kami pasti berupaya maksimal untuk memfasilitasi. Tujuan kami sama adalah ingin melihat kegiatan olahraga masyarakat berkembang,” pungkasnya.
ADV Dispora Kukar Pewarta : Indirwan Editor : Fairuzzabady @2025

















