Menu

Mode Gelap
Celni Soroti Insiden Jurnalis Saat Demo, Dorong Pendekatan Dialog Redam Konflik PAW DPRD Kaltim Tinggal Tunggu Restu Pusat, Celni: Administrasi Sudah Tuntas Pansus LKPJ DPRD Samarinda Soroti Proyek Pendidikan Belum Rampung, Tegaskan Tak Boleh Mangkrak DPRD Soroti Ketahanan Ekonomi Samarinda, Abdul Rohim: Pertumbuhan Tinggi Belum Tentu Sehat DPRD Samarinda Dukung Borneo Cantata, Siap Dorong Anggaran untuk Kiprah Internasional

BERITA DAERAH · 15 Jan 2026 20:00 WITA ·

Hari Ketiga Pencarian di Sungai Belayan, Tim SAR Perluas Penyisiran hingga 10 Kilometer


 Tim SAR Gabungan melakukan pencarian korban kecelakaan perahu ketinting yang tertabrak kapal LCT di Perairan Sungai Belayan, Kutai Kartanegara. Foto: Basarnas Kaltim Perbesar

Tim SAR Gabungan melakukan pencarian korban kecelakaan perahu ketinting yang tertabrak kapal LCT di Perairan Sungai Belayan, Kutai Kartanegara. Foto: Basarnas Kaltim

KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA — Operasi pencarian dan pertolongan terhadap korban kecelakaan perahu ketinting yang tertabrak kapal Landing Craft Tank (LCT) di Perairan Sungai Belayan, Desa Long Beleh Modang, Kecamatan Kembang Janggut, Kabupaten Kutai Kartanegara, memasuki hari ketiga pada Kamis (15/1/2026).

Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Balikpapan bersama Tim SAR Gabungan memulai kegiatan dengan apel dan briefing pada pukul 07.00 WITA. Pada hari ketiga ini, tim melanjutkan pencarian dengan menyisir area sungai sejauh kurang lebih 10 kilometer ke arah hilir dari lokasi kejadian, sesuai dengan rencana operasi yang telah ditetapkan.

Berdasarkan data yang dihimpun, kecelakaan tersebut melibatkan dua orang penumpang perahu ketinting. Satu korban atas nama Ilan (21) berhasil selamat, sementara korban lainnya, Arani (58), warga Muara Penon RT 002, hingga kini masih belum ditemukan dan menjadi fokus utama pencarian.

Namun hingga pukul 18.00 WITA, upaya pencarian belum membuahkan hasil. Tim SAR Gabungan kemudian menghentikan sementara operasi dan mendirikan posko di Dermaga Penyeberangan Desa Pulau Pinang. Pencarian dijadwalkan kembali dilanjutkan pada Jumat (16/1/2026) mulai pukul 07.00 WITA.

Dalam operasi ini, berbagai unsur terlibat, di antaranya Tim Rescue Kansar Balikpapan, TNI-Polri, BPBD Kutai Kartanegara, Damkarmatan Kota Bangun, Pemerintah Kecamatan Kembang Janggut, Pramuka Peduli, Emergency Response Team (ERT) PT Bayan Resources Tbk, relawan gabungan, serta keluarga korban dan masyarakat setempat.

Adapun sarana dan prasarana yang digunakan meliputi rubber boat Basarnas, speed boat Satpolairud, rescue boat BPBD Kutai Kartanegara, rubber boat Damkarmatan Kota Bangun, rubber boat ERT PT Bayan Resources Tbk, perahu ketinting milik masyarakat, serta peralatan SAR air, komunikasi, dan medis.

Selama proses pencarian, Tim SAR Gabungan menghadapi sejumlah kendala, di antaranya arus Sungai Belayan yang cukup kuat serta kondisi lingkungan yang masih terdapat binatang buas seperti buaya. Sementara itu, cuaca selama operasi berlangsung terpantau hujan ringan.

Dantim SAR Gabungan, Nur Ngalim, menyampaikan bahwa proses pencarian akan terus dilanjutkan dengan mengoptimalkan seluruh potensi yang ada, sembari tetap mengutamakan keselamatan seluruh personel yang terlibat di lapangan.

 

Sumber: Basarnas Kaltim
@2026
Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Celni Soroti Insiden Jurnalis Saat Demo, Dorong Pendekatan Dialog Redam Konflik

23 April 2026 - 17:00 WITA

kn010

PAW DPRD Kaltim Tinggal Tunggu Restu Pusat, Celni: Administrasi Sudah Tuntas

23 April 2026 - 16:30 WITA

kn09

Pansus LKPJ DPRD Samarinda Soroti Proyek Pendidikan Belum Rampung, Tegaskan Tak Boleh Mangkrak

23 April 2026 - 16:00 WITA

kn08

DPRD Soroti Ketahanan Ekonomi Samarinda, Abdul Rohim: Pertumbuhan Tinggi Belum Tentu Sehat

23 April 2026 - 15:30 WITA

kn07

DPRD Samarinda Dukung Borneo Cantata, Siap Dorong Anggaran untuk Kiprah Internasional

23 April 2026 - 15:00 WITA

kn06

Borneo Cantata Menuju Panggung Dunia, Pemkot Samarinda Siap Beri Dukungan

23 April 2026 - 14:30 WITA

kn05
Trending di BERITA DAERAH