Menu

Mode Gelap
Perda Transportasi Mulai Diperkuat, Dishub Samarinda Siapkan Penindakan Masif HUT ke-81 RI di DPRD Samarinda Meriah Tanpa APBD, Libatkan Swasta dan UMKM Semarak HUT RI ke-81, Helmi Abdullah Ajak Isi Kemerdekaan dengan Kerja Nyata Kejar Target Nasional 30 Persen, Disdukcapil Balikpapan Percepat Aktivasi IKD Dishub Samarinda Siapkan Sistem Baru Kupon Biosolar Subsidi, Berlaku 1 September 2026

BERITA DAERAH · 2 Mar 2026 17:00 WITA ·

PT PP: Suara Kendaraan Tak Pengaruhi Struktur Terowongan, Tambahan Rp90 Miliar untuk Perkuatan Lereng


 Terowongan Samarinda yang dalam waktu dekat direncanakan beroperasi dan saat ini masih menunggu proses uji kelayakan sebelum dibuka untuk umum. Foto: Yana Ashari. Perbesar

Terowongan Samarinda yang dalam waktu dekat direncanakan beroperasi dan saat ini masih menunggu proses uji kelayakan sebelum dibuka untuk umum. Foto: Yana Ashari.

KUMALANEWS.ID, SAMARINDA – PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk memastikan suara kendaraan yang melintas di Terowongan Samarinda tidak memberikan dampak signifikan terhadap kekuatan struktur bangunan. Hal tersebut disampaikan Cost Control PT PP, Reyhan Suryaarbaika, kepada awak media, Senin (2/3/2026).

Menurut Reyhan, sejak tahap perencanaan seluruh aspek teknis telah diperhitungkan, termasuk potensi suara kendaraan, kecepatan kendaraan, hingga dampaknya terhadap konstruksi terowongan.

“Kalau untuk suara sebenarnya tidak terlalu signifikan. Secara pemodelan sudah ada desain suara, desain kecepatan, dan berbagai faktor lain yang sudah diperhitungkan. Jadi efek suara tidak berpengaruh signifikan terhadap struktur,” jelasnya.

Ia juga menanggapi rencana pengajuan tambahan anggaran sekitar Rp90 miliar untuk pekerjaan lanjutan di kawasan terowongan. Reyhan menyebut, usulan tersebut saat ini belum masuk dalam APBD murni 2026 maupun RAPBD 2026 karena masih dalam tahap perencanaan teknis.

Menurutnya, estimasi anggaran tersebut difokuskan pada sejumlah pekerjaan prioritas, khususnya di area inlet terowongan. Beberapa pekerjaan yang direncanakan antara lain regrading atau pelandaian lereng, penambahan ground anchor, pemasangan waller beam, serta pekerjaan backfill atau timbunan di atas struktur perpanjangan terowongan.

“Untuk sisi outlet tidak ada pekerjaan pelandaian lereng, namun tetap ada penambahan perkuatan seperti ground anchor dan waller beam. Memang pekerjaan ground anchor ini cukup mahal per meter, sehingga total estimasi bisa mencapai sekitar Rp90 miliar,” terangnya.

Reyhan menambahkan, desain teknis perkuatan tersebut sebenarnya telah melalui proses asistensi sejak tahun 2024. Saat ini prosesnya juga diselaraskan dengan tahapan pengajuan Sertifikat Layak Fungsi (SLF) yang sedang diproses.

Meski begitu, ia menegaskan bahwa tambahan anggaran tersebut merupakan upaya optimal untuk meningkatkan faktor keamanan struktur berdasarkan kajian teknis yang ada.

“Upaya ini untuk meningkatkan faktor keamanan. Namun secara teknis tidak ada konstruksi yang bisa menjamin 100 persen tidak terjadi longsor, yang ada adalah upaya meminimalkan risiko,” ujarnya.

Di sisi lain, pekerjaan lanjutan juga masih menghadapi kendala pembebasan lahan. Dari sekitar 12 hingga 14 bidang lahan yang dibutuhkan untuk penguatan di area inlet, masih terdapat sekitar empat bidang yang statusnya belum selesai atau masih dalam proses penyelesaian.

“Beberapa bidang masih dalam proses karena ada yang masih dispute. Jadi untuk tahap lanjutan memang masih tergendala di pembebasan lahan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, tim appraisal sudah turun ke lapangan untuk melakukan penilaian lahan. Saat ini prosesnya tinggal menunggu kesepakatan dengan pemilik lahan serta kesiapan anggaran dari pemerintah daerah.

Reyhan menegaskan, uji kelayakan resmi terhadap terowongan baru dapat dilakukan setelah seluruh persyaratan administrasi di kementerian selesai, termasuk dukungan dokumen teknis dan penyelesaian pembebasan lahan.

 

Pewarta : Yana Ashari
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 36 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Perda Transportasi Mulai Diperkuat, Dishub Samarinda Siapkan Penindakan Masif

26 Agustus 2026 - 22:30 WITA

h27

HUT ke-81 RI di DPRD Samarinda Meriah Tanpa APBD, Libatkan Swasta dan UMKM

26 Agustus 2026 - 21:30 WITA

h26

Semarak HUT RI ke-81, Helmi Abdullah Ajak Isi Kemerdekaan dengan Kerja Nyata

26 Agustus 2026 - 20:30 WITA

h25

Kejar Target Nasional 30 Persen, Disdukcapil Balikpapan Percepat Aktivasi IKD

26 Agustus 2026 - 16:00 WITA

h24

Dishub Samarinda Siapkan Sistem Baru Kupon Biosolar Subsidi, Berlaku 1 September 2026

26 Agustus 2026 - 10:30 WITA

h23

Polda Kaltim Selidiki 8 Laporan Karhutla, Keterlibatan Korporasi Masih Didalami

25 Agustus 2026 - 10:00 WITA

h21
Trending di BERITA DAERAH