Menu

Mode Gelap
Nasib 44 Karyawan PT WATS Masih Menggantung, Gaji September Tetap Dibayarkan Komisi IV DPRD Samarinda Soroti Nasib Karyawan PT WATS Usai Kerja Sama Berakhir Disnaker Samarinda Siap Mediasi Persoalan Hak 44 Karyawan PT WATS Nasib 44 Karyawan PT WATS Belum Jelas, Minta Kepastian Status dan Hak Pekerjaan 44 Karyawan PT WATS Masih Digaji, Nasib Pekerjaan di Tengah Sengketa Bendang Belum Jelas

BERITA DAERAH · 12 Feb 2026 09:00 WITA ·

Rusdi Nilai Jaringan Gas Alam Ringankan Beban Rumah Tangga, Pastikan Aman Digunakan


 Wakil Ketua DPRD Kota Samarinda, Rusdi, saat menyampaikan keterangan terkait pemanfaatan jaringan gas alam bumi di Kecamatan Sambutan, Rabu (11/2/2026) malam. Foto: Yana Ashari. Perbesar

Wakil Ketua DPRD Kota Samarinda, Rusdi, saat menyampaikan keterangan terkait pemanfaatan jaringan gas alam bumi di Kecamatan Sambutan, Rabu (11/2/2026) malam. Foto: Yana Ashari.

KUMALANEWS.ID, SAMARINDA — Wakil Ketua DPRD Kota Samarinda, Rusdi, menegaskan bahwa pemanfaatan jaringan gas alam bumi (jargas) yang telah terpasang di sejumlah wilayah, termasuk Kecamatan Sambutan, memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya ibu rumah tangga. Hal tersebut disampaikannya saat dikonfirmasi awak media, Rabu (11/2/2026) malam.

Menurut Rusdi, gas alam yang disalurkan langsung dari sumbernya menjadi alternatif energi yang cukup membantu kebutuhan memasak sehari-hari. Meski diakuinya tekanan api tidak sebesar gas elpiji tabung, keberadaan jargas tetap sangat bermanfaat.

“Gas alam itu langsung dari alam. Di Sambutan sudah ada pemasangannya. Walaupun mungkin tekanannya tidak sebesar tabung gas, paling tidak bisa membantu ibu-ibu rumah tangga tanpa harus selalu membeli gas tabung,” ujarnya.

Ia menjelaskan, jaringan gas memberikan solusi ketika tabung elpiji habis dan belum sempat diganti. Dengan adanya jargas, warga masih tetap bisa memasak meski dengan tekanan api yang lebih kecil.

“Kalau tabung habis tentu tidak bisa langsung masak. Tapi dengan gas alam ini, walaupun apinya kecil, tetap bisa digunakan. Ini sangat membantu,” jelasnya.

Terkait isu keamanan dan dampak lingkungan, Rusdi memastikan bahwa hingga saat ini belum ada laporan kejadian yang ditimbulkan akibat penggunaan jaringan gas tersebut. Ia menilai sistem distribusi gas telah dilengkapi dengan standar pengamanan yang memadai.

“Selama ini aman-aman saja. Belum ada kejadian yang kita lihat akibat pemasangan gas alam ini,” katanya.

Ia mengakui, pada awal pemasangan sempat muncul kekhawatiran di tengah masyarakat terkait risiko kebakaran. Namun, menurutnya, anggapan tersebut perlahan hilang setelah warga memahami bahwa sistem jaringan gas memiliki mekanisme perlindungan dan prosedur operasional yang jelas.

“Dulu memang ada kekhawatiran akan terjadi kebakaran. Tapi saya sampaikan bahwa pasti ada perlindungan dari pihak terkait dan dari sistemnya sendiri. Yang penting, pengguna juga harus mengikuti prosedur,” tegas politisi Partai Golkar tersebut.

Rusdi menambahkan, banyak kasus kebakaran yang terjadi justru disebabkan oleh kelalaian pengguna, seperti meninggalkan kompor dalam keadaan menyala tanpa pengawasan.

“Sering kali kebakaran bukan karena instalasi gasnya, tapi karena kelalaian. Misalnya kompor ditinggal saat memasak. Ini yang harus menjadi perhatian bersama,” pungkasnya.

Dengan adanya jaringan gas alam bumi, Rusdi berharap masyarakat dapat memanfaatkannya secara optimal dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan, sehingga kebutuhan energi rumah tangga dapat terpenuhi secara lebih praktis, hemat, dan aman.

 

Pewarta : Yana Ashari
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 29 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Nasib 44 Karyawan PT WATS Masih Menggantung, Gaji September Tetap Dibayarkan

11 September 2026 - 22:00 WITA

i70

Komisi IV DPRD Samarinda Soroti Nasib Karyawan PT WATS Usai Kerja Sama Berakhir

11 September 2026 - 21:00 WITA

i69

Disnaker Samarinda Siap Mediasi Persoalan Hak 44 Karyawan PT WATS

11 September 2026 - 20:00 WITA

i68

Nasib 44 Karyawan PT WATS Belum Jelas, Minta Kepastian Status dan Hak Pekerjaan

11 September 2026 - 19:00 WITA

i67

44 Karyawan PT WATS Masih Digaji, Nasib Pekerjaan di Tengah Sengketa Bendang Belum Jelas

11 September 2026 - 18:00 WITA

i66

Komisi II DPRD Samarinda Pertanyakan Dasar Pembayaran PT WATS, Tim Investigasi Segera Dibentuk

11 September 2026 - 17:00 WITA

i65
Trending di BERITA DAERAH