KUMALANEWS.ID, SAMARINDA — Wakil Ketua DPRD Kota Samarinda, Rusdi, menegaskan bahwa pemanfaatan jaringan gas alam bumi (jargas) yang telah terpasang di sejumlah wilayah, termasuk Kecamatan Sambutan, memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya ibu rumah tangga. Hal tersebut disampaikannya saat dikonfirmasi awak media, Rabu (11/2/2026) malam.
Menurut Rusdi, gas alam yang disalurkan langsung dari sumbernya menjadi alternatif energi yang cukup membantu kebutuhan memasak sehari-hari. Meski diakuinya tekanan api tidak sebesar gas elpiji tabung, keberadaan jargas tetap sangat bermanfaat.
“Gas alam itu langsung dari alam. Di Sambutan sudah ada pemasangannya. Walaupun mungkin tekanannya tidak sebesar tabung gas, paling tidak bisa membantu ibu-ibu rumah tangga tanpa harus selalu membeli gas tabung,” ujarnya.
Ia menjelaskan, jaringan gas memberikan solusi ketika tabung elpiji habis dan belum sempat diganti. Dengan adanya jargas, warga masih tetap bisa memasak meski dengan tekanan api yang lebih kecil.
“Kalau tabung habis tentu tidak bisa langsung masak. Tapi dengan gas alam ini, walaupun apinya kecil, tetap bisa digunakan. Ini sangat membantu,” jelasnya.
Terkait isu keamanan dan dampak lingkungan, Rusdi memastikan bahwa hingga saat ini belum ada laporan kejadian yang ditimbulkan akibat penggunaan jaringan gas tersebut. Ia menilai sistem distribusi gas telah dilengkapi dengan standar pengamanan yang memadai.
“Selama ini aman-aman saja. Belum ada kejadian yang kita lihat akibat pemasangan gas alam ini,” katanya.
Ia mengakui, pada awal pemasangan sempat muncul kekhawatiran di tengah masyarakat terkait risiko kebakaran. Namun, menurutnya, anggapan tersebut perlahan hilang setelah warga memahami bahwa sistem jaringan gas memiliki mekanisme perlindungan dan prosedur operasional yang jelas.
“Dulu memang ada kekhawatiran akan terjadi kebakaran. Tapi saya sampaikan bahwa pasti ada perlindungan dari pihak terkait dan dari sistemnya sendiri. Yang penting, pengguna juga harus mengikuti prosedur,” tegas politisi Partai Golkar tersebut.
Rusdi menambahkan, banyak kasus kebakaran yang terjadi justru disebabkan oleh kelalaian pengguna, seperti meninggalkan kompor dalam keadaan menyala tanpa pengawasan.
“Sering kali kebakaran bukan karena instalasi gasnya, tapi karena kelalaian. Misalnya kompor ditinggal saat memasak. Ini yang harus menjadi perhatian bersama,” pungkasnya.
Dengan adanya jaringan gas alam bumi, Rusdi berharap masyarakat dapat memanfaatkannya secara optimal dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan, sehingga kebutuhan energi rumah tangga dapat terpenuhi secara lebih praktis, hemat, dan aman.
Pewarta : Yana Ashari Editor : Fairuzzabady @2026

















