KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA — Tim SAR Gabungan akhirnya menemukan korban pekerja sawit yang sebelumnya dilaporkan terjatuh dan tenggelam di Sungai Santan Ulu, Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, pada Selasa (20/1/2026). Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sehingga operasi pencarian dan pertolongan (SAR) resmi diusulkan untuk ditutup dan dilanjutkan dengan status kesiapsiagaan.
Korban diketahui bernama Muhammad Rosaid Amar alias Edo (33), warga RT 002 Desa Santan Ulu, Kecamatan Marangkayu. Penemuan korban terjadi pada hari kedua pelaksanaan operasi SAR. Tim SAR Gabungan mulai melakukan penyisiran sejak pukul 07.00 WITA dan berhasil menemukan korban sekitar pukul 08.56 WITA, dengan jarak kurang lebih sembilan kilometer ke arah hilir dari lokasi kejadian perkara (LKP).
Setelah ditemukan, jenazah korban segera dievakuasi oleh Tim SAR Gabungan dan dibawa ke rumah duka di Desa Santan Ulu untuk diserahkan kepada pihak keluarga.
Koordinator Pos SAR Kutai Timur, Aries Setiawan, menjelaskan bahwa seluruh unsur SAR telah melaksanakan tugas sesuai dengan rencana operasi yang telah ditetapkan. “Pada hari kedua, Tim SAR Gabungan kembali melakukan penyisiran bersama potensi SAR dan berhasil menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia sekitar sembilan kilometer ke arah hilir dari LKP. Dengan ditemukannya korban, operasi SAR diusulkan untuk ditutup dan selanjutnya dilanjutkan dengan kesiapsiagaan,” ujarnya.
Aries juga mengungkapkan bahwa selama proses pencarian, tim menghadapi sejumlah kendala di lapangan. “Kendala yang dihadapi antara lain arus sungai yang cukup deras ke arah hilir serta adanya potensi ancaman binatang buas. Meski demikian, seluruh personel tetap mengutamakan faktor keselamatan selama proses pencarian dan evakuasi,” tambahnya.
Operasi SAR ini melibatkan berbagai unsur, antara lain Pos SAR Kutai Timur, Polsek Marangkayu, Koramil Marangkayu, BPBD Kutai Kartanegara, Disdamkarmatan Kukar, Pemerintah Kecamatan Marangkayu, keluarga korban, serta warga Desa Santan Ulu, Santan Tengah, dan Santan Hilir.
Sumber: Basarnas Kaltim @2026

















