Menu

Mode Gelap
Lima Hari Pencarian, Operasi SAR Nelayan Hilang di Muara Berau Resmi Ditutup Banggar DPRD Samarinda Kaji Draf KUA-PPAS 2027, Fokus pada Fiskal dan Peningkatan PAD Bapemperda DPRD Samarinda Rampungkan Finalisasi Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025 Banggar DPRD Samarinda Prioritaskan Program Masyarakat di Tengah Keterbatasan Fiskal 2027 DPRD Samarinda Dukung Upskilling 1.200 Guru, Perkuat Transformasi Digital Sekolah

BERITA DAERAH · 13 Mar 2026 19:00 WITA ·

Peringati Hari Al-Quds Internasional, Warga Tenggarong Serukan Solidaritas untuk Palestina


 Sejumlah simpatisan menyuarakan aspirasi dalam aksi damai solidaritas untuk Palestina di kawasan depan Museum Mulawarman, Tenggarong. Kegiatan tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Al-Quds Internasional, dengan para peserta membawa bendera Palestina serta menyampaikan seruan dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina. Aksi berlangsung tertib dan menjadi wujud kepedulian masyarakat terhadap isu kemanusiaan global. Foto: Indirwan. Perbesar

Sejumlah simpatisan menyuarakan aspirasi dalam aksi damai solidaritas untuk Palestina di kawasan depan Museum Mulawarman, Tenggarong. Kegiatan tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Al-Quds Internasional, dengan para peserta membawa bendera Palestina serta menyampaikan seruan dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina. Aksi berlangsung tertib dan menjadi wujud kepedulian masyarakat terhadap isu kemanusiaan global. Foto: Indirwan.

KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Puluhan warga di Kota Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, menggelar aksi damai untuk memperingati Hari Al-Quds Internasional di kawasan Taman Titik Nol Tenggarong, tepat di depan Museum Mulawarman, Jumat (13/3/2026).

Aksi yang digelar menjelang waktu berbuka puasa itu berlangsung tertib dan penuh semangat solidaritas. Para peserta datang dari berbagai elemen masyarakat dengan membawa serta mengibarkan bendera Palestina sebagai simbol dukungan moral terhadap rakyat yang hingga kini masih menghadapi konflik berkepanjangan di Timur Tengah.

Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyuarakan kepedulian terhadap kondisi kemanusiaan yang dialami rakyat Palestina, sekaligus mengingatkan pentingnya solidaritas global terhadap perjuangan mereka.

Sejumlah organisasi turut ambil bagian dalam aksi ini, di antaranya Yayasan Abu Dzar Al-Ghifari Kukar, Aliansi Nasionalis Anti Zionis, Ahlulbait Indonesia Kukar, serta mahasiswa dari Universitas Kutai Kartanegara.

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Ahlulbait Indonesia Kalimantan Timur sekaligus pembina Yayasan Abu Dzar Al-Ghifari Kukar, Sayid Thoriq Assegaff, mengatakan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap nilai-nilai kemanusiaan yang dinilai tengah tercederai akibat konflik yang terus berlangsung.

“Tidak perlu seseorang menjadi Muslim atau pejuang untuk menolak apa yang terjadi di Palestina. Cukup sebagai manusia, kita sudah memiliki kewajiban moral untuk menolak segala bentuk penindasan,” ujarnya di hadapan para peserta aksi.

Menurutnya, sikap solidaritas tersebut juga sejalan dengan semangat yang tertuang dalam Undang-Undang Dasar 1945 yang menegaskan bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena bertentangan dengan prinsip perikemanusiaan dan perikeadilan.

“Bangsa Indonesia lahir dari pengalaman pahit penjajahan. Karena itu kita memahami bagaimana rasanya menjadi bangsa yang tertindas. Amanat konstitusi kita jelas, bahwa segala bentuk penjajahan harus ditolak,” katanya.

Ia menambahkan, dalam ajaran Islam terdapat prinsip untuk mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran, termasuk membela masyarakat yang mengalami penindasan.

“Dalam Islam ada prinsip amar ma’ruf nahi munkar. Membela kaum tertindas adalah kebaikan, dan melawan penjajahan adalah bentuk mencegah kemungkaran,” jelasnya.

Menurutnya, solidaritas terhadap Palestina tidak seharusnya dipersempit oleh perbedaan mazhab maupun kelompok. Persoalan tersebut, kata dia, pada dasarnya merupakan isu kemanusiaan yang bersifat universal dan menyentuh hati banyak orang di berbagai belahan dunia.

“Dasarnya ada tiga, yaitu kemanusiaan, kebangsaan, dan keislaman. Tiga hal inilah yang menjadi alasan mengapa kita berdiri di sini untuk menyampaikan solidaritas bagi Palestina,” pungkasnya.

 

Pewarta : Indirwan
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 45 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Lima Hari Pencarian, Operasi SAR Nelayan Hilang di Muara Berau Resmi Ditutup

21 Juli 2026 - 17:00 WITA

c21

Banggar DPRD Samarinda Kaji Draf KUA-PPAS 2027, Fokus pada Fiskal dan Peningkatan PAD

21 Juli 2026 - 16:00 WITA

c20

Bapemperda DPRD Samarinda Rampungkan Finalisasi Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025

21 Juli 2026 - 15:00 WITA

c19

Banggar DPRD Samarinda Prioritaskan Program Masyarakat di Tengah Keterbatasan Fiskal 2027

21 Juli 2026 - 14:00 WITA

c18

DPRD Samarinda Dukung Upskilling 1.200 Guru, Perkuat Transformasi Digital Sekolah

21 Juli 2026 - 13:00 WITA

c17

Ribuan Guru Samarinda Ikuti Upskilling AI, Pemkot Perkuat Transformasi Digital Sekolah

21 Juli 2026 - 12:00 WITA

c16
Trending di BERITA DAERAH