Menu

Mode Gelap
Nasib 44 Karyawan PT WATS Masih Menggantung, Gaji September Tetap Dibayarkan Komisi IV DPRD Samarinda Soroti Nasib Karyawan PT WATS Usai Kerja Sama Berakhir Disnaker Samarinda Siap Mediasi Persoalan Hak 44 Karyawan PT WATS Nasib 44 Karyawan PT WATS Belum Jelas, Minta Kepastian Status dan Hak Pekerjaan 44 Karyawan PT WATS Masih Digaji, Nasib Pekerjaan di Tengah Sengketa Bendang Belum Jelas

BERITA DAERAH · 13 Mar 2026 19:00 WITA ·

Peringati Hari Al-Quds Internasional, Warga Tenggarong Serukan Solidaritas untuk Palestina


 Sejumlah simpatisan menyuarakan aspirasi dalam aksi damai solidaritas untuk Palestina di kawasan depan Museum Mulawarman, Tenggarong. Kegiatan tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Al-Quds Internasional, dengan para peserta membawa bendera Palestina serta menyampaikan seruan dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina. Aksi berlangsung tertib dan menjadi wujud kepedulian masyarakat terhadap isu kemanusiaan global. Foto: Indirwan. Perbesar

Sejumlah simpatisan menyuarakan aspirasi dalam aksi damai solidaritas untuk Palestina di kawasan depan Museum Mulawarman, Tenggarong. Kegiatan tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Al-Quds Internasional, dengan para peserta membawa bendera Palestina serta menyampaikan seruan dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina. Aksi berlangsung tertib dan menjadi wujud kepedulian masyarakat terhadap isu kemanusiaan global. Foto: Indirwan.

KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Puluhan warga di Kota Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, menggelar aksi damai untuk memperingati Hari Al-Quds Internasional di kawasan Taman Titik Nol Tenggarong, tepat di depan Museum Mulawarman, Jumat (13/3/2026).

Aksi yang digelar menjelang waktu berbuka puasa itu berlangsung tertib dan penuh semangat solidaritas. Para peserta datang dari berbagai elemen masyarakat dengan membawa serta mengibarkan bendera Palestina sebagai simbol dukungan moral terhadap rakyat yang hingga kini masih menghadapi konflik berkepanjangan di Timur Tengah.

Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyuarakan kepedulian terhadap kondisi kemanusiaan yang dialami rakyat Palestina, sekaligus mengingatkan pentingnya solidaritas global terhadap perjuangan mereka.

Sejumlah organisasi turut ambil bagian dalam aksi ini, di antaranya Yayasan Abu Dzar Al-Ghifari Kukar, Aliansi Nasionalis Anti Zionis, Ahlulbait Indonesia Kukar, serta mahasiswa dari Universitas Kutai Kartanegara.

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Ahlulbait Indonesia Kalimantan Timur sekaligus pembina Yayasan Abu Dzar Al-Ghifari Kukar, Sayid Thoriq Assegaff, mengatakan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap nilai-nilai kemanusiaan yang dinilai tengah tercederai akibat konflik yang terus berlangsung.

“Tidak perlu seseorang menjadi Muslim atau pejuang untuk menolak apa yang terjadi di Palestina. Cukup sebagai manusia, kita sudah memiliki kewajiban moral untuk menolak segala bentuk penindasan,” ujarnya di hadapan para peserta aksi.

Menurutnya, sikap solidaritas tersebut juga sejalan dengan semangat yang tertuang dalam Undang-Undang Dasar 1945 yang menegaskan bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena bertentangan dengan prinsip perikemanusiaan dan perikeadilan.

“Bangsa Indonesia lahir dari pengalaman pahit penjajahan. Karena itu kita memahami bagaimana rasanya menjadi bangsa yang tertindas. Amanat konstitusi kita jelas, bahwa segala bentuk penjajahan harus ditolak,” katanya.

Ia menambahkan, dalam ajaran Islam terdapat prinsip untuk mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran, termasuk membela masyarakat yang mengalami penindasan.

“Dalam Islam ada prinsip amar ma’ruf nahi munkar. Membela kaum tertindas adalah kebaikan, dan melawan penjajahan adalah bentuk mencegah kemungkaran,” jelasnya.

Menurutnya, solidaritas terhadap Palestina tidak seharusnya dipersempit oleh perbedaan mazhab maupun kelompok. Persoalan tersebut, kata dia, pada dasarnya merupakan isu kemanusiaan yang bersifat universal dan menyentuh hati banyak orang di berbagai belahan dunia.

“Dasarnya ada tiga, yaitu kemanusiaan, kebangsaan, dan keislaman. Tiga hal inilah yang menjadi alasan mengapa kita berdiri di sini untuk menyampaikan solidaritas bagi Palestina,” pungkasnya.

 

Pewarta : Indirwan
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 51 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Nasib 44 Karyawan PT WATS Masih Menggantung, Gaji September Tetap Dibayarkan

11 September 2026 - 22:00 WITA

i70

Komisi IV DPRD Samarinda Soroti Nasib Karyawan PT WATS Usai Kerja Sama Berakhir

11 September 2026 - 21:00 WITA

i69

Disnaker Samarinda Siap Mediasi Persoalan Hak 44 Karyawan PT WATS

11 September 2026 - 20:00 WITA

i68

Nasib 44 Karyawan PT WATS Belum Jelas, Minta Kepastian Status dan Hak Pekerjaan

11 September 2026 - 19:00 WITA

i67

44 Karyawan PT WATS Masih Digaji, Nasib Pekerjaan di Tengah Sengketa Bendang Belum Jelas

11 September 2026 - 18:00 WITA

i66

Komisi II DPRD Samarinda Pertanyakan Dasar Pembayaran PT WATS, Tim Investigasi Segera Dibentuk

11 September 2026 - 17:00 WITA

i65
Trending di BERITA DAERAH