Menu

Mode Gelap
IKN Youth Forum Dorong Generasi Muda Lawan Hoaks dan Kawal Masa Depan Nusantara May Day 2026 di Kukar, Momentum Perkuat Sinergi dan Kepedulian bagi Pekerja May Day 2026, Perempuan Mahardhika Samarinda Soroti Ketidakadilan Buruh Perempuan Nelayan Muara Badak Ditemukan Meninggal Dunia Usai Terseret Arus Investasi Rp1,2 Triliun Masuk IKN, Dua Investor Pelopor Teken PKS

BERITA DAERAH · 20 Jan 2026 10:00 WITA ·

Pekerja Sawit Ditemukan Tewas di Sungai Santan Ulu, Operasi SAR Resmi Ditutup


 Tim SAR Gabungan mengevakuasi korban pekerja sawit yang dilaporkan terjatuh dan tenggelam di Sungai Santan Ulu, Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Selasa (20/1/2026). Foto: Basarnas Kaltim. Perbesar

Tim SAR Gabungan mengevakuasi korban pekerja sawit yang dilaporkan terjatuh dan tenggelam di Sungai Santan Ulu, Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Selasa (20/1/2026). Foto: Basarnas Kaltim.

KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA — Tim SAR Gabungan akhirnya menemukan korban pekerja sawit yang sebelumnya dilaporkan terjatuh dan tenggelam di Sungai Santan Ulu, Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, pada Selasa (20/1/2026). Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sehingga operasi pencarian dan pertolongan (SAR) resmi diusulkan untuk ditutup dan dilanjutkan dengan status kesiapsiagaan.

Korban diketahui bernama Muhammad Rosaid Amar alias Edo (33), warga RT 002 Desa Santan Ulu, Kecamatan Marangkayu. Penemuan korban terjadi pada hari kedua pelaksanaan operasi SAR. Tim SAR Gabungan mulai melakukan penyisiran sejak pukul 07.00 WITA dan berhasil menemukan korban sekitar pukul 08.56 WITA, dengan jarak kurang lebih sembilan kilometer ke arah hilir dari lokasi kejadian perkara (LKP).

Setelah ditemukan, jenazah korban segera dievakuasi oleh Tim SAR Gabungan dan dibawa ke rumah duka di Desa Santan Ulu untuk diserahkan kepada pihak keluarga.

Koordinator Pos SAR Kutai Timur, Aries Setiawan, menjelaskan bahwa seluruh unsur SAR telah melaksanakan tugas sesuai dengan rencana operasi yang telah ditetapkan. “Pada hari kedua, Tim SAR Gabungan kembali melakukan penyisiran bersama potensi SAR dan berhasil menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia sekitar sembilan kilometer ke arah hilir dari LKP. Dengan ditemukannya korban, operasi SAR diusulkan untuk ditutup dan selanjutnya dilanjutkan dengan kesiapsiagaan,” ujarnya.

Aries juga mengungkapkan bahwa selama proses pencarian, tim menghadapi sejumlah kendala di lapangan. “Kendala yang dihadapi antara lain arus sungai yang cukup deras ke arah hilir serta adanya potensi ancaman binatang buas. Meski demikian, seluruh personel tetap mengutamakan faktor keselamatan selama proses pencarian dan evakuasi,” tambahnya.

Operasi SAR ini melibatkan berbagai unsur, antara lain Pos SAR Kutai Timur, Polsek Marangkayu, Koramil Marangkayu, BPBD Kutai Kartanegara, Disdamkarmatan Kukar, Pemerintah Kecamatan Marangkayu, keluarga korban, serta warga Desa Santan Ulu, Santan Tengah, dan Santan Hilir.

 

Sumber: Basarnas Kaltim
@2026
Artikel ini telah dibaca 16 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

May Day 2026 di Kukar, Momentum Perkuat Sinergi dan Kepedulian bagi Pekerja

1 Mei 2026 - 14:00 WITA

day3

May Day 2026, Perempuan Mahardhika Samarinda Soroti Ketidakadilan Buruh Perempuan

1 Mei 2026 - 13:00 WITA

day1

Nelayan Muara Badak Ditemukan Meninggal Dunia Usai Terseret Arus

1 Mei 2026 - 12:00 WITA

tenggelam3

Disdik Kukar Tunggu Advice Kejaksaan, Insentif Guru Non-ASN Ditarget Segera Cair

30 April 2026 - 21:00 WITA

honorer3

DPRD Kukar Bahas Insentif Guru Honorer dan Layanan Kesehatan, Pembayaran Ditarget Pekan Depan

30 April 2026 - 20:00 WITA

honorer1

Nelayan Muara Badak Hilang Terseret Arus, Basarnas Kerahkan Tim Gabungan

30 April 2026 - 19:00 WITA

tenggelam01
Trending di BERITA DAERAH